Jangan lupa Follow, Vote dan Spam Comment
Happy reading:v
80. Permintaan Maaf Dan Restu?
Malam telah tiba, semua orang sudah berkumpul di halaman villa milik keluarga Alister yang begitu luas. Duduk membentuk lingkaran sesuai posisi kursi dan meja mereka.
Malam ini keluarga Millanio, Alister, Adinata Falanio, dan semua anggota Ghefaros ikut berkumpul tanpa terkecuali, acara barbequan yang sebentar lagi akan dimulai. Tinggal menunggu beberapa hal yang disiapkan oleh anggota Ghefaros.
Setelah semuanya sudah siap, dan anggota Ghefaros yang sudah menata dan menyediakan itu semua, Marlo dan Xelues sengaja menyalakan api unggun untuk membuat tubuh mereka menjadi hangat. Karena villa ini berada di dataran tinggi.
Malam ini terlihat benar-benar indah. Kebersamaan yang sangat jarang sekali mereka lakukan, malam ini benar-benar bisa mereka nikmati semua kebahagiaan dan keharmonisannya. Vania, Dafa, Regan dan Arkan juga turut serta hadir di acara malam ini.
Mereka benar-benar menikmati langit malam yang dipenuhi dengan bintang berpadu dengan kobaran api yang menghangatkan. Ditambah dengan Jinan dan Marvel yang menyalakan kembang api warna warni, membuat suasana malam ini menjadi terasa.
Malam ini terasa lebih meriah.
Seulas senyum tidak luntur dari wajah cantik Aura. Sampai akhirnya suara seseorang mengalihkan tatapannya, mencari sumber suara yang tidak asing bagi dirinya.
"Gue gak tahu harus dimulai darimana. Tapi, yang jelas malam ini, gue akan memberi sesuatu untuk gadis yang selama delapan tahun ini udah ngebuat gue uring-uringan," ujar Baskara yang seketika mampu merendam suara semua orang yang tadinya terdengar sangat ricuh. Karena bukan hanya puluhan, melainkan hampir 150 remaja juga berada disana.
Pandangan semua orang langsung tertuju pada Baskara yang berdiri di stan band yang memang sudah Harvey sediakan.
"Queen..."
Aura menatap tubuh tegap Baskara yang berdiri sedikit jauh darinya. Tatapan tulus Baskara semakin menghangatkan tubuhnya.
"Kayaknya kata-kata manis udah pernah gue ucapin semua ke dia. Dari responnya yang terharu sampai nangis, biasa saja dan sampai dibilang alay, lalu dihadiahi dengan tatapan mautnya." Suara Baskara masih menjadi satu-satunya yang terdengar di sana.
Dan kalimat yang terucap dari mulut Baskara membuat mereka serempak terkekeh tanpa terkecuali. Sebenarnya tidak ada yang lucu, namun suara Baskara terdengar sedikit melawak untuk ukuran cowok dingin yang sangat irit untuk berbicara.
"Tapi, gue gak bisa nolak bahwa semua apa yang gadisku lakukan membuatku nyaman. Dari banyaknya waktu yang harus gue terima untuk menunggunya, hanya keindahan yang gue dapet darinya. Dia selalu terlihat indah dilihat dari sudut manapun. Dan gue gak pernah bosen untuk memandang wajah cantiknya. Mata indahnya yang selalu gue rindukan jika kita harus terpisah dengan jarak yang begitu lama dan jauh. Terlebih jika gadisku yang berbinar bahagia."
Setiap rangkaian kata yang keluar dari mulut Baskara, membuat mereka tersenyum hangat. Terlebih ketika melihat Baskara yang memandang Aura begitu dalam. Rasa sayang dan cinta yang begitu tulus itu sangat terpancar jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Teen FictionBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)