Jangan lupa Follow akun wp dan vote
Happy reading:v
74. "Bangunan, ini?"
Aden, Harvey, Falanio, Adinata, Bunga, Alina, Marlo, Xelus, Orion, Marvel dan Putri sedang duduk dengan perasaan cemas. Ini sudah tengah malam, dan Baskara maupun yang lain tidak mengirimkan pesan atau sinyal apapun.
Mereka sudah mulai mengatur strategi dan rencana jika sampai pagi tiba beluk ada kabar dari Baskara dkk.
Dan mungkin untuk misi kali ini, akan lebih susah dan sangat beresiko dari misi-misi sebelumnya.
Lawan mereka kali ini, bukanlah orang-orang sembarangan. Pemimpin dan boneka-boneka Silent Victor sangat kuat, licik.
Belum lagi, mereka harus memikirkan cara untuk menghindari serahkan yang sangat berpengaruh, jika tidak resiko terbesar mereka akan terjadi. Jangan sampai pasukan Millanio, Alister, Crowell, Adinata dan Falanio menghanguskan markas, anggota dan wilayah yang Silent Victor pimpin. Akan sangat berpotensi buruk kepada klan mereka sendiri jika itu terjadi.
Adinata memberikan beberapa berkas kepada mereka.
"Sinyal terakhir yang dikirim oleh Aura terakhir berada di bangunan kosong. 45 menit menempuh perjalanan kesana dalam kecepatan penuh. 1 jam untuk kecepatan sedang," ucap Harvey memulai diskusi bersama mereka.
"Bangunan kosong? Bisa kau melacak tempatnya, Marlo?" tanya Bunga yang duduk di samping Putri.
"Bisa, Nyonya." Marlo kembali memfokuskan pandangannya pada layar komputer, hampir 5 jam Marlo duduk di depan layar itu.
Klik
Marlo berhasil melacak bangunan itu.
Deg
"Bangunan itu?" ucap Aden, Bunga dan Marlo. Ketiga saling menatap satu sama lain.
Bunga menatap Aden dengan menggelengkan kepala.
"Bangunan itu tempat penembakan Baskara berusia 12 tahun. Bangunan itu yang pernah Baskara datangi dan berakhir dengan koma. Saya sungguh tidak mengerti jika Johan sudah menyiapkan rencana ini sebaik mungkin," jelas Bunga.
Mereka mengangguk-anggukkan kepala mengerti, dengan mata yang fokus membaca data-data dan layar yang ada di depan mereka.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini, Nyonya Crowell?" Bunga menatap Alina yang terlihat begitu tenang.
Alina menghela napas dalam. "Saya tidak mengerti, Nyonya Millanio. Permainan yang dipimpin oleh Johan berubah-ubah tidak sesuai dengan perkiraan saya," jawab Alina.
"Saya berhasil melacak CCTV Bangunan itu dengan memasukkan kode yang Nyonya Crowell berikan." Tatapan mereka kembali beralih pada layar besar yang Xelues sambungan dari laptop yang ada di pangkuannya.
"Jadi ini benar-benar jebakan?" tanya Adinata yang terlihat sedikit syok dengan apa yang ia lihat.
"Posisi mereka berbeda. Bahkan Raja dan 3 anggota Crowell tampak terkepung dan mengenaskan setelah pertarungan dari orang-orang Silent Victor," lanjut Adinata.
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Novela JuvenilBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)