Vote!
8."Maaf, Fin.."
"jangan terlalu menyiksa diri sendiri untuk melampiaskan semua hal yang kamu rasakan"
~ Baskara Alfin Millanio ~
*
*
*
*
*
Baskara berlari dengan perasaan gusar tanpa memperdulikan Sangga yang terus memanggilnya dari arah belakang. Cowok itu seperti tengah dikejar setan. Suara deruan music kencang dengan puluhan bahkan ratusan orang yang kini sedang bersenang-senang, berjoget dan masih banyak hal yang mereka lakukan di tempat ini.
Entah sudah berapa kali dia menyenggol orang-orang di sana sampai mereka mengumpat. Baskara tidak peduli. Di dalam pikirannya sekarang hanya fokus pada satu cewek yang menyiksa debaran jantungnya selama delapan tahun lamanya.
Sinar lampu yang terus berkelip-kelip membuatnya sulit untuk menemukan seseorang yang ia cari. Apalagi keadaan club terlihat sangat ramai daripada hari-hari biasanya.
Ya, benar. Aura ada di club dengan dua botol wine yang sudah benar-benar dia habiskan sendiri. Duduk di meja paling pojok dengan pakaian sekolah yang sudah tampak begitu rusuh. Noda saos dan tanah sudah bercampur menjadi satu.
Baskara sudah menemukannya. Gadis itu menyembunyikan wajahnya di sela-sela lipatan tangan, tanpa Aura sadari ada satu laki-laki berumur 17 tahunan yang sejak tadi berdiri di samping tempatnya duduk. Tatapan laki-laki itu kini bertemu dengan mata elang milik Baskara yang mungkin sudah berapi-api.
"Bos," Jinan mundur, memberi Baskara ruang supaya bisa duduk bersebelahan langsung dengan Aura yang masih tidak bergeming sedikitpun.
Baskara memutar poros tubuhnya. "Sejak kapan?" tanya Baskara memastikan.
"Gak tahu Bos, tadi pas dateng udah ada Bu Bos di sini," jawabnya membuat Baskara mengangguk.
Baskara duduk di samping tubuh ramping milik Aura. Cewek itu masih setia dengan posisi awalnya dengan satu tangan yang masih menggenggam botol wine yang sudah kosong.
Perlahan tapi pasti, dengan tenang Baskara memiringkan kepala Aura agar bersitatap denganya. Namun, saat wajah Aura terlihat jelas gadis itu tertidur, Baskara menghela napas panjang. Dipandanginya wajah tenang milik Aura dengan kening yang masih mengeluarkan darah.
"Ceroboh," desis Baskara dengan mengambil botol yang cewek itu pegang. Namun, genggaman itu terasa kuat karena Aura yang masih memiliki tenaga untuk sekedar menahan botol itu.
"Ck, lepas, Queen! Kita pulang!" Baskara menarik paksa botol yang dipegang erat oleh Aura dan Sangga yang sudah ada di depan mereka berdua itu menyingkirkan beberapa botol lainnya ke meja lain.
"Ngantuk," ucap Aura terdengar begitu lirih.
"Kenapa ke sini, hemm?" Helaian rambut yang menutupi wajah cantik Aura Baskara selipkan ke belakang telinga. Kembali memandangi wajah cantik Aura begitu lama. Sampai akhirnya suara lirih milik Aura membuat Baskara kembali tersadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Teen FictionBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)