Jangan lupa Follow, vote dan spam comment
Happy reading:v
62. Pulang
Tiga hari setelah kedatangan Aura CS dan inti Ghefaros, akhirnya siang ini Aura sudah diperbolehkan untuk pulang. Sebenarnya Bunga sudah mengizinkan Aura untuk pulang dua hari yang lalu. Namun, Baskara tetap Baskara yang semakin posesif terhadap Aura. Yang satu posesif yang satunya lagi keras kepala. Selama dua hari ini Bunga, Aden, Roni, Sangga dan juga Harvey yang memang sudah pulang dari Amerika terus dibuat pusing karena dua manusia itu terus beradu mulut.
Tidak ingin melihat Aura kesakitan lagi, Baskara tetap kekeuh untuk menetapkan Aura dirawat di rumah sakit itu. Tingkah Baskara selama dua hari ini semakin membuat Aura mencak-mencak. Tidak ada yang bisa melarang dan menolak persetujuan dari Baskara. Mareka semua menuruti apa yang Baskara perintahkan. Salah satunya sekarang, Baskara benar-benar membuat mood Aura rusak.
"Pulangnya pakai mobil aja, Sayang," ucap lembut Baskara untuk yang ketiga kalinya.
Aura mendengus, kembali menggelengkan kepala dengan kedua tangan yang ia lipat di depan dada. "Kamu, kan udah janji waktu itu, Fin. Kok sekarang ingkar?" bela Aura.
"Aku gak janji, Queen. Aku bilang iya waktu itu artinya bukan berarti harus sekarang. Kamu baru sembuh loh."
"Alfin!! Kamu beneran udah janji! Kamu kok gitu, sih? Selalu ingkar!"
"Alfinnn!!"
"Apa, Sayang?"
Aura berdecak, "Kamu udah janji bakal izinin aku buat dibonceng naik motor,"
"Aku gak janji buat anterin kamu pulang pakai motor. Aku bilangnya nanti, dan artinya bukan sekarang juga aku harus bawa kamu keliling pakai motor," jelas Baskara.
"Ishhh Alfinnn!!"
Sudah terbayang bagaimana melengkingnya suara Aura saat ini? Bahkan gadis itu sejak tadi menempel pada Baskara yang sepertinya sengaja berpindah-pindah tempat.
Sementara mereka hanya diam mendengarkan dan melihat pertengkaran kecil keduanya.
"Astaga kalian kenapa, sih?" Aden ikut bersuara. Pusing sekaligus bingung melihat Aura yang sejak tadi berglendotan di tangan kekar Baskara.
"Kenapa gak kamu izinin aja, Kara? Kasihan dia." Roni ikut mengeluh.
"Baskara itu gak mau ngebiarin Aura dalam bahaya lagi. Di itu trauma, Kakek," jelas Sangga yang mengerti seberapa khawatirnya Baskara, sehingga cowok itu tetap teguh dengan pendiriannya.
"Ya, kan ada kita-kita yang ngikutin dari belakang. Kalau perlu kita kepung aja dia," seru Cantika.
"Iya, juga, sih. Ada benarnya juga," timpal Orion.
"Nurut aja apa yang Baskara katakan, Sayang. Kamu baru saja sembuh." Harvey bersuara. Aura menatap Bunga penuh harap. Mencari pembelaan, hanya Bunga yang bisa Aura harapkan.
"Ck, cari pembelaan," kesal Baskara.
"Apa, sih? Sewot amat!!" tuduh Aura menatap tajam pada cowok itu.
"Apa? Masuk sekarang atau beneran gak akan ngijinin kamu dijemput pakai motor?"
"ALFINNN!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Ficção AdolescenteBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)