jangan lupa Follow, Vote dan Comment!
Happy reading:v
66. Hari Ke dua Di Amerika
Signals Museum Of Information Explosion
"Emang paling bener itu tiduran di rumah, deh. Paling benci banget gue harus nyatet-nyatet kayak gini. Apa coba yang harus di catet? Ngelihat semua yang ada di museum ini aja gue udah muak." Orion meng-reog sejak pertama kali masuk ke dalam bangunan megah ini. Menggerutu kesal dan mengumpat sepanjang perjalanan.
"Ehh, anak orang! Bisa diem gak, sih? Kasihan yang lain tuh," ucap Raja sudah mulai merasa jengah dengan sikap Orion.
"Balik aja yuk ke hotel, kita ngegame, Yon," tawar Marvel membuat wajah murung Orion berbinar.
Dengan semangat Orion dan Marvel berdiri, hendak meninggalkan bangunan itu. Tapi, Sangga berdehem dan menetap keduanya datar.
Orion dan Marvel menghela napas berat. Kembali duduk dan tidak berani bernegoisasi dengan Sangga. Nasib mereka sudah. Mereka melupakan jika Sangga menjadi pemimpin kelompok 4 dari panitia.
"Emang paling bener itu Study Tour sama, Baskara sama Sangga. Cuma dipentelengin aja, kurang dari 2 menit udah nyantol tuh, di otak," seru Raja. Tidak berbohong kalau memang keduanya memang memiliki daya ingat yang begitu kuat.
Di sekolah, jika keduanya masuk ke kelas, Baskara dan Sangga tidak pernah mencatat apapun yang guru jelaskan ataupun yang di tulis di papan tulis. Mereka sebenarnya selalu membawa alat tulis dengan lengkap dan sesuai dengan jadwalnya. Namun, cukup dengan menatap papan tulis atau jika malas mereka akan tidur sepanjang pelajaran. Hanya Baskara sih sebenarnya. Kalau Sangga termasuk siswa yang cenderung selalu memperhatikan apa yang guru jelaskan di depan. Maka dari itulah, setiap tahun Basara dan Sangga selalu menjadi juara pararel.
Begitu juga dengan Aura yang juga sama dengan mereka. Untung saja Aura cewek, jadi meskipun dia sudah tahu dan mengerti tetap akan mencatat semua yang guru perintahkan. Dan Aura menjadi urutan yang ke 3 pemegang juara pararel di setiap tahunnya.
Bahkan sekarang Aura sama seperti Baskara dan Sangga. Tidak membawa buku ataupun pulpen, hanya menatap, mengingat dan otaknya sudah merekam semuanya secara otomatis tanpa terkecuali.
Di samping Aura ada Putri yang masih setia dengan Buku dan pulpennya. Di sebelahnya ada Cantika yang sedang memotret sebagai bentuk dokumentasi dan menambahkan isi dari proposal mereka nanti. Sedangkan si Sherly juga ikut mencatat apa yang di catat oleh Putri. Lebih tepatnya menyontek.
"Kedip kali, Bos. Gak bakal ilang tuh sang kekasih hati." Raja menyindir Baskara ketika menyadari kemana arah pandang Baskara yang sejak tadi memandangi Aura dengan intens, memperhatikan setiap gerakan yang Aura lakukan.
"Bener tuh! Udah satu kamar. Masih aja kurang. Bisa kena virus bucin lo lama-lama," tambah Marvel.
"Lah lo berdua gimana, sih? Kalau gue punya cewek modelan Aura juga gak bakalan bosen kali. Enak banget dipandangin gak bikin bosen," celetuk Orion bergabung dengan pembahasan mereka.
"Coba aja noh lihar Aura sekarang. Belum juga beberapa detik udah dicungkil tuh mata sama, Kara," dengus Raja.
Dengan takut-takut Orion menatap Baskara yang meliriknya tajam. Ia lantas menyengir. "Becanda, Kara."
"Tapi, kalau dilihat-lihat kayaknya Aura gerah deh pakai rajut tebelnya kayak gitu. Lo kasih berapa tanda sih Bos ke dia?" Raja menatap Baskara. "Sampai dia mau gerah-gerahan kayak gitu."
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Teen FictionBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)