Baskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika.
Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang mau tau seputar informasi tentang cerita ini bisa follow akun ig yang ada di atas ya🤗
📍Spam comment di sini untuk bab sebelumnya ➡️
📍 Vote And Comment:v
Happy reading:v
39. Teka Teki
"Jika sudah menyangkut kebersamaan, maka Ghefaros menerapkan prinsip itu di nomor pertama. Karena kehadiran mereka yang membentuk sebuah geng solidaritas karena rumah bukan hanya berbentuk bangunan, melainkan juga bisa berbentuk kebersamaan yang membawa ketenangan "
~Gang Ghefaros~
Sangga menatap Harvey dengan tatapan dingin, tangannya sudah terkepal erat dan rahangnya mengetat. Mendengarkan semua cerita yang diceritakan oleh Harvey membuat Sangga tidak habis pikir dengan ulah Daddynya itu.
"Apa Daddy tidak sadar dengan apa yang sudah kau lakukan?" ucapnya memecah keheningan yang terjadi selama lima menit itu.
"Daddy sadar dengan apa yang udah Daddy katakan, Sangga. Tenanglah terlebih dahulu. Kau masih remaja yang belum begitu mengerti situasi sekitarmu. Jadi diamlah! Jangan membuatku tambah pusing untuk memikirkan ini," ucap Harvey dengan memijat pelipisnya yang berdenyut sakit.
Sangga tertawa kecil, tatapannya masih terlihat dingin. "Bukan aku yang tidak mengerti situasinya, Dad. Tapi, kau lah yang terlalu bertindak gegabah tanpa memikirkan akibat yang sudah kau perbuat." Harvey menatap Sangga. Sejenak dia berpikir dengan apa yang sudah ia lakukan. Apakah ia benar-benar bertingkah begitu gegabah? Atau memang kebenaran nya yang harus dirinya ceritakan kepada Baskara?
"Kau tidak akan mengerti bagaimana perasaannya, Dad. Kau bahkan tidak pernah tahu rasanya dibohongi oleh orang terdekatnya. Bahkan kau juga tidak akan tahu rasanya jika dirinya sendiri sudah menaruh rasa kecewa pada seseorang yang selama ini begitu baik dengannya," jelas Sangga panjang lebar. matanya tidak terputus menatap Harvey yang saat ini di buat bungkam oleh ucapannya.
"Jika saat itu kau tidak bertindak se mau mu sendiri, mungkin saat ini tidak akan pernah terjadi pada keluarga Millanio."
"Daddy melakukan ini karena Daddy takut jika suatu hari nanti mereka berdua merasakan kecewa lebih dalam."
"Kau tidak akan pernah mengerti jika seseorang sudah menaruh rasa kecewa, Dad. Kau tidak akan pernah mengerti karna aku yakin kau melakukan itu karena hal baik. Tapi, tidak semua orang bisa menerima semua itu." Sangga berdiri dari duduknya. Berjalan begitu saja tanpa menatap Harvey yang masih duduk termenung di sofanya.