Follow sebelum membaca!!
📍Follow akun WP: tasyanatasya703
Tinggalkan jejak, vote, comment
Mau tau tentang pendapat kalian setelah membaca Baskaraura sejauh ini➡️
*
*
*
"Beri aku ruang secukupnya di dalam hidupmu. Jangan terima aku dengan mudah. Ingat! Kedatanganku hanya untuk menyembuhkan. Namun, jika suatu saat nanti perasaanku masih sama, maka kebahagiaanmu yang aku inginkan"
~Baskara Alfin Millanio~
12. Tanpa Judul
Angin menghembus kencang malam ini. Tak ada bintang-bintang yang biasanya hadir menghiasi langit malam. Baskara sedang duduk di balkon kamar milik Alden. Kepalanya menatap lurus ke depan, tatapannya begitu kosong. Entah sudah berapa batang rokok yang habis dinikmatinya. Asap-asap rokok itu berkepul semakin tinggi hingga kabur di sapu oleh angin.
Ketika Baskara masih anak-anak, ia selalu merasa sendiri. Setiap ia selesai belajar, bermain dan melakukan kegiatan setiap harinya, Baskara kecil akan selalu memilih untuk bercerita ke langit malam yang dihiasi oleh ribuan bintang yang tersusun begitu indah di atas sana. Anak kecil itu selalu bercerita tentang kedua orang tuanya yang selalu memberikannya kasih sayang untuknya. Namun, Baskara selalu menutup akses untuk semua orang masuk ke dalam hidupnya. Meskipun itu Daddy, Mama maupun Alden. Dia lebih memilih untuk sendiri dan merasakan semua apa yang ia rasakan selama ini.
Baskara membuang putung rokok itu ke bawah, lalu mengambil napas dalam dan menghembuskan dengan pelan. Cowok itu mengambil batang rokok untuk yang kesekian kalinya, hanya untuk memenangkan sejenak semua pikirannya. Padahal isi kepalanya saat ini begitu hampa dan semua ucapan Alina begitu membuat dirinya seakan takut untuk kehilangan gadis itu.
-oOo-
Pasukan murid berjaket hitam dengan lambang sayap burung elang di bagian punggung baru saja keluar dari belakang sekolah. Suara derum sepeda motor dan klakson-klakson menggema di sepanjang jalan, memperkeruh suasana. Kehadiran mereka menambah kemacetan di jalan yang sebelumnya memang sudah macet. Para siswa dan siswi pun terpaksa memberi mereka jalan agar berlalu. Jika tidak, rombongan itu akan terus membunyikan klakson-klaksonnya dan berteriak.
Dipimpin oleh Baskara yang melajukan motor di posisi paling depan, di belakangnya terdapat pasukan inti dan setelah itu disusul dengan 250 pasukan yang mengikutinya dari arah belakang. Menjadi primadona sekolah termaksud aset yang sangat berharga bagi mereka. Suara jeritan histeris terdengar di sepanjang area lapangan bahkan sampai area parkiran.
"Anjir Baskara makin hari makin oke aja, deh."
"Aduh-aduh Orion ganteng banget."
"Sangga!!"
"Sumpah mereka keren abissss."
"Nggak ada obat emang mereka itu."
"Buat gue lah satu, inti Ghefaros cakep bener anjir."
"Arhhhh, makin gila gue ngelihat mereka setiap hari."
"Mau yang kayak gini, Tuhan."
Ya seperti itu lah jeritan histeris dari para kaum hawa yang menatap Baskara dan anggota Ghefaros dengan begitu kagum. Sedangkan mereka yang menjadi pusat perhatian hanya diam tanpa memasang ekspresi lebih. Terlebih Baskara dan Sangga hanya menatap datar, dingin, bahkan terlihat acuh. Orion, Raja terlihat tersenyum kikuk, tampak malu-malu. Sedangkan Marvel, cowok itu masih sibuk sendiri dengan rambutnya yang masih basah. Cowok itu kesiangan sehingga belum sempat untuk mengeringkan rambutnya. Ya alhasil dia harus sekolah dengan kondisi rambut yang masih basah.
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Teen FictionBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)