Everything is messed up

9 3 0
                                        

Setahun telah berjalan dan rahasia itu juga tetap disimpan oleh Laut selama setahun ini. Dia berhenti record video dokumentasi yang biasa dia lakukan, semenjak Langit wisuda dan hubungan mereka semakin erat. Dia menggantikan video dokumentasinya dengan video kenangan bersama Langit yang di abadikan olehnya di setiap momen berharga bagi mereka dan tetap berharap, hubungan kali ini tidak ada yang mengganggunya.

Dalam kurun waktu itu, Langit telah mendapatkan pekerjaan dan Laut tetap dengan profesinya mendesign dan menggambar. Hari hari berjalan normal seperti biasa tiada gangguan, hingga..

Hari ini mereka berdua berniat jalan jalan ke alun alun kota, menikmati hari liburnya masing masing, berdua berjalan menikmati alun alun dan cemilan yang mereka beli.

Tiba tiba ada seseorang memakai masker dengan gaya rambut ponytail yang terlihat terburu buru dan menghampiri mereka berdua dan berkata "Cepat bersembunyi-!!!" ujarnya sambil menarik dan mengajak Laut dan Langit untuk bersembunyi di salah satu bangunan yang ada di alun alun tersebut.

Laut dan Langit hanya mengikuti aja ajakannya sambil bingung apa yang sebenarnya terjadi. Langit yang sedikit protect ke Laut bertanya kepada orang asing itu "Apa ini? ada apa?!".

"Sutt, diem" jawab orang itu sambil melihat keadaan.

Beberapa orang berseragam terlihat melewati tempat persembunyian mereka itu. Laut sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. "I-itu mereka..." ujar Laut dalam hatinya

"Siapa mereka?" tanya Langit ke orang asing itu.

"Kau siapa??" tanya Laut curiga ke orang asing itu juga.

Orang itu pun membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya.

"WHAT??, Siapa kau?? kenapa wajahmu mirip denganku??" ujar Langit yang kaget sekaget kagetnya.

Laut ikutan terkejut dengan apa yang dia lihat, walaupun terkejutnya untuk hal yang berbeda.

"Owh panggil aja Lage setidaknya itu panggilan dari Laut ke aku, aku doppelganger mu juga Langit" ujar orang itu sambil tersenyum terlihat seperti orang yang ceria.

"Hah? aku gak paham" sambil melirik Laut yang terlihat terdiam.

"Laut belum menjelaskannya kepada mu? owh shit.."

"INI APA APAAN SIH??" tanya Langit yang bingung.

"Aku akan jelasin, tapi kita harus kembali di sini ga aman" ujar Laut.

"Betul, ayo kita kembali tapi kembali kemana?" tanya Lage excited.

Mereka pun kembali ke rumah dengan hati hati dan terjaga setelah beberapa saat mereka tiba di rumah dan Laut sudah menceritakan semuanya.

"Keren kan?, multiverse itu nyata" ujar Lage bercanda.

"Kamu menyembunyikan selama ini?" tanya Langit terlihat kecewa.

"Maaf.. aku hanya menunggu momen yang tepat" jawab Laut terlihat menyesal.

Lage hanya terdiam memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka sambil minum es yang dia sempat beli tadi. "Gak ekpektasi, suasana jadi tegang gini hehe" ujar Lage berbisik kecil.

"Aku kira pertemuan kita adalah takdir, tapi ternyata.."

"Pertemuan kita memang takdir Langit" ucap Laut memegang tangan Langit.

"Kamu hanya mencari pelampiasan dari Langit yang lain itu kan?, yang telah dibunuh" dengan reflek Langit melepaskan genggaman tangan Laut dari tangannya. Laut hanya terdiam dan merasa sangat menyesal "Maafkan aku Langit, bukan seperti itu maksudku, aku niat akan memberitahu mu pada waktunya"

"Beri aku waktu" ujar Langit pergi ke kamarnya.

"LAGE!" tatap Laut ke arah Lage terlihat marah.

"A-apa?, salah kah aku?" tanya Lage sambil menyeruput es jeruknya.

"Kenapa?, kenapa kau datang membawa mereka dan merusak momen ku dengannya??" tanya Laut pusing dengan keadaan.

"Ya maap aku merusak momen kalian, tapi aku bukan membawa mereka kesini melainkan aku menyelamatkan kalian" ujar Lage.

"Menyelamatkan?"

"Mereka telah berhasil melacak dirimu, bukan dirimu tapi semua doppelgangers kita, teman teman kita, mereka semua sudah dibunuh"

"Bagaimana bisa??" tanya Laut kaget.

"Mereka mulai serius memburu kita"

Tangan Laut mulai gemetar mendengarkan hal itu.

"Mereka berhasil melacak ku juga saat aku bersembunyi di universe 19 kemarin, tapi aku berhasil menuju dunia ini karena aku melacak jam travel mu" jelas Lage.

"Aku tidak mau itu terulang..." ujar Laut menangis.

"Aku tau, tapi sebaiknya kita pergi dari dunia ini, demi Langit di dunia ini"

"Aku tidak bisa" jawab Laut.

"Kenapa tidak bisa?" tanya Langit muncul di antara obrolan mereka.

"Langit?"

"Aku sudah mendengar juga, ku ulangi kenapa tidak bisa?"

"Aku tidak mau berpisah dengan mu lagi"

"Lagi?, kita aja belum pernah berpisah kan" ujar Langit yang masih merasa kesal.

"OKE STOP, cukup kalian" ujar Lage sedikit tegas.

"Maaf, Aku masih tidak bisa menerima semua ini dengan jernih, Multiverse, doppelganger, Laut berbohong, orang orang itu datang mengincar kita, info itu datang secara berbarengan membuat aku bingung harus bagaimana" ujar Langit.

"Kau adalah Langit Prime, kau adalah Langit yang utama dari semua doppelgangers yang ada di multiverse ini" ujar Lage.

"Aku?"

"Ini universe 1, dengan itu kamu adalah Prime nya" jelas Lage.

"Dan kau?" tanya balik Langit.

"Aku berasal dari universe 14 dan tentu sudah dimusnahkan oleh mereka" jawab Lage.

"Dan kamu?" tanya Langit ke Laut yang masih terlihat bersalah dan sedikit menangis.

"A-aku?" tanya Laut yang masih sesenggukan.

"Dia dari universe 9 universe dia masih ada tetapi bumi di universe nya sudah tidak layak huni" ujar Lage yang membantu menjawab pertanyaan Langit.

"Tidak layak huni?" tanya Langit bingung.

"Saat usia ku 17 bumi di dunia ku mengalami masa krisis, hanya manusia yang mempunyai kekuatan dan jabatan saja yang pergi mencari planet layak huni, aku dan keluarga ku tidak bisa karena kami tidak sekaya dan sekuat mereka yang sanggup membayar, ayah dan ibu meninggal karena keadaan bumi saat itu semakin parah, saat aku sudah kehilangan harapan, muncul cahaya putih berbentuk portal dan keluar doppelganger pertama yang aku lihat, dia dipanggil Laufey, menghampiri ku dan menyelamatkan ku dari dunia kritis itu mengajak ku ke universe 19 dimana doppelgangers kita yang berkumpul karena dunianya sudah dihancurkan atau memang mereka yang melanggar aturan dan dibuang" jelas Laut sambil menahan tangisnya.

Langit yang mendengarkannya menjadi iba dan karena merasakan juga apa yang Laut sekarang dia pun, duduk disampingnya dan memeluk erat erat Laut.

"Bukannya bermaksud mengacaukan momen kalian, cuma kita sebaiknya pergi sebelum mereka menemukan kita"

"Iyaa, kita akan pergi kemana?" tanya Langit yang masih merangkul Laut.

"Kami ada persembunyian di universe 20, sementara kita aman di sana"

Bersambung.

Terimakasih banyak yang udah baca sampai titik ini, jangan lupa bintangnya yaa🥰

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang