Beberapa minggu setelah insiden itu, hari-hari kembali berjalan seperti biasa. Langit sudah mulai bekerja kembali walaupun masih menggunakan tongkat bantu untuk berjalan dan luka di dada nya yang masih ditahap pemulihan. Walaupun hari-hari sudah berjalan normal seperti biasa tapi Langit masih dengan parno nya dengan keadaan sekitar dirinya.
"Bro? perlu bantuan gak?" tanya Arlan yang melihat Langit terlihat kesusahan menaiki tangga di kantor.
"Hahaha, gak usah bro. Ini juga harus membiasakan biar cepet sembuh nih kaki" ujar Langit tertawa kecil.
"Apa kau yakin?" tanya Arlan yang gak yakin melihat Langit yang masih kesulitan dan langsung membantunya.
"Hehe, Thanks bro"
"Santai aja"
Gladys yang melihat Langit berkata "Bos? kok udah masuk kerja aja?"
"Iyaa gak mungkin saya libur terus kan" ujar Langit.
"Itu aja masih pincang-pincang"
"Ini kan udah ada tongkat jalan, udah lan thank you yaa" ujar Langit.
"Yoi bre, hati-hati" jawab Arlan.
"Ngapain kamu di sini?" tanya Irene yang baru saja tiba menaiki tangga.
Gladys berbisik ke Arlan "Sebaiknya kita pergi duluan aja yuk" sambil menarik tangan Arlan untuk ke ruangan mereka.
"Kerja lah?" tanya heran Langit.
"Keadaanmu emangnya udah sembuh total?" tanya Irene mendekat.
"Belum, tapi masa iya aku libur terus, atasan juga gak akan membolehkan" ujar Langit.
"Hmm"
"Jangan sinis gitu dong, tenang aja aku gak papa" ujar Langit.
"Kamu ke sini naik apa?" tanya Irene.
"Biasa lah"
"Dasar, pokoknya pulang ini tunggu aku di parkiran. Jangan kamu nekad pulang keadaan mu begini naik bus"
"I-iyaa" jawab Langit.
Irene langsung pergi ke ruangannya meninggalkannya, Langit tersenyum kecil sambil melanjutkan jalannya.
-------
Di Panti Asuhan.
"Bener kan bantuan hari ini datang?" tanya Laut yang memegang dokumen-dokumen bantuan untuk panti asuhan.
"Iyaa, tunggu aja" ujar Jayden.
"Lama banget ya, katanya jam 11 udah di tempat"
"Iyaa sabar atuh, mungkin ada sedikit halangan di jalan. Btw Langit udah mulai kerja kah?" ujar Jayden.
"Iyaa, walaupun aku udah memaksa dia gak untuk berangkat ke kantor dia tetap maksa, yaudah aku gak bisa melarang juga"
"Hmm begitu ya"
"Kak! Kak!" panggil Keith ke Jayden.
"Kenapa Keith?"
"Dipanggil ibu Olin" ujar Keith.
"Iyaa, segera kesana nanti, terima kasih ya Keith"
"Udah sana, ngapain masih di sini. Dipanggil ibu itu segera datang" ujar Laut.
"Gimana keadaan mu?, udah membaik?" tanya Jayden sambil tersenyum menatapnya.
"Hmm, iya sudah. Semenjak Langit juga keluar dari rumah sakit, aku juga seperti lumayan membaik"
"Syukurlah, yaudah kalau begitu aku ke dalam dulu" ujar Jayden.
"Iyaa"
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya kiriman bantuan untuk panti pun datang, Laut dan Jayden pun mengurusnya. Setelah menerima dan membereskan beberapa barang, ada seseorang perempuan anggun datang menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romansa#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
