Another "Secret"

10 2 0
                                        

Kalian tau apa yang aku pikirkan ketika pertama kali tiba di dunia ini?, aku terasa nyaman dan sangat kangen dengan keadaan bumi seindah ini, serasa rasa bukannya hanya Langit tujuan ku kesini tetapi ingin menetap di dunia ini selamanya sampai akhir hayat ku bersama Langit, apakah bisa?

Untuk mewujudkan itu sepertinya mustahil, karena masih ada rahasia yang aku tutupi dari Langit, entah bagaimana caranya untuk memberi tahu dirinya dan waktu yang tepat itu kapan, jujur ini yang terberat dari yang lalu.

*Tarik nafas "Hufttt, oke mulai hari baru dan semoga hari ini lebih baik dari hari sebelumnya"

Beberapa pekerjaan datang kepada ku, banyak yang minat dengan hasil gambar diriku dan syukurlah aku bisa berkembang dan bisa membantu Langit juga, dia sudah memberikan ku device dan alat alat untuk ku menggambar jadi aku ingin membalasnya dan aku pun sudah full tinggal di rumah Langit, setidaknya aku bisa memberikan feedback yang baik kepada dirinya sebelum nanti dimana dia tau kebenarannya, apakah dia tetap mau dengan diriku.

Kenapa bicara ku seperti ini?, aku hanya khawatir jika dia tau kebenarannya dia akan kecewa dan meninggalkan ku, walaupun aku tau itu pasti berat bagi nya dan bagi ku juga tetapi masa depan dia lebih penting dari pada mementingkan aku yang memang tidak seharusnya ada di dunia ini.

Ketika dua doppelganger bertemu dan saling bercinta, hingga menikah pun mereka tidak akan bisa memiliki keturunan, karena itu lah mau sampai kapan pun kami bersama tidak akan memiliki keturunan. Aku tidak bisa memaksa dirinya untuk selalu bersama ku tetapi melihatnya bahagia aku juga akan pasti bahagia.

"Hei, lagi gambar apa itu? ada client?" tanya Langit yang sedang bersiap-siap.

"Ada, tapi ini aku iseng aja gambar rubah" jawab Laut tersenyum.

"Oiyaa, maaf ya hari ini aku telat pulang mungkin, itu si bos biasa lah bikin pusing dah minta ini itu, kerjaan tambahan"

"Eum... oke deh.." jawab Laut pout bersedih.

"Udah jangan sedih, nanti aku beliin kebab pas pulang, oke?" ujar Langit mengecup keningnya.

Laut mengangguk tersenyum kecil.

"Yaudah aku berangkat dulu ya"

"Hati hati"

Sialnya diriku saat sedang ramai-ramainya client, stylus pen ku error dan terpaksa aku harus membeli yang baru dan keburu Langit sudah berangkat, akhirnya aku memutuskan untuk mencarinya sendiri.

Lumayan jauh aku pergi ke toko nya, perlu menaiki 3 kali bus. Saat setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan dan ingin segera pulang, tanpa diduga-duga Jaiden muncul menghampiri ku dengan mengendarai motor miliknya dan bertanya "Hei, abis beli apa itu?"

"Kau lagi?, kau membuntuti ku ya?" tanya ku yang over thinking, kenapa dia bisa menemui ku di sini.

"Tidak, kebetulan aja aku melihat mu jadi aku samperin deh, mau kemana?" tanya dirinya lagi yang membuat ku agak sedikit risih.

"Mau pulang, permisi" jawabku singkat dan meninggalkan dia di tempat, sepertinya usahaku sia-sia, dia tetap kekeh untuk menghentikan diriku "Hei hei tunggu dulu" ucap dia berusaha menghentikan ku.

Aku hanya acuh dan tetap berjalan menuju halte bus dengan secepatnya, tidak tau apa yang dia pikirkan, dia menyela dan menghadang ku menggunakan motornya, sontak aku berkata "Awas sih, ganggu aja orang mau lewat, bisa aja nih saya teriak minta tolong"

Dengan khawatir dan kaget dia berkata "TUNGGU DULU ETDAH, aku mau menawari pulang bareng, kebetulan aku mau pulang juga arah kita pulang kan sama"

Menghela nafas dengan wajah yang tidak tau bagaimana lagi aku mengekpresikan kerusuhan ini, dari pada ini terus berlanjut aku memutuskan mengikuti kemauannya "hm yaudah" jawab ku dengan terpaksa.

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang