A Long Time Ago

9 1 0
                                        

Dengan keadaan berantakan dan kelelahan "H-hai aku Laut, salam kenal ya" ujar Laut yang masih dini dengan apa yang dikenalnya dengan multiverse.

"Hahaha, agak aneh ya kita berbicara seperti layaknya kenalan, padahal kita satu orang juga kan"

"Iyaa ya, hehe" ujar Laut tertawa kecil.

"Gapapa jangan canggung gitu dong, aku tau kamu masih pelan pelan menerima keadaan sekarang, perlu waktu untuk beradaptasi dengan ini semua, tenang saja kamu aman di sini bersama kami, Aku Laufey btw" ujar Laufey mengajak salaman.

"Laufey?" tanya Laut bingung dan sedikit terkejut.

"Iyaa, walaupun doppelganger kita kebanyakan laki-laki ya, si Langit , tapi rata rata semua doppelganger perempuan bernama Laut seperti kamu, entah bagaimana aku bisa bernama Laufey sendiri di antara kita" jawab Laufey.

"Aku tau jawabannya" ujar Laut tersenyum.

"Tau?"

"Iyaa, karena rambut kamu pirang keemasan kak" ujar Laut.

"Kenapa begitu?" tanya Laufey yang heran sambil melihat-lihat dan menyisiri rambutnya sendiri dengan tangan.

"Mama pernah bilang, kalau saja dulu aku terlahir dengan rambut pirang, aku bakal dikasih nama Laufey, nama itu diambil dari Laufey ibu dari Loki mitologi nordik, banyak yg menggambarkan kalau rambutnya itu pirang keemasan seperti rambut mama dan mama mau nama itu diturunkan ke anaknya jika rambutnya pirang dan kamu kak, persis banget dengan mama, aku seperti melihat mama ada di dirimu kak"

Hati Laufey tersentuh mendengar cerita itu, dengan mata yang berkaca-kaca Laufey tersenyum "Begitu ya, di dunia ku mama meninggal karena melahirkan aku dan ayah pun meninggal di saat usia ku 13 tahun, aku hanya bisa melihat wajah mama lewat foto aja"

"I'm sorry" ujar Laut yang ikut prihatin.

"It's okay, sepertinya emang diri kita di setiap dunia memiliki takdir yang lumayan tragis semuanya" ujar Laufey mengusap air mata nya.

"Terima kasih kak"

"Kenapa kamu terima kasih?" tanya Laufey bingung.

"Udah menyelamatkan aku" jawab Laut.

"Itu tugas ku. Ayo kamu harus bersih bersih dulu abis itu kita makan, kamu perlu makan"

Laut mengangguk dan tersenyum.

———————

Present.

"Hei, kamu yang makan puding sama kue aku ya???!!!" teriak Laut di dapur dengan melihat-lihat ke kulkas.

"Iyaaa, aku minta sendiri doang lohhhh" jawab Langit yang sedang duduk di depan tv.

"Apalah kamu mah kenapa dimakan" pout Laut mendatangi Langit dan duduk disampingnya membawa puding yang sudah terpotong sebelah.

"Ih pelitnya emang ini si cantik satu"

"Bukan pelit, tapi ini belum sempat aku foto kamu udah potong, kan udah ga jadi estetik lagi kan, nyebelin ihh kamu"

"Ya, astaga... aku kira mah.. Yaudah aku beliin lagi nanti yaa"

"Gamau, udah badmood, lagian ini aku bikin sendiri"

"Sumpah?, enak banget tau" ujar Langit.

"Eh?, masa.." reaksi Laut yang salah tingkah dipuji pudingnya enak.

"Kamu belajar dimana?" tanya Langit.

"Aku liat video tutorial, aku kira akan gagal"

"Pertama kali kah?"

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang