Ketika melihat Laut yang terbaring di kasur pingsan, Irene melihat jam travel milik Laut yang bersinar merah dan bertuliskan "Alert!!!, Bond"
Irene sontak berdiri dan berkata "Jaga dia Jayden" lalu pergi begitu saja.
"Hei kau main kemana?" tanya Jayden yang hiraukan.
Irene dengan terburu-buru menghidupkan motornya dan bergegas pergi kembali ke halte dekat kantor. Sampai di sana, melihat kerumunan membuat firasat dan mentalnya menjadi tidak nyaman dan tidak sanggup dengan apa yang ada di pikirannya saat ini.
Dia memarkirkan motornya di dekat situ
Dia menanyakan salah satu orang di sana, terdapat sebuah kecelakaan dan langsung memasuki keramaian, dia melihat bus yang terguling di depan cafe yang biasa mereka datangi. Semakin dalam Irene memasuki kerumunan, terdapat garis polisi dan petugas ambulan yang baru saja tiba di lokasi.
Dia melihat Langit yang penuh dengan darah yang tergeletak pinggir trotoar. Irene berteriak memanggilnya dan menerobos masuk garis polisi itu
"LANGIT!!!!" teriaknya berlari.
"HEI HEI!! DILARANG MELINTASI GARIS!!" teriak salah satu petugas di sana.
Mendekap erat tangan Langit yang penuh dengan darah, Irene dengan tangisannya memanggil-manggil nama Langit berkali-kali, sambil berusaha membantu menghentikan darah yang keluar dari luka yang ada di dadanya.
Beberapa petugas yang tadinya mengejar sontak terhenti dan disusul petugas ambulan yang tadi baru saja tiba langsung membantu untuk membawa segera Langit ke rumah sakit, segera Langit ingin dimasukan ke dalam ambulan.
"Apa kamu keluarganya?" tanya salah satu petugas penyelamat di sana ketika Langit ingin dimasukan ke ambulan.
Irene hanya diam dan bergumam dalam benaknya "Keluarga?" Tangan yang dari tadi menggenggam erat tangannya Langit, terlepas karena petugas tidak mengizinkan dia ikut ke dalam ambulan karena tidak menjawab pertanyaan dan dikarenakan terburu-buru.
Irene terdiam, ambulan nya pun berangkat, suara sirine nya lama kelamaan terdengar semakin menjauh, Irene masih melihat tangannya yang berlumuran darah Langit yang bercampur dengan air matanya yang terus-menerus menetes.
————
Dini hari 02.00 AM.
Dengan sayu-sayu Laut berusaha untuk membukanya matanya, melihat ke sekeliling ruangan terdapat Jayden yang tertidur dengan posisi duduk disamping dirinya.
Jayden terbangun karena pergerakan Laut.
"Kamu sudah bangun?!, syukurlah..." ujar Jayden yang tersenyum.
"LANGIT??!! BAGAIMANA DENGAN LANGIT??!" panik Laut yang teringat dengan apa yang dia rasakan, dia mengetahui apa yang terjadi ke dia itu karena dipicu oleh yang dirasakan juga oleh Langit.
"Hei hei sudah tidak papa, Langit sudah di rumah sakit, kamu tidak perlu khawatir, kamu harus banyak istirahat dulu" ujar Jayden.
"A-apa yang terjadi?, a-aku tidak pernah merasakan rasa sakit ini sebelumnya, aku harus segera ketemu Langit, ayoo cepat" ujarnya berusaha bangun dari tempat tidur walaupun badannya masih lesu.
Jayden melarangnya, karena tau tubuh Laut belum pulih sepenuhnya, "Hei, tunggu dulu. Kamu belum sanggup untuk berdiri, sudah jangan khawatir" ujar Jayden menuntun Laut untuk berbaring kembali.
"T-tapi... Langit..., aku ingin bertemu melihat keadaannya.." ucap kekeh Laut ingin bertemu.
"Tenang saja, dia gak papa"
"Kamu yakin?" tanya Laut yang khawatir.
"Iyaa, Gladys? yang mengabari ku" ujar Jayden.
"Bagaimana Gladys bisa menghubungi mu?" tanya bingung Laut.
"Jadi, kamu bisa merasakan apa yang dia rasakan ya?" tanya Jayden.
"Iya... itu salah satu efek samping doppelganger yang saling memiliki hubungan terlarang ini" jawab Laut yang memegang dadanya merenung.
"Aku kira kamu awalnya keracunan atau punya penyakit bawaan, aku panggil dokter ke sini, dokternya berkata dia tidak menemukan apa sebab pasti kamu jadi seperti ini, aku juga pun bingung. Hingga aku melihat jam tangan mu dan aku dikabari oleh temannya Irene, Gladys kalau gak salah ingat, dia datang ke sini dan memberitahu prihal Langit dan di situ aku baru sadar apa yang terjadi. Dia menyelamatkan seorang ibu dan anaknya saat ada bus rem blong yang akan menabrak mereka berdua, karena menyelamatkan mereka, dia yang tidak selamat, itu saja yang aku ketahui dari Irene"
Mendengar hal itu Laut menangis, perasaan dia sekarang campur aduk lagi dan lagi dia merasa diri dia lah yang bersalah sejak awal, kehadiran dirinya dari awal di dunia ini memang lah kesalahan, kekhawatiran, bersalah dan semua overthinking itu muncul dalam kepala Laut.
"Hei hei, sudah-sudah. Gak perlu nangis, dia sudah selamat kan, doakan saja semoga Langit bisa segera siuman, kamu istirahat saja ini masih dini hari, nanti kalau kamu sudah membaik lagi, kita akan besuk dia, jam segini rumah sakit masih belum menerima tamu" ucap Jayden.
Laut berusaha berhenti menangis dan mengangguk senyum.
"Oiya, ini ada sesuatu dari Keith, aku mau ambil makanan dulu, kamu belum makan dari semenjak pingsan tadi" ujar Jayden memberikan sebuah kotak.
Laut membukanya, terdapat sebuah kalung bertuliskan "Sea" dan terdapat sebuah surat kecil di dalamnya yang bertuliskan.
"Terima kasih Kak Laut, sudah hadir dalam kehidupan ku dan juga terutama bagi teman-teman ku di Panti Asuhan ini, aku sangat berterima-kasih ke kakak, aku berharap sih kakak tidak akan pergi kemana-mana ya, soalnya aku bakal sedih banget.
Oiyaa, kue nya enak banget tau kak, jadi pengen lagi. Soalnya abis tuh kue nya di makan teman-teman.
Cepet sembuh ya kak<3"
Laut tersentuh membacanya, dia merasa kehadirannya di sini bisa berarti dan ada manfaatnya bagi orang lain, setidaknya.
Jayden pun kembali membawakan makanan untuk dia makan. "Makan lah, kamu perlu energi"
"I-iyaa"
"Gimana keadaan mu? perasaanmu sekarang?" tanya Jayden.
"Lebih baik, efek ini sementara kok, ketika memang antar doppelganger saling terhubung batin dan perasaannya itu tidak selamanya, dipicu oleh sesuatu, aku tidak terbayangkan dan tak terduga juga kalau kecelakaan ini juga kami bisa saling terhubung, biasanya hanya rasa emosional saja" jelas Laut.
Jayden hanya mengangguk, dia hanya mengelus tangan Laut dan berkata "Kalau begitu teorinya, kamu bisa membuat Langit sembuh dengan cepat?, dengan cara kamu harus sembuh juga nih sekarang, rasa emosional itu akan saling terhubung dan saling menguatkan satu sama lain kan?, ya walaupun itu teori aku aja sih. Yaudah makan aja dulu" sambil mengarahkan makanan ke Laut.
Laut sontak kepikiran akan teori Jayden, mungkin ada benarnya juga.
—————
Di rumah sakit 07.26 AM.
Tut.. Tut... Tut... *Suara EKG detak jantung Langit.
Dengan keadaan yang masih lemas, masih terpasang alat bantu nafas. Langit yang mencoba membuka matanya untuk melihat ke sekeliling dengan sayu nya, dalam benaknya bertanya "Dimana ini?", dia kemungkinan melihat Irene yang tengah tertidur di samping dengan keadaan duduk dan menggenggam tangannya.
Terdapat Gladys juga yang sedang duduk di sisi lain ruangan yang sedang memainkan hp nya.
Karena tangannya digenggam oleh Irene, Langit pun menggenggam balik tangannya, dengan keadaan yang masih lemah belum sanggup untuk sadar 100 persen, Langit tersenyum dan kembali terlelap.
.
.
.
.
.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romantiek#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
