Pertemuan kedua

24 7 0
                                        

Hari senin dimana biasanya Langit berkunjung ke perpustakan kota, untuk memenuhi tugas UASnya "Kalo bukan karena tugas, aku tidak akan kesini" ujarnya yang baru saja keluar dari perpustakaan itu. Langit pergi ke seberang jalan dimana di sana terdapat toko buku dan komik, Dia hendak membeli seri baru komik favoritnya yang sudah rilis pada hari ini.

"Waduh, ramai sekali" ujarnya setelah melihat tokonya ramai yang baru saja keluar membawa komik yang Ia inginkan. "Aduhh, jangan sampai habis ini" Ia bergegas langsung ke dalam toko dan ke bagian rak komik tersebut. Dan ternyata sudah habis tak tersisa menghela nafas dengan menggaruk kepalanya. "Yah udah habis??? sialll". Langit bertanya pada salah satu pegawai di toko itu "Maaf kak, komik The Flash issue terbaru sudah habis ya???".

"Iyaa kak, maaf sudah habis terjual, minggu depan akan datang lagi" jawabnya.

"Yaahhh astagaaa, yaudah makasih ya kak" ujar kecewa Langit dan langsung pergi dari toko. Seseorang wanita dari sisi lain rak, mendengar percakapan itu dan melihat Langit yang keluar dari toko tersebut.

Langit pergi ke taman depan perpustakaan dan duduk kursi di tepi taman itu. Masih dengan perasaannya yang kesal tiba-tiba seseorang wanita yang memakai masker menghampirinya dan menyodorkan sebuah es krim ke hadapannya. "WTF?" benaknya Langit heran dan sedikit kaget. wanita ini datang menyodorkannya es krim.

"Maaf ini buatku?" tanya Langit. Wanita itu hanya mengangguk dan Langitnya mengambil es krim tersebut dan berterima kasih "Terima kasih".

Wanita itu duduk disamping Langit dan memakan es krim miliknya, Langit melihatnya heran dan sedikit curiga dengannya dan ragu untuk memakan es krimnya. "MAAF SEBELUMNYA, kamu siapa yaa?" tanya Langit menghadap wanita tersebut dan baru menyadari kalau pakaian yang mereka kenakan itu sama dan makin heran Langit melihatnya.

Wanita itu melepas full maskernya dan berkata "Bukannya kamu sudah mengetahuinya?". Langit kaget saat melihat wajahnya "Ini kan cewe yang kemarin di bus" ujar Langit dalam benaknya. "Oh i-iyaa, Laut kan ya?" tanya Langit. 

"Iyaa benar" jawab Laut.

"Bagaimana kau bisa menemui ku disini?" tanya Langit.

"Aku tadi melihat mu di toko buku itu dan aku mengikuti mu" jawab Laut sambil memakan es krimnya.

"Kamu mengingat wajahku?" tanya Langit.

"Iyaa, kamu aja mengingat wajahku kan?" jawab Laut tersenyum.

"Eh iyaa" Langit tersenyum malu dan memakan es krimnya.

"Kau juga ganteng kok Langit" ucap Laut tiba tiba.

"Hah??, apa? eh? maksudnya? kok tau nama ku?" bingung Langit dengan yang diucapkan Laut dan sedikit salah tingkah.

"Di bus kemaren aku mendengar kamu membicarakan ku Dia sangat cantik, iya kan? soalnya hanya kita berdua yang berada di dalam bus tersebut" 

"Anuu, i-iyaa hehe" jawab Langit dengan wajah yang canggung dan malu.

"Dan nama mu, aku melihatnya di nametag mu ini, Gezha D'Langit" ujarnya Laut sambil menunjuk ke arah nametag Langit.

Langit hanya tersenyum mengangguk sambil melanjutkan memakan eskrimnya, dia masih merasa aneh, canggung dan tidak berekspektasi akan bertemu wanita ini lagi dalam hidupnya.

"Ini, ku pinjam kan" ujar Laut menyodorkannya komik The Flash terbaru yang sudah habis ditoko tadi.

"WOAHH???, KAU MENDAPATKANNYA??" excited Langit serta kaget.

"Iyaa"

"Ini kamu udah membacanya?" tanya Langit sambil melihat lihat bukunya.

"Iyaa aku sudah membaca sampai habis tadi di toko, kamu boleh meminjamnya" ujar Langit.

"TERIMA KASIH BANYAK LAUT" ucap Langit sambil menundukan kepala.

"Iyaa sama sama, udah naikan kepala mu jangan seperti itu"

Laut melihat wajah Langit penuh dengan senyuman dan kegembiraan dengan masih memeluk komik itu erat erat.

"Ini sudah mau malam, lebih baik kita pulang? kita searahkan bus nya?" ajak Laut melihat keadaan sekitar.

"Eh iyaa yaa, ayo kita tunggu bus di halte"

Mereke berdua menunggu dan menaiki bus bersama dan saling cerita satu sama lain, hingga sampai lah di pemberhentian tempat Laut turun.

"Sampai jumpa besok Langit"


Wanita cantik itu tiba-tiba datang di kehidupan Langit, disertai keheranan mengapa mereka memiliki beberapa kesamaan yang menurut Langit itu bukan hanya kebetulan dan apa yang sebenarnya terjadi.

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang