Keesokan harinya, hari berjalan seperti biasanya, Langit ke kantornya dan Laut di rumah melakukan pekerjaannya. Ketika Langit di kantor dia menyadari bahwa Irene tidak datang bekerja hari itu, dia bertanya-tanya kemana dia, setelah hal hal kemarin terjadi.
"Gladys, Irene kemana ya? dia gak masuk kerja? aku chat dia tidak balas" tanya Langit ke Gladys yang kebetulan lewat dekatnya.
"Tidak tau, tidak ada kabar" jawab Gladys.
"Kau tau alamat tempat tinggalnya?"
"Tau, nanti aku shareloc kalau kamu mau" jawab Gladys.
"Boleh boleh"
Sepulangnya kerja karena tidak lembur, Langit pun memutuskan untuk menaiki bus menuju alamat rumah Irene yang di-share oleh Gladys.
Dering telepon menelpon Laut.
"Laut, maaf ya aku pulang telat lagi hari ini ada beberapa urusan yang aku harus urus, gapapa kan? nanti aku belikan kebab"
"Iyaa gapapa, semangat yaa, hati hati di jalan nanti"
"I love you"
"I love you more"
*Telpon selesai
Beberapa saat kemudian, sampailah Langit di daerah dekat alamat yang diberikan Gladys, Ia pun mengikuti arahan dari aplikasi dan menuju sebuah rumah yang terlihat seperti ada kegiatan besar yang baru saja bubar.
Langit pun bertanya ke salah satu orang yang masih ada berada di sana. "Maaf bu, permisi apakah benar ini rumah Irene?"
"Benar, ada apa ya? kamu siapa?" tanya ibu-ibu itu balik.
"Saya temannya Bu, dia tidak ada kabar dari tadi malam dan tidak masuk kerja juga, saya inisiatif untuk mencari nya" ujar Langit.
"Oh iya, maaf nak ini Irene nya sedang berduka, ibu nya baru saja meninggal pagi hari tadi karena penyakitnya, baru aja dikuburkan jenasahnya, dia juga masih ada di makam tadi" jawab ibu itu.
Langit seketika shock dan sedikit gemetar setelah mendengar apa yang dia dengar. "M-maaf Bu, makam nya ada di mana ya?" tanya Langit dengan keadaan panik.
"Kamu ke arah sana aja nanti belok ke kiri, dekat kok nanti keliatan"
"Baik Bu, terima kasih" ujar Langit langsung berlari menuju arah yang di tunjuk oleh ibu itu.
Sampailah di makamnya dan Langit mencari sekeliling makam dan akhirnya melihat Irene yang sedang duduk rapuh di sebelah makam ibu nya. Ia pun mendekatinya perlahan.
"Pergilah, sudah ku bilang aku mau sendiri" ucap Irene yang sedang menangis.
"Irene.." ucap Langit sambil memegang pundaknya.
Irene menoleh ke arah Langit dengan keadaan kaget "Sedang apa kau di sini???" tanya Irene sambil mengusap-usap air matanya.
"Aku khawatir denganmu" jawab Langit.
"Tidak perlu khawatir dengan aku" jawab Irene masih dengan tatapan kosongnya ke makam ibunya.
"Ayo pulang, sudah mau malam tidak baik di sini terus" ajak Langit.
"Tidak ada orang yang peduli dengan aku lagi di rumah, satu satunya orang itu sudah kubur di sini" ujar Irene meneteskan air matanya kembali.
"Hei tidak boleh berbicara seperti itu, ada aku di sini yang masih peduli denganmu"
"Bullshit" ucap Irene.
"Si anjir" ucap Langit dalam benaknya.
"Untuk apa aku jauh jauh datang kemari kalau aku bukan peduli denganmu? menagih hutang? tidak mungkin kan" ujar Langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romance#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
