Irene yang pergi ternyata tidak langsung pulang ke rumahnya, dia berhenti di tepi jalan di dekat minimarket. Dia memarkirkan motornya lalu turun menuju minimarket tersebut, membeli susu untuk dirinya, karena susu selalu dia minum di saat perasaan dia sedang tidak nyaman bahkan keadaan sedih.
Tapi
Di saat dia duduk di depan minimarket tersebut dia berpikir "Aish, kalau aku berlagak ngambek begini, berati aku ketahuan kalau suka sama dia" ujar dia dengan gengsinya.
"Kenapa aku bersikap seperti ini ya, tidak seharusnya aku bersikap begini dan meninggalkannya di sana, apa yang aku lakukan, aku terlihat bodoh dan keliatan banget aku ada perasaan ke dia"
Irene pun mengirim pesan ke Gladys untuk meminta nomor telepon Laut, dia berniat untuk menghubungi Laut dan menanyakannya langsung ke Laut.
Dua hari setelah mereka berdua menyatakan kejujuran kepada Jayden dan Irene.
Melihat Laut yang sedang duduk sendirian di depan rumah sambil menggambar sesuatu, Langit menghampirinya dan menegurnya.
"Hei, lagi gambar apa?" tanya Langit yang melihat gambarannya.
"Gambar rumah ku"
"Rumah mu?"
"I mean, rumah ku yang dulu di dunia ku, kira-kira seperti ini" jelas Laut sambil memperlihatkan ke Langit.
"Bagus banget"
"Terima kasih, walaupun tidak sebagus aslinya" ujar Laut.
Langit tersenyum dan pat pat kepala Laut.
"Anu, Langit. Seperti yang aku ceritakan kemarin, dunia yang lain sudah tidak ada lagi, layaknya seperti mereka hilang begitu saja, apa itu gara gara aku ya?" ujar Laut yang terlihat merasa bersalah.
"Kamu? apa salah kamu? kamu tidak melakukan apa apa kan?" tanya Langit duduk di sampingnya.
"Aku kan memaksakan untuk tinggal di dunia ini dan bertemu kamu, hidup bersama kamu yang seharusnya tidak bersama"
"Sutt, kita sudah bahas ini, gak usah dibahas lagi"
"Aku rasa, mereka. Makhluk dimensi lain itu yang menghilangkan dunia-dunia itu"
"Jadi?"
"Kita tidak tau apa yang akan kita hadapi kedepannya, Langit. Aku memiliki firasat yang buruk kedepannya" ujar Laut dengan nada yang sedikit khawatir.
"Apapun itu, kita hadapi bersama" ujar Langit.
"Bersama ya?, kau tau itu tidak mungkin bisa kita lakukan selamanya kan"
Langit terdiam mendengar kata-kata itu.
"Walaupun mungkin itu yang terbaik buat kita, yang terbaik buat kamu, aku akan hadapi apapun itu yang mungkin menghukum ku di depan sana" ujar Laut.
Belum sempat Langit berkata-kata, Laut berkata "Oiya aku ada janji jam 11 nanti, aku mau siap-siap dulu" lalu dia pun masuk ke dalam rumah.
"I-iya oke"
Ditengah keheningan dan kebingungan Langit tadi karena Laut, tiba-tiba Gladys datang bersama dengan Zee.
"HEI HEI BOSS-!!" ucap Gladys melambaikan tangannya di luar pagar rumah, tepat di sampingnya ada Zee.
"What?" kaget Langit mengerutkan keningnya keheranan.
Langit pun membukakan pintu pagar dan membiarkan mereka masuk.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Langit.
"Biasalah.." ucap Gladys tapi terhenti.
"Aku gak nanya kamu, tapi dia" ujar Langit melihat tajam curiga ke Zee.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romans#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
