Different Perspectives, Different Views

5 1 0
                                        

"LANGIT TUNGGU AKU-!!!" teriak seorang perempuan dari belakangku.

"Yaampun astaga, Irene. Gausah teriak juga" jawabku yang berhenti berjalan.

"Lagian cepet banget jalan, aku juga mau beli makan, ikut"

Dia Irene, anak baru di kantor tempat ku bekerja, dia orang yang berbakat, dia pernah bekerja di luar negeri dan kembali ke sini, kenapa dia kembali? aku juga tidak tau karena aku malas bertanya. Tapi dia orangnya asik, cantik, anggun dan aku lumayan beruntung bertemu dan berteman dengannya.

"Aku mau makan di Soraya, lumayan jauh loh beneran mau ikut?"

"Iyaa" dia mengangguk.

Aku pun lanjut berjalan dan dia berjalan disampingku, ditengah perjalanan dia bertanya "Kenapa harus di Soraya?" aku jawab "Iyaa karena banyak promo spesial di sana"

"Promo Hunter yaa"

"Iyaa, kenapa kamu ikut aku? kan ada Gladys sama Reya"

"Karena aku mau ikutnya kamu, gapapa kan?" tanyanya tersenyum memasang wajah menggemaskan ke arah wajahku.

Shitttt "I-iyaa gapapa, suka suka kamu" jawab ku dengan heran dan terkejut.

Sesampainya di tempat makan, kami mencari meja kosong dan duduk serta memesang makanan, berbincang bincang sejenak sebelum makanan akhirnya datang. Di tengah mau ke akhir kami mau menghabiskan makanan aku bertanya kepadanya.

"Sudah 4 bulan sejak kamu kerja di sini, apa aja yang kamu rasakan?" tanyaku kepada Irene.

"Hmm, senang senang aja sih, walaupun bos nya lebih ngeselin di sini dari pada tempat dulu aku bekerja, tapi gapapa di sini ada kamu" jawabnya tersenyum sambil mengunyah makanannya.

Aku hanya mengerutkan dahi ku sambil tersenyum canggung sambil berpikir ini anak kenapa dah, dan aku pun melanjutkan untuk menghabiskan makananku. Tiba tiba ada salah satu pelayan menghampiri kami dan menawarkan sesuatu.

"Halo kakak-kakak, maaf sebelumnya mengganggu kalian makan, kami mau menawarkan game nih kak untuk pasangan couple, kalau menang bisa dapet es krim satu ember spesial itu, gimana kak??"

"Eh eh, maaf kami bukan pasa..." ujar diriku yang hampir tersedak.

"Boleh boleh, challenge nya ngapain???" ujar Irene menyela pembicaraan.

"Heh.." aku menegur dan ngode Irene, berharap dia berhenti akan tindakannya.

Dia hanya membalas dengan senyuman yang mencurigakan.

"Oke kak, jadi challenge nya kalian berdua harus memindahkan kueh kueh yang ada di piring di sini ke sana" Pelayan itu menunjuk ke arah sisi lain restoran.

"Itu doang?" tanyaku sepele.

"Tapi tantangannya kalian harus diikat bersama dan bekerja sama untuk berhasil menaruh kueh itu tanpa terjatuh melewati rintangan-rintangan yang kami berikan"

"OKEE AYOO" Sontak tanpa aba-aba dan persetujuan dari ku, Irene menarik tanganku untuk berdiri.

Aku berbisik, "Apa yang kau lakukan???!"

"Udah, ayo sekali sekali kita hiburan" ujarnya sambil menyuruh pelayan itu mengikat kami berdua.

Dengan keadaan memeluk sesama, seperti sedang berdansa, satu tangan bergenggaman dan masing-masing tangan kami di pinggang kami masing-masing. Kami harus menyelaraskan gerakan untuk bisa memindahkan potongan kueh itu.

Sungguh aku merasa canggung, di depan ku tepat sekali wajah Irene, kami saling menatap dan canggung bersama, belum pernah sekali pun kami sedekat ini, apalagi pelukan. Walaupun begitu, dia tetap dengan excited nya untuk memenangkan challenge ini.

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang