Besoknya
Sore hari di saat jam pulang kantor dan jam pulangnya Keith. Langit yang baru saja keluar dan menghampiri Irene yang lagi bersiap-siap memakai helm. "Eh Irene, tunggu-!".
"Ada apa?" tanya Irene tidak jadi memakai helmnya.
"Ikut aku yuk" ajak Langit.
"Kemana? aku harus ikut si Gladys dan Arlan buat nulis skrip, persiapan untuk buat video klien iklan besok" ujar Irene.
"Hmm iya ya, tapi ini bentar aja setidaknya kamu bisa hadir aja"
"Iya.. kemana, Langit???" tanya lagi Irene greget.
"Ke Panti Asuhan, Laut mau kasih kejutan untuk Keith yang telah lolos kemarin dan merayakan kecil-kecilan aja gitu, biar aku yang ngomong ke Gladys dan Arlan"
"Hm, oke deh, demi anak gemes itu" ujar Irene.
"Sipp, bagus deh. Sekarang tinggal nunggu Keith pulang aja dari tempat les nya dan karena aku gak bawa motor, kamu duluan aja nanti sama dia anterin ya"
"Kamu ketika lagi ada urgent gini malah gak bawa motor" ujar Irene.
"Iya aku kira kamu hari ini gak bawa juga, niatnya bareng aja kan naik bus bertiga"
"Aku kan ada rencana buat ke rumah Gladys buat iklan besok itu tadi" ujar Irene.
"Hehe iya ya"
"Yaudah, kita tunggu aja di halte ini?"
"Iyaa kita tunggu aja dia di sana"
Mereka berdua pun duduk di halte dan menunggu Keith di situ, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Keith datang dari kejauhan.
Keith yang melihat dari kejauhan Langit dan Irene yang sedang di halte, dia pun berlari gembira memeluk Irene dan di sambut hangat oleh Irene dengan memeluknya kembali.
"HALO KAKAKK IRENE, KAKAK LANGIT"
"Halo gemes, gimana les nya?" tanya Irene mengusap-usap kepalanya.
"Baik kak, btw kakak-kakak nih lagi ngapain di halte ini?, nunggu bus juga?" tanya Keith dengan polos.
"Ini kak Irene mau main-main ke Panti Asuhan, jadi sekalian deh nunggu kamu kan" ujar Langit.
"Begitu kah?? ihh ayo kak ayoo" ujar Keith semangat mengayun-ayunkan tangan Irene.
"Iyaa iyaa sabar, itu motor kakak, kita naik itu" ujar Irene tersenyum.
"Wahhhhh ini motor kakak??? keren banget!!!, kok bisa sih kakak bawa motor gede ini" ujar Keith yang mendekati dan melihat motornya Irene.
Langit yang tersenyum dan bahagia melihat interaksi mereka tiba-tiba merasa tidak nyaman, feeling buruknya kembali, melihat ke sekeliling dan mendekat ke arah mereka berdua untuk berjaga-jaga. Tapi tidak terlihat apa-apa, hanya kota biasa yang ramai dengan jam pulang.
Melihat tingkah aneh Langit, Irene pun menghampiri dan berbisik ke Langit agar tidak diketahui Keith "Ada apa?" tanya nya.
"Sebaiknya kalian segera berangkat aja, cepat" ujar Langit dengan tetap waspada.
"Ada apa?" tanya Irene yang bingung.
"Kamu kemarin bilang, mau membantu ku bagaimana pun caranya kan?, sekarang lebih baik kalian duluan saja, bawa dia pergi"
Irene yang mendengarnya langsung paham apa yang dikatakan oleh Langit, walaupun tidak tau secara detailnya apa, yang penting dia paham konteksnya.
Dengan berpura-pura tenang, Irene mengajak Keith untuk segera berangkat.
"Okeyy, ayo kita berangkat" ujar Irene menaiki motornya dan Keith naik juga.
"Asikkk, kak Langit gak ikut?" tanya Keith yang sedang memeluk Irene dari belakang.
Langit tersenyum dan mengusap kepalanya "Nanti kakak nyusul, naik bus. Gak mungkin kan kita boti? haha" ujar Langit bercanda.
"Hehe, iyaa yaa, oke kak"
Irene menatap Langit sebelum berangkat "Hati-hati ya".
"Always..."
Mereka berdua pun berangkat dan pergi meninggalkan Langit di tempat. Langit yang masih dengan keadaan waspada tetap berjaga-jaga melihat ke sekelilingnya, tetapi tetap saja dia tidak melihat apapun yang mencurigakan di pandangannya. Dia duduk di kursi halte dan menunggu bus tiba.
Setelah beberapa menit menunggu dan hari mulai gelap, di tengah kewaspadaan itu Langit melihat anak kecil lucu yang bersama ibu nya yang sedang berjalan dan berbincang-bincang. Melihat itu Langit tersenyum sedikit dan secara perlahan kewaspadaan itu hilang.
Dengan sedikit kelegaan dia melihat bus akhirnya datang, tetapi dia merasakan aneh, kenapa perasaan bus nya jalan begitu cepat dan tidak melambat. Langit langsung tersadar kalau bus itu tidak akan berhenti dan akan terus berjalan menuju anak dan ibu tadi. Orang-orang disekitar juga sudah histeris melihat bus itu yang terlihat seperti rem blong, Langit sontak tanpa berpikir panjang berlari berusaha menyelamatkan Ibu yang sedang menggendong anaknya itu.
"Awas-!!!" teriak Langit berlari ke arah mereka berdua, tetapi tidak sempat secepatnya menarik mereka.
Tanpa berpikir keselamatan dia, Langit langsung mendorong mereka berdua untuk terhindar dari tabrakan itu tetapi tidak bagi dirinya, Langit melihat ke arah bus dan pasrah tidak sempat untuk menghindar lagi.
BRAK!!
CRANG!!
Suara tertabrak dan kaca pecah.
—————
Di Panti Asuhan.
Irene dan Keith pun tiba, mereka berdua masuk ke dalam dan disambut oleh anak-anak panti, pengurus serta Laut dan Jayden. Laut yang melihat mereka datang hanya berdua pun sedikit bingung dan bertanya-tanya dalam benaknya, tetapi untuk tidak merusak suasana Laut tetap fokus kepada Keithvara.
Di tengah perayaan itu, Irene yang sedikit khawatir pergi menjauh sendiri dan bertanya-tanya sambil mengecek handphone nya, kenapa Langit tidak sampai-sampai dan hari juga mulai gelap.
Laut yang melihatnya pun, menghampirinya "Dia belum datang-datang ya, kemana dia?" tanya Laut.
"A-aku tidak tau, dia tadi bilang akan menyusul dengan bus, hanya saja kok tidak datang-datang ya"
Mendengar itu Laut berusaha untuk berpikir positif dan mencoba menghibur, walaupun diri dia juga khawatir.
"Yaudah, makan dulu aja. Coba kue buatan aku" ujar Laut mengajak tersenyum.
Jayden yang ikut mendekat pun tidak sengaja mendengarkan hal tadi, dia hanya diam dan tidak beraksi. Di saat Irene kembali ke dalam, Jayden menghampiri Laut.
"Tenang aja, oke?" ujar Jayden yang mengetahui kalau Laut sedang khawatir.
Laut berusaha tersenyum dalam kekhawatiran nya.
Secara tiba-tiba Laut terjatuh dan ditangkap oleh Jayden. "Hey ada apa?, kamu kenapa Laut!??" tanya Jayden panik.
Mendengar kebisingan itu, Irene yang berada di dalam langsung keluar dan melihat keadaan Laut yang terjatuh di pelukan Jayden.
Laut tidak bisa menjawab pertanyaan Jayden, dia tiba-tiba merasa sesak nafas dan tidak sanggup berdiri, hingga tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, dia berusaha untuk tetap bertahan untuk tidak pingsan.
"Kenapa dia??!!" tanya Irene ikut panik.
"Aku tidak tau, tiba-tiba dia terjatuh"
Di tengah usahanya untuk tidak pingsan dan merasakan semua rasa sakit yang tiba-tiba ini, dia berusaha untuk berbicara ke Jayden dan Irene, "L-La.. Langit..." ucapnya dengan sekuat yang dia bisa dan karena sudah tidak kuat lagi dia pun pingsan dengan tiba-tiba Laut memuntahkan darah dari mulutnya.
Dengan paniknya, Jayden membawanya ke dalam dengan dibantu oleh Irene. Suasana perayaan itu yang tadinya ceria dan bahagia, jadi berbalik seketika.
.
.
.
.
.
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romantik#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
