Being Honest is a Good Thing, Even if it Hurts

6 1 3
                                        

"Hai"

"Kenapa?" jawab Irene dengan sikap dinginnya.

"Kamu marah sama aku kah?" tanya Langit kaget melihat ekspresi Irene.

"Engga, lagi gak mood aja aku hari ini. Kenapa? ada perlu apa?" tanya jutek Irene.

"Gak ada sih, aku cuma mau ngajak kamu ngobrol?" jawab Langit senyum.

"Aku lagi banyak kerjaan, mending kamu kerjain kerjaan mu itu" ujar Irene.

"Hmm, okelah" ucap Langit berbalik badan ingin kembali ke ruangannya.

Irene meliriknya menghela nafas dengan melawan gengsinya "Jam pulang, seperti biasa di kafe"

"Hah? eh?"

"Kamu mau ngobrol kan katanya?, pulang nanti kita ngobrol" jelas lagi oleh Irene.

"Ahh okee, siap" ujar Langit tersenyum gembira lalu pergi.

Pertanyaan "kenapa" dari mulut Langit hanyalah basa-basi belaka, yang di mana dia pun tau kenapa Irene bersifat dingin ke dia, seperti biasanya, kepekaannya kadang muncul dan kadang tidak.

Sementara itu di sisi lain kota.

Laut sedang melamun sendirian di taman di depan toko buku dimana mereka berdua untuk kedua kalinya bertemu.

Sambil menggenggam erat jam travel miliknya yang dia kenakan lagi setelah sekian lama tidak dia pakai, bergumam sendiri di kursi taman, "Terlihat memang takdir semakin berupaya memisahkan kita berdua, tapi entah mengapa berat sekali untuk menerimanya, aku bingung dengan perasaanku ini, Jayden, Langit dan si Irene"

"Apakah harus seperti ini, apa ada konsekuensinya jikalau kami tetap memaksakan kami bersama?, andai kamu ada di sini kak Laufey"

Laut iseng untuk membuka akses untuk perjalanan antar dunia di Jam itu, tapi ada sesuatu yang aneh dengan apa yang di lihat.

"What??, dunia yang lain kemana?" tanya Laut yang heran, melihat display yang di tunjukan oleh jam itu hanya ada dunia Dia dan Langit berada saja dan dunia yang lain seperti hilang begitu saja. "Ini tidak mungkin, bagaimana bisa? Apa jangan jangan, mereka menghapus semua dunia kecuali dunia ini"

"I see, sepertinya aku tau jawaban, mengapa sekarang kami serasa seperti dipisahkan oleh takdir"

————

Dunia-dunia yang telah hilang dan hanya menyisakan satu dunia, yaitu dunia dimana Langit dan Laut berada sekarang, itu lah yang menyebabkan realitas ini menganggapnya Laut juga lahir di dunia ini, jadi alur waktu tertimpa dan memaksa mereka untuk berpisah, bahkan bisa saja alur waktu itu memisahkan mereka secara paksa jika mereka tetap pada pendiriannya untuk bersama-sama, karena seharusnya di satu dunia tidak boleh ada dua Doppelganger hidup di satu alur waktu yang sama.

————

"Hei, ngapain kamu sendirian di sini udah sore juga ini??" tanya Jayden yang kebetulan lewat dan menyapa Laut.

"Tumben kamu ada di sini?, ngapain?" tanya Laut.

"Aku melihat mu duduk di sini, aku abis dari toko buku itu, beli buku untuk si Keith, dia udah mau masuk kuliah, walaupun aku gak bisa membantu banyak, setidaknya aku bisa membantunya dengan membelikan buku ini untuk dia belajar dan mendapatkan beasiswa" jelas Jayden.

"Oiya, aku juga mau memberikan dia sesuatu untuk kelulusannya"

"Boleh aja"

"Btw, Jay"

"Iyaa? ada apa?" tanya Jayden.

"Janji ku.." jawab Laut.

"Owh?, ini sudah mau malam, sebaiknya besok lagi aja, yang ada aku dimarahin Langit, gak bawa kamu pulang segera"

DoppelgängerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang