Setelah jam pulang Langit menunggu Irene di parkiran kantornya dengan bersandar di motornya, Irene yang baru keluar melihat Langit yang lagi bersandar di motor seseorang dia pun berkomentar. "Ngapain kamu?, jangan nyender-nyender asal gitu, nanti motor orang lecet di salahin kau" ujar Irene.
"Hah? hahaha, ini motor aku, kocak" jawab Langit tertawa.
"Sumpah?? ini motor kamu? gila that's cool" ujar Irene kaget dan terkesima dengan motornya Langit.
"Yeah.."
"Tumben?? kok bawa motor?" tanya Irene.
"Gak tau, lagi mood aja. Sekalian panasin motor ini sekali-kali, gak pernah jalan ni motor"
"Sayang banget, motor sekeren ini tapi kamu selama ini jalan ke kantor, naik bus" ujar Irene.
"Dan, mana motor mu?" tanya Langit.
"Gak bawa, hehe"
"Tumben?"
"Lagi mood aja gak bawa, pengen jalan dan naik bus"
Tersenyum Langit mendengar ucapannya, "And, jadi gak?"
"Jadi, ayo. Naik motor kamu kan?" ujar Irene yang terlihat excited.
"Boleh"
Beberapa waktu kemudian, walaupun cuma beda 3 gedung dari kantor mereka pun naik motor dan seperti biasa ngobrol di cafe tempat favoritnya Langit, setelah memesan makanan dan beberapa minuman.
"Apa kabar Laut?" tanya Irene.
"Baik, mungkin dia lagi bersama Jayden sekarang di Panti, gak tau juga sih, soalnya akhir-akhir ini dia jarang ke Panti, biasanya setiap hari" jawab Langit sambil melirik Irene.
"Kenapa tatapan mu begitu?, biasa aja"
"Emang tatapan ku kenapaa?, biasa aja kok" jawab Langit tersenyum jadi canggung.
"Kau tau? aku tidak menyangka akan terseret sampai sejauh ini bahkan aku tidak menyangka akan hal ini awalnya" ucap Irene setiba-tiba itu.
Langit memasang wajah bingung dengan penuh pertanyaan.
"Tentang dirimu Langit, awalnya aku bertemu di saat aku baru saja pindah ke sini dan hari pertama masuk berkenalan secara langsung mengetahui kamu sebagai kepala bagian di kantor, di hari pertama itu lah aku tidak menyangka kamu tidak seperti yang lainnya, kamu selalu ceria dan selalu membuat karyawan yang lain semangat dan menularkan keceriaan itu. Seiring berjalannya waktu usaha ku mendekati kamu untuk menjadi teman, sukses sekali dan bahkan sepertinya itu melebihi apa yang aku ekspektasikan"
Dengan serius Langit mendengarkan apa yang Irene katakan.
"Apalagi, di saat kamu datang jauh-jauh ke rumah ku untuk menemuiku di saat ibu ku meninggal dunia, aku tau aku bisa bangkit sendiri di saat itu, hanya saja rasanya berat sekali, hingga kamu datang. Semua rasa berat itu seperti perlahan hilang begitu saja, momen itu membuat aku mengubah lagi pandangan ku terhadap dirimu, kita lebih dekat lagi dan banyak cerita yang kita lalui, hingga perasaan yang pertama kali kita bertemu berubah dari waktu ke waktu, hingga.. aku mengetahui apapun itu yang kalian takuti dengan masalah multiverse ini. I don't know how, but I've made a promise to Laut, jika kalian butuh bantuan, aku akan membantu, dan aku akan tetap ada di sisimu" ujar Irene yang telah melampiaskan isi hatinya.
"Wait.. kamu ketemu Laut?" tanya Langit.
"Iyaa, kamu yang nyuruh juga kan?" jawab Irene tersenyum.
"I-iyaa juga..."
"Iyaa kan, disaat itu lah dia memintaku untuk menjagamu, dan aku siap membantu jikalau itu diperlukan" ujar Irene.
"Kenapa?" tanya Langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doppelgänger
Romance#Reneverse Kisah remaja laki-laki yang bertemu perempuan cantik yang mirip dengannya seperti layaknya kembar namun yang berwujud perempuan itu bukanlah kembarannya ataupun saudara nya, jadi siapa kah dia? Disclaimer!! Ini adalah spin off dari "Me in...
