12

2.2K 139 0
                                        

"Haechan ini?"

"Ini adalah salinan nya Tuan Muda. Tetapi kita harus tetap mendapatkan yang asli."

Jaemin menatap kotak yang Haechan sebut kotak salinan dari kotak yang ia lupakan. Kotak yang ini penuh dengan debu, berbeda dengan kotak yang ia tinggal. Tetapi, ya wajar saja, kotak ini sepertinya sudah sangat lama berada di bawah tanah?

"Ini adalah kotak milik Kaisar, sudah sepuluh tahun saya simpan kotak ini di bawah sana. Kaisar yang meminta saya untuk menyimpan nya, dan memberikan pada anda setelah anda berumur dua puluh tahun."

Jaemin mengernyit bingung, dua puluh? Ia masih berusia 15 tahun sekarang.

"Tapi aku masih lima belas tahun, Kaisar tidak akan marah jika tau?" tanya Jaemin takut.

Haechan terdiam, menatap Jaemin lalu menarik lengan Jaemin agar mengikuti dirinya masuk ke dalam area pemandian.

"Ini semua adalah barang milik anda sewaktu kecil. Semua tersimpan dengan baik di dalam sini. Ada sebuah plakat di dalamnya, anda harus mengetahui plakat apa itu sendiri. Ingat," Haechan memegang pundak Jaemin. Menatap mata indah itu erat.

Jaemin meneguk ludah kasar, Haechan saat ini terlihat menyeramkan.

"Jangan sampai ada yang mengetahui hal ini, termasuk Kaisar. Anda bisa mencari plakat apa itu dari perpustakaan Istana."

Setelah Haechan memberikan penjelasan, ia segera melangkah pergi meninggalkan Jaemin yang sekarang tersenyum sinis. Menatap kotak di tangan nya dengan pandangan aneh.

"Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh mereka?"

"Semua ini terasa aneh, apalagi lukisan yang ada di dalam ruangan Kaisar. Lukisan wanita cantik yang entah kenapa mirip dengan ku."

Jaemin bergumam, mengangkat tangan nya untuk membuka tutup kotak.

Krittt

Kotak yang sudah sangat tua.

"Pakaian? Gelang? Tusuk rambut? Plakat...?"

Jaemin terkejut melihat apa yang ia temukan. Semua itu adalah miliknya? Sungguh?

"Na..." Jaemin tidak bisa melihat dengan jelas apa tulisan lanjutan dari plakat itu karena sudah mengabur setengah.

Mungkin karena ini hanya salinan nya saja, makanya tulisan nya menghilang. Jika itu plakat asli, pasti tulisan nya akan bertahan sampai ratusan tahun.

"Na? Kerajaan Na?"

Jaemin mengingat ia pernah mempelajari Kerajaan itu, Kerajaan yang kalah dalam peperangan dengan Kekaisaran Lee.

Kunon katanya, Kerajaan Na bisa menyaingi Kekaisaran Lee. Mulai dari kekayaan, dan lain nya. Namun, katanya Kerajaan Na dimusnahkan bukan karena mereka bisa menyaingi Kekaisaran Lee.

Hanya saja, ada yang bilang Kaisar Lee memerintah perang karena seorang 'wanita' di masa lalu yang membuatnya memiliki dendam pribadi.

Menurut sejarahnya juga, Kerajaan Na masih memiliki hubungan dekat dengan Kekaisaran Lee. Raja Na terdahulu adalah anak angkat leluhur Kaisar Lee ke 11, dan saat di masa pemerintahan Lee Jeno, dia adalah Kaisar ke 31.

Dan, Kerajaan Na musnah saat masa pemerintahan ke 20. Dimana di saat itu adalah Kaisar Johnny dan Ratu Ten yang berkuasa.

"Aku harus mencari dari perpustakaan dulu."

Jaemin membawa kotak ditangannya, berlari menuju perpustakaan yang letaknya lumayan jauh. Ia tidak mempedulikan pelayan yang menyuruhnya untuk berjalan dengan pelan. Yang jelas, saat ini yang ada dipikiran nya hanya mencari tentang Kerajaan Na.

My Emperor ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang