Ucapan Ratu Na memang terbukti benar. Mantan Raja Na menatap penuh sesal pada tubuh sang istri yang sudah lemah dengan genangan darah diseluruh tubuhnya.
Kerajaan nya diserang tanpa peringatan. Seluruh sisi Kerajaan nya sudah terbakar. Matanya menatap marah pada anak angkatnya yang sudah membunuh sang istri.
Istrinya, disaat-saat terakhir masih berlari berusaha melindungi putra terakhir mereka, dan kembali kesisinya setelah selesai menyembunyikan sang putra. Istrinya kembali membawa pedang, berusaha melawan anak angkatnya.
Saat ingin mengangkat pedangnya untuk kesekian kali, Ratu Na gagal dan terkena goresan lumayan dalam diperutnya. Tubuhnya terjatuh, pedangnya terlepas dari genggaman. Menatap tajam pada sang anak angkat.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Ratu Na berusaha mempertahankan diri.
Haeun tertawa, "Kenapa? Masih bisa kau bertanya seperti itu?" tawa Haeun semakin terdengar kencang.
Mendekati Ratu Na yang terbaring tidak berdaya.
"Karena suamimu dan putramu menghianati ku, mereka ingin melanggar janji mereka, kau sendiri yang mengatakan nya malam itu bukan?" Ratu Na membolakan matanya terkejut.
Bagaimana bisa?
Bukan kah Haeun sudah pergi saat itu?
"Aku masih berada disana, bersembunyi dibalik kain besar yang menghalangi lukisan keluarga Na. Lukisan tanpa diriku, bahkan disana ada Pangeran Na Winwin yang jelas-jelas belum menjadi istri Pangeran Yuta saat itu."
"Tapi, kenapa aku yang jelas-jelas anak angkat Raja Na tidak ikut dalam lukisan itu? Kalian hanya mengangkatku untuk menjadi umpan bagi Kaisar Lee Jaehyun bukan?"
Mantan Raja Na berusaha mendekati tubuh sang istri. Dengan sekuat tenaga ia bergerak berusaha meraih tubuh sang istri, walaupun jatuh ke lantai.
Haeun menatap mantan Raja Na dengan tatapan mengejek. "Tapi, sangat disayangkan karena Kaisar Lee Jaehyun sudah mati ditangan anaknya, Pangeran Mahkota Lee Jeno."
Mendengar perkataan Haeun, semakin terkejut Raja dan Ratu Na. Bagaimana mungkin Pangeran Mahkota membunuh sang Ayah? Pria itu tanpa membunuh sang Ayah, pasti akan mendapatkan Tahta Kekaisaran.
"Dia hanya Pangeran Mahkota palsu. Kaisar Lee Jaehyun ingin menjadikan anak pertamanya yang lemah, kakak dari Pangeran Lee Jeno menjadi Kaisar. Pangeran Lee Jeno hanya pengalihan agar musuh tidak membunuh kakak dari Pangeran Lee Jeno. Mengejutkan bukan?"
Tentu saja sangat mengejutkan, apa karena itu Pangeran Mahkota membunuh sang Ayah?
"Bukan karena itu saja, Pangeran Mahkota sudah mengetahui tentang Ayahnya, Kaisar Lee Jaehyun memiliki hubungan dengan ku. Entah dari mana dia mendapatkan kabar, tanpa banyak berkata pria itu langsung datang ke ruang rapat Istana dan membunuh Ayahnya dihadapan semua menteri."
Ratu Na diam-diam mencoba meraih pedang miliknya.
"Untung saja diriku masih sempat untuk melarikan diri dan bersembunyi di suatu tempat, sampai diriku tiba disini."
Sringgg
"Oh, kau sangat jahat Ibunda. Mengambil kesempatan disaat putrinya lengah."
Haeun tersebut miring, menahan ayunan pedang sang Ibunda tercinta. Ratu Na menatap jijik pada Haeun.
"Kau bukan putriku." tegasnya.
Haeun memasang wajah penuh luka. "Ibunda, kau tidak mengakui diriku?" ucapnya mengeluarkan air mata palsu.
Dalam satu gerakan, Haeun berhasil menjatuhkan Ratu Na kembali, dan memperdalam luka yang didapat oleh Ratu Na.
Mantan Raja Na berteriak, terkejut melihat tubuh sang istri yang perlahan jatuh. Secara tiba-tiba, ia berhasil menggerakkan tubuhnya, meraih pedang dan berusaha melawan anak angkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Emperor ✔
Romance"Jadi, aku ini Lee atau Na?" NOMIN! Start : 17 Juli 2024 Finish : 13 Agustus 2024
