Mereka pun membulatkan mata dan dan salah satu dari mereka membuka mulutnya. Melihat reaksi dari mereka Naura paham.
" Tenang saja, rahasia kalian aman,"
"Terimakasih," jawab mereka. Naura hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya, kalau boleh tau kalian berada di kelas berapa?"tanya Naura yang penasaran.
"Kami kelas 11 MIPA-12. Kelas kami hanya di huni oleh sepuluh teman-teman saja termasuk kami," jawab salah satu dari mereka.
" Iya kami memiliki kondisi ekonomi yang sama, tetapi kami memiliki nilai akademik yang bagus. Namun, sayangnya kami harus kalah dengan kelas unggulan seperti kalian. Bahkan kalian tidak perlu repot-repot untuk belajar," ucap salah seorang, orang yang berada di sampingnya menyenggol orang itu.
" Sssttt," bisiknya salah satu mereka.
Tanpa sadar orang tersebut memukul mulutnya. Naura tidak mempermasalahkan ia hanya penasaran dan bersikap biasa saja.
" Oh begitu ya. Emang kenapa kelas unggulan bisa mengalahkan kalian padahal kalian cerdas?"tanya Naura.
" Saat ujian kalian mendapatkan hak istimewa dengan di beri tahu jawaban nya tanpa sepengetahuan guru bk. Sedangkan kami harus belajar susah payah. Tapi tetap saja nilai kami berada di bawah kalian," ucap salah satunya.
Naura mengernyitkan dahinya, ia terkejut ternyata sekolah ini memiliki rahasia.yang tersembunyi.
" Bahkan kantin kami berbeda dengan kalian,"
Naura hanya mendengar ucapan mereka ia bingung harus meresponnya. Datanglah seseorang menghampiri Naura untuk segera masuk ke kelas meninggal mereka berempat.
" Naura, kata Pak Cahya hukuman nya sudah berakhir," ucap siswi.
Naura merasa tak enak meninggalkan mereka. Tetapi mereka menganggukkan kepalanya. Seolah berkata kecil masuklah. Akhirnya, Naura pun masuk ke kelas.
🔑🔑🔑
Di jam istirahat Naura duduk dengan Lyodra mereka memakan-makanan berat yang telah di sediakan sekolah. Pandangan Naura terus tertuju pada poster yang terpajang di atas dinding. Arah pandang Naura di perhatikan oleh Lyodra.
" Itu adalah poster yang dibuat oleh Sindy karena berhasil mengalahkan sekolah High School of International. Poster itu juga merupakan rancangan Sindy yang telah di setujui oleh pemilik sekolah ini. Sekolah tidak membiarkan poster itu di bakar atau di turunkan karena pemilik sekolah tidak mengizinkan. Beliau mengatakan itu merupakan penghargaan bagi Sindy dan kenang-kenangan terakhir dirinya," jelas Lyodra menatap poster tersebut.
" Ternyata memang ini ada hubungannya dengan foto kemarin," batin Naura.
" Bolehkah saya melihat foto Sindy," semangat Naura dengan penuh penasaran. Lyodra tertegun.
" Lyodra??"tanya Naura.
" Eh iya boleh setelah makan kita ke perpustakaan," jawab Lyodra.
Naura menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua berada di perpustakaan, Lyodra berjalan ke belakang lemari perpustakaan yang di ikuti oleh Naura. Setelah sampai Lyodra mencari cari daftar siswa kelas 10 tahun ajaran kemarin atau lebih tepatnya tahun 2016/2017. Lyodra pun mengambil nya dan membawa nya ke bangku perpustakaan belakang di ikuti oleh Naura.
Di bukalah foto tersebut dari halaman ke halaman lainnya. Hingga berakhir lah di halaman Sindy.
" Sindy Quinza Marcella," gumam Naura yang masih terdengar oleh Lyodra.
" Ya ini adalah wajah Sindy yang gue ceritakan," jawab Lyodra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Code ( On Going )
Teen FictionNaura selalu bermimpi tentang wanita yang sama setelah dirinya mendapatkan transplantasi ginjal. Ia meyakini mimpinya ingin mengungkap sesuatu. Saat dirinya memasuki sekolah baru, bangunan ruangan dan seragam nya seperti yang ia mimpikan. Hingga d...
