28. Kimia dan sebuah tanggal

4 0 0
                                        

" Sedang apa kamu disini?"tanya guru itu.
Bodyguard yang ada di belakang guru itu mengatakan maaf tanpa suara. Naura tersenyum kepada guru itu, " saya hanya mencari bodyguard saya kok bu, entah kenapa bodyguard saya ini lama sekali padahal cuman minta obat sakit kepala, apa jangan-jangan bodyguard saya ini suka sama ibu," ucap Naura sembari tersenyum-senyum.
Ibu guru itupun merasakan hawa panas dan juga tersenyum malu . Bodyguard itu hanya bisa mengernyitkan dahinya.

Sepulang sekolah Naura memasuki sebuah minimarket, ia berbelanja makanan di temani dua bodyguard nya. Sehabis membayar Naura memasuki kamar mandi yang ada di minimarket itu. Naura keluar dengan memakai masker dan jaket hitam tak lupa tas ransel yang dia gendong. Setelah Naura keluar dari minimarket itu, seorang wanita juga keluar dari kamar mandi memakai jaket hitam, celana hitam dan masker hitam serta topi tak lupa juga wanita itu memegang tas bag, " sudah saya duga bahwa mereka masih mengikuti saya," batin wanita itu sembari tersenyum miring melihat para pria dari kejauhan mengikuti mobil ayah Naura
Wanita itu menelpon seseorang, " Soraya terimakasih atas bantuannya,"
" Oke," jawab Soraya yang melepas masker nya di dalam mobil. Naura mengingat kejadian tadi saat pulang sekolah. Ia menelpon seseorang dan meminta bantuan.

Sebelum Naura memasuki minimarket seorang wanita sudah menunggu di dalam minimarket itu sembari membawa bawaan tas bag. Saat Naura memilih makanan dia melihat Soraya masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama kemudian Naura juga sama memasuki kamar mandi.
" Soraya," sapa Naura di hadapan cermin.
" Jadi aku harus menggantikan kamu terus terserah aku membawa bodyguard aku kemana untuk mengalihkan perhatian mereka," ucap Soraya.
" Yeah..."
" Oke," jawab Soraya sembari tersenyum miring.
Mereka pun berganti pakaian, Soraya memakai rok Naura dan atasan nya ia memakai jaket Naura. Sedangkan Naura memakai pakaian yang ada dalam tas bag yang Soraya.

Seseorang menyapa Naura dari samping bahu jalan, " ayo masuk," ucap Sandi yang kini terlihat lebih tegas. Naura masuk kedalam mobil belakang di samping Sandi. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. Naura melepaskan masker nya dan memasukkan nya kedalam tas bag.
" Sudah aman?"tanya Sandi. Naura hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa anda ingat apa yang ingin saya bicakan sebelum saya terjatuh dari tangga?"tanya Naura.
Sandi mencoba untuk mengingatnya," aa iya aku ingat."
" Saya menemukan sebuah lukisan yang sama dengan lukisan yang terselip di sebuah dokumen yang pernah saya ambil dari sekolah. Untungnya handphone saya tidak mati saat itu," kata Naura sembari menunjukkan sebuah kertas dari saku seragamnya dan foto dari galeri handphone nya. Sandi mengambil kedua benda itu.
" Didalam kertas ini bertuliskan sebuah tanggal dan di dalam lukisan ini bertuliskan sebuah rumus kimia," ucap Sandi berpikir.
" Nah itu dia, saya yakin ini merupakan kode terakhir dari semua teka-teki, oh iya saya baru tau ternyata Helena merupakan anak dari pemilik sekolah dan yang paling mengejutkannya adalah pemilik sekolah itu lah yang menyuruh Helena untuk mencelakai saya," jelas Naura sembari memperlihat bukti foto.
" Apa ternyata pemilik sekolah, apa tujuannya?"tanya Sandi.
" Entahlah, yang ada di kertas ini," tunjuk Naura ke sebuah kertas.
" Ini adalah hari bunda meninggal," lanjut Naura menghela nafasnya.
" Aku yakin ini ada hubungannya," jawab Sandi.

Di dalam ruangan berwarna abu-abu milik keluarga marcel, 4 orang berkumpul dan Naura juga mengungkapkan semuanya kepada Lyodra dan juga Ryan tentang apa yang Naura bicarakan kepada Sandi. Sandi bersama dengan Naura mengerjakan sebuah rumus kimia yang di yakini mereka itu adalah sebuah Sandi.
"Ini sepertinya Sandi," ungkap Naura.
" Iya kamu benar ini adalah Sandi kimia," jawab Sandi.
" Sandi?"tanya Lyodra dan Ryan bersamaan.
Naura mengambil sebuah kertas dan mulai mencoret-coret kertas tersebut di bantu dengan Sandi.

Naura mengambil sebuah kertas dan mulai mencoret-coret kertas tersebut di bantu dengan Sandi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Bawah kursi kanan??"gumam sandi sembari mengambil lukisan kertas yang di berikan Naura.
" Tunggu ini kan taman sekolah yang dekat dengan gedung C," ucap Ryan.
" Iya lo bener banget, ini seperti taman sekolah." jawab Lyodra.
Mereka pun mengangguk dengan cepat dan mengerti maksud dari sandi tersebut, Naura mengabari ayahnya bahwa dirinya akan pulang malam, ayahnya yang sedang meeting melihat sebentar notifikasi putrinya, dia mengerti maksud putrinya dan menjawab oke tak lupa ayahnya mengirim bodyguard lain untuk menjaga Naura.

Dengan di mintai bantuan dari Om Arga, Naura bersama dengan teman-temannya berhasil memasuki sekolah di malam hari. Om Arga mengalihkan perhatian dua satpam dengan berpura-pura ban mobil nya bocor di hadapan sekolah Naura. Satpam yang ada di sana membantunya, awalnya salah satu satpam akan tetap tinggal di sana. Namun, karena rayuan om Arga yang menawarkan nasi padang yang ada di samping sekolah mereka pun mau membantu om Arga. Mulanya Om Arga ingin menculik para satpam itu, sayang Sandi menolak karena bisa menimbulkan kecurigaan seseorang.

Naura berjalan di belakang Sandi, Lyodra berjalan di belakang Naura dan di depan Ryan. Mereka berempat memakai pakaian serba hitam, tak lupa dengan topi dan masker hitam. Ryan dan Sandi memegang senter. Mereka takut ada satpam lain di sekolah. Tak berselang lama mereka kini telah berada di taman sekolah.
" Bawah Kursi kanan," gumam Naura menghampiri sebuah kursi. Ryan dan Sandi menyingkirkan kursi itu, saat senter Ryan menyoroti tanah itu, mereka melihat bendera kecil berwarna merah.
" Terkubur disini sepertinya," ungkap Lyodra. Semua orang menganggukkan kepalanya, Sandi melihat ke sekelilingnya ia menemukan sebuah cangkul yang tidak jauh dari gedung C. Naura mencabut bendera kecil itu dan Sandi mulai menggali. Tidak berapa lama suara benda tajam itu menyentuh sebuah kayu. Sandi menggali dengan tangan di bantu oleh Ryan.
" Sebuah kotak," gumam Ryan.

Suara notifikasi dari om Arga mengalihkan semuanya dari rasa heran," cepat kita harus segera pergi karena Satpam lain akan datang," ungkap Naura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara notifikasi dari om Arga mengalihkan semuanya dari rasa heran," cepat kita harus segera pergi karena Satpam lain akan datang," ungkap Naura. Ryan mengembalikan bekas tanah galian ketempatnya menggunakan cangkul dan Naura bersama dengan Lyodra menggotong kursi ke tempatnya setelah Ryan selesai.
" Gawat mereka ada di depan sekolah," kata Naura.
" Kita jalan ke belakang," ungkap Ryan.
Sandi membawa kotak tersebut dengan di senteri oleh Naura.

Naura segera menelpon bodyguard yang di kirim oleh ayahnya untuk segera membantu lewat jalan belakang sekolah. Tak berselang lama, mereka pun datang. Naura bersama dengan teman-temannya kini sudah berada di mobil ayah Naura, yang ternyata ada ayah Naura duduk di samping supir. Mobil ayah Naura melaju bersama dengan mobil bodyguard di belakang mobil ayah Naura.
" Ayah sudah selesai meetingnya?"tanya Naura.
" Iya, kamu ngak papa kan?"tanya balik ayah Naura.
" Tidak," jawab ayah Naura.
" Ayah sekarang tau kenapa pemilik sekolah itu ingin mencelakai kamu, sebab dia tau bahwa kamu adaah anak dari seorang jaksa. Ayah baru ingat Bunda pernah bolak balik ke sekolah itu dan dia pernah ingin menyelidiki pemilik sekolah itu," ungkap ayah yang tau dari Naura bahwa kecelakaan Naura bukanlah kecerobohan Naura tapi seseorang ingin mencelakai nya.
" Ini pasti ada hubungannya," gumam Sandi.

Di sisi lain, dua satpam sudah ada di depan gedung C, " kenapa cangkul ada disini," ungkap salah satu satpam.

,,,




Sumber foto: pinterest

Secret Code ( On Going )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang