11. Sunday

13 3 0
                                        


Naura menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Sandi. Sandi melihat senyuman Naura seketika jantungnya berdebar tidak karuan.

" Oke, mulai besok datang pukul 8 pagi. Jangan sampai terlambat!" Peringat om Arga.

Sandi menganggukkan kepalanya.

" Terimakasih, " ucap Sandi.

Naura dan om Arga menganggukkan kepala sebagai respon.

" Om, Naura juga ingin ikut kembali, apakah boleh?"tanya Naura.

" Enggak," jawab tegas om Arga.

" Tapi.." belum sempat Naura bicara, Om Arga memotong.

" Dengar Naura, Om Ngak mau ayah kamu marah sama om. Apalagi kondisi kamu belum stabil," ucap Om Arga.

"Tapi kan om bela diri itu penting. Bagaimana kalau misal Naura berada dalam bahaya? Setidaknya Naura bisa melindungi diri Naura. Ya .. please," kata Naura dengan menampilkan pupy eyes nya.

Jarang-jarang Naura menampilkan pupy eyes dan memohon seperti itu membuat Om Arga tidak tahan dengan tatapan Naura. Sandi yang melihat tatapan Naura hanya bisa menahan senyum bahkan telinga nya terlihat merah.

" Iya sudah Naura om bolehkan dengan satu syarat kamu harus minta izin pada ayah kamu." Pinta Om Arga.

Senyuman Naura merekah bersamaan dengan menganggukkan kepala  semangat. Sandi hanya bisa menundukkan kepala sembari menahan senyum, ingin rasanya dia mencubit pipi chubby Naura. Melihat gerak-gerik Sandi membuatnya mendapatkan tatapan intimidasi yang di berikan oleh om Arga pada Sandi.

" Apa yang membuat lo senyam-senyum tidak jelas?"tanya om Arga.

Seketika Sandi menegakkan kepalanya menatap om Arga dan mengatur ekspresinya. Sandi menatap om Arga sembari menggelengkan kepala.

" Dasar anak muda," gumam om Arga.

Naura melihat kearah Sandi sembari memperlihatkan sebelah tangan kanannya  dihadapan Sandi.

" Nama saya Naura Quinza Rodriquez. Anda bisa memanggil saya Naura." Senyum Naura.

Sandi menyambut tangan Naura dan memperlihatkan dahi berkerut serta menjadi bungkam.

" Rodriquez, seperti nama yang tidak asing," batin Sandi.

" Quinza kan nama kakak kembarku," lanjut Sandi dengan lamunannya.

Melihat Sandi yang malah melamun membuat om Arga kesal karena Sandi malah melamun sembari masih menjabat tangan Naura.

" Ekhemm." Dehem om Arga.

Sandi pun tersadar sembari menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Naura.

" Aku Sandi Prince Marcel. Kamu bisa memanggil saya Sandi," ucap Sandi. Mereka berduapun melepaskan tangan.

" Mencari kesempatan di dalam kesempitan." Sindir om Arga.

Naura yang tidak mengerti hanya bisa mengangkat bahunya sedangkan Sandi hanya bisa terdiam. Sandi mengerti apa yang di maksud om Arga menundukkan kepala.

🔑🔑🔑

Di sebuah ruangan aula pelatihan taekwondo yang di sebut dengan dojang dalam bahasa Korea. Dua orang sedang melakukan pemanasan yang bertujuan untuk menaikkan suhu tubuh inti secara harfiah. Pemanasan tersebut bisa dilakukan dengan gerakan rotasi sendi dengan gerakan memutar perlahan, searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam hingga sendi bergerak lancar serta gerakan ke atas ke bawah. Pada bagian leher, bahu, siku, pergelangan tangan,jari, panggul, lutut, pergelangan kaki dan jari kaki.

Secret Code ( On Going )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang