Part sebelumnya
" Jadi kakak anda diracuni bukan karena kekerasan yang dilakukan oleh papah anda?"tanya Naura yang terkejut mendengar cerita yang berbeda dengan berita yang pernah Naura dengar.
Sandi menganggukkan kepalanya dengan air mata yang dia tahan, kemarahan juga tercampur di diri Sandi.
" Sialnya, kak Sindy dinyatakan meninggal karena kekerasan yang di lakukan oleh papah," kesal Sandi menggepalkan tangannya.
" Mengapa?"tanya Naura.
" Karena dokter yang mengatakan bahwa kakak di racuni tiba-tiba di ganti oleh dokter lain. Aku sudah berusaha mencari dokter tersebut sayangnya tidak berhasil." Sandi menundukkan kepala, dia tidak kuasa menahan air matanya.
Naura tidak lagi bertanya dia memberikan ruang kepada Sandi untuk bisa menenangkan diri. Tidak butuh waktu lama Sandi bisa menenangkan diri.
" Dulu keluarga ku sangat bahagia, bahkan papah sangat menyayangi kami. Hingga kesialan datang saat kami berdua sedang berada di kelas dua menengah pertama, dimana papah di pecat dari perusahaan. Papah berusaha mencari pekerjaan, namun papah selalu di tolak dan gagal hingga menyebabkan papah frustasi. Dia menjadi orang yang sangat kasar, suka berjudi dan meminum minuman yang tidak baik, kami juga harus pindah rumah yang lebih kecil karena hutang papah kepada teman-temannya," cerita Sandi.
Naura menghirup nafas dengan berat. " Anda kuat. Saya percaya anda pasti akan bahagia," ucap Naura sembari menepuk pundak Sandi dengan senyuman yang dia tampilkan kepada Sandi. Sandi membalas senyuman hangat Naura.
🔑🔑🔑
Naura memakai jaket hitam dan topi hitam tak lupa rambut sebahunya dia ikat. Naura juga menggunakan masker hitam. Dia menuruni tangga menuju bawah rumah. Naura bernafas lega karena ayahnya belum pulang dari kantor. Bi Ijah pun untungnya sudah pulang ke rumah. Naura keluar mencari supir keluarganya yang sedang santai dengan meminum kopi.
" Pak Supri, anterin saya ke hotel dekat perusahaan ayah," ucap Naura yang sudah menghampiri supir tersebut.
Supir tersebut menatap penampilan Naura yang mebuatnya penasaran." Non, kenapa memakai pakaian serba hitam?" Naura langsung menjawab pertanyaan tersebut. " Agar saya tidak ketahuan."
" Mohon maaf pak saya harus cepat sampai kesana," lanjut Naura.
Pak Supri itu pun tidak lagi bertanya dia langsung berdiri dan membukakan pintu mobil untuk majikannya. Mobil itu pun telah sampai di parkiran hotel. Naura keluar dan pamit kepada pak Supri tak lupa dia meminta pak Supri untuk menunggu.
Dari kejauhan Naura melihat punggung kepala sekolah yang sedang merangkul bahu seorang wanita yang pakaiannya cukup terbuka. Naura mencoba untuk mengikuti mereka berdua dengan sembunyi-sembunyi. Saat di lobi Naura membulatkan mata dengan sempurna ketika melihat wajah wanita tersebut." Soraya," gumam Naura.
Naura tau dari wajah Soraya yang terpaksa, dia memperlihatkan wajah tidak nyaman ketika Kepala sekolah sedang merangkulnya. Naura pun ber inisiatif untuk menelpon petugas kepolisian. Dia melaporkan adanya pelecehan terhadap seorang gadis di bawah umur.
Naura mengikuti Soraya yang akan pergi ke kamar mandi. Soraya menangis di hadapan wastafel dan cermin yang besar. Hingga Naura menepuk pundak Soraya yang terkejut. Naura membuka maskernya
" Naura?" Tanya Soraya.
" Apa yang anda lakukan disini dengan pakaian seperti itu bersama dengan kepala sekolah?" Balik tanya Naura.
Soraya gelagapan dan menundukkan kepala, Soraya membungkam mulutnya. Dia bingung menjelaskan kepada Naura. Hingga matanya mulai berair.
" A-aku.." ucap soraya gemetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Code ( On Going )
Fiksi RemajaNaura selalu bermimpi tentang wanita yang sama setelah dirinya mendapatkan transplantasi ginjal. Ia meyakini mimpinya ingin mengungkap sesuatu. Saat dirinya memasuki sekolah baru, bangunan ruangan dan seragam nya seperti yang ia mimpikan. Hingga d...
