Setelah 3 hari Naura tidak sadarkan diri di rumah sakit, Naura membuka matanya melihat orang-orang yang ada di sekitarnya.
" Kalian siapa?" tanya Naura.
" Aku siapa dan dimana?"tanya kembali Naura pada mereka.
Orang-orang yang ada di sekitarnya terkejut dengan pertanyaan Naura. Ayah Naura menekan bel di samping kasur pasien untuk memanggil dokter. Dokter itu pun datang, dan mulai memeriksa Naura. Dokter itu menghela nafasnya," mungkin karena benturan di kepalanya jadi nak Naura mengalami amnesia dan mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk Naura mengingat kembali."
Ayah Naura hanya menundukkan kepalanya, pasrah terhadap keadaan Naura, asalkan Naura selamat. Sandi menatap Naura dengan sedih begitupun dengan Lyodra dan Ryan. Seseorang di balik pintu tersenyum mendengar perkataan dokter.
Satu minggu kemudian, Naura beristirahat di rumah nya hari ini dia akan masuk sekolah dengan keadaan tangan kirinya di gendong karena patah tulang. Naura di jaga oleh dua orang pria besar suruhan ayahnya. Jujur Naura malu tapi apa dayanya karena ayahnya overprotektif. Ryan pun tidak berani mendekati Naura karena kemanapun Naura pergi bodyguard itu akan ikut kecuali ke dalam kelas dan toilet. Tentunya bodyguard itu telah mendapatkan izin dari para guru dan pemilik sekolah tersebut.
Saat istirahat banyak orang yang membicarakan Naur
Suara sepatu berbunyi di lorong menuju ke kelas di saat semuanya sudah masuk hanya kelas Naura yang belum kedatangan gurunya. Seorang perempuan membuka pintu kelas itu, dan menampilkan senyum nya dengan canggung, semua orang yang ada di sana menjadi ricuh dengan olokan dan cibiran yang ditujukan pada wanita itu. Olokan tersebut berhenti ketika seorang guru datang di belakang wanita itu.
" Selamat pagi anak- anak," sapa guru itu
" Pagi pak," jawab semua murid itu.
Guru tersebut berjalan dan mengajak Lyodra untuk masuk kedalam kelas. " Baiklah sekarang kalian harus dengarkan Lyodra, "
" Halo teman-teman , aku sangat sangat memohon maaf terutama kepada almarhum Sindy dan kepada Keira yang menjadi tuduhan orang-orang, pada saat itu aku khilaf dan dendam pada almarhum jadi aku melakukan hal itu. Aku tau, aku pecundang tidak mengakui nya di awal, menjadi kan almarhum Sindy terus terfitnah hingga terjadilah Pembulyan pada Sindy. Mungkin aku tidak bisa di maaf kan, maka dari itu, aku akan pindah sekolah. Sekali lagi, aku sangat memohon maaf, " ucap Lyodra hingga membungkuk kan badannya. Orang-orang di sana menjadi malu terhadap Lyodra dan almarhum Sindy terutama Keira dan Bianca yang sering membuly almarhum Sindy.
" Gue juga bersalah karena sering membuli Sindy dan orang orang yang pernah mendekati Rasya karena rasa cemburu. Dan gue merasa malu, gue minta maaf. Bapak saya siap menerima hukuman " Ucap Keira.
" Gue juga minta maaf dan bapak saya siap menerima hukuman," ucap Bianca.
" Saya pun siap menerima hukuman karena membiarkan Sindy di buli, " ucap salah seorang siswa.
" Saya juga,"
Semua orang mengacungkan tangannya dan mengakui kesalahannya kecuali Naura dan Ryan yang merupakan murid baru. Bahkan seseorang yang tengah lewat pun mengakui kesalahannya pada Almarhum Sindy yang membiarkan Sindy di buli dan karena berita yang tidak mendasar.
" bagus kalian mengakui kesalahan kalian, setelah bapak menghukum kalian semua mari kita ke pemakaman Sindy, dulu waktu sindy meninggal tidak banyak orang yang melayat dan bapak juga merasa bersalah karena selalu percaya pada Sindy yang terus mengatakan baik baik saja."
Setelah bapak guru itu keluar untuk menyembunyikan sedihnya. Semua yang ada di kelas pun menangis, keira mendekati Lyodra yang akan pergi.
" Gue minta maaf," ucap Keira.
Lyodra tersenyum dan menangis mereka pun berpelukan di ikuti bianca. Helena entah kemana sejak kejadian Naura terjatuh dari tangga ia tidak masuk sekolah lagi.
" Lyodra jangan pergi dulu di sini kita nangis bareng dulu setelah itu kita jalani hukuman bersama-sama baru itu lo bisa pergi, " ucap salh satu siswi.
Semua yang menjalani hukuman beristirahat di pinggir lapangan, walaupun hukuman itu tidak sebanding dengan penderitaan Sindy. Tetapi mereka lega karena mereka mengakui kesalahan mereka walaupun rasa bersalah itu terus menghantui mereka. Bapak guru mengumpulkan semuanya dan membawa beberapa balon dan beberapa spidol di bantu oleh ketua osis.
Semua orang menuliskan kata maaf pada sindy dengan isakan tangis. Naura menyaksikan hal tersebut di koridor atas tersenyum bersama dengan Ryan, tidak lupa dua bodyguard Naura yang menahan tangisannya. Badan mereka saja yang besar tidak dengan hati mereka yang sama lemahnya.
Setelah menerbangkan balon mereka juga terkejut dengan kehadiran Sandi yang datang atas undangan Guru Bk itu. Sandi jelas berat memaafkan mereka, tapi Sandi juga tidak membenarkan dendam nya terus bersemayam.
Setelah itu, semua orang pergi melayat ke pemakaman Sindy. Rasya tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat gundukan tanah yang selama ini ia benci begitu juga dengan Keira dan Bianca.
" Apa kakak sekarang bahagia?"tanya Sandi dengan mengeluarkan air matanya.
.·´¯'(>▂<)´¯'·.
Part selanjutnya
" Kita menemukan bukti bahwa dia yang mendorong Naura,"
" Jadi ini arti dari sandi itu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Code ( On Going )
Ficção AdolescenteNaura selalu bermimpi tentang wanita yang sama setelah dirinya mendapatkan transplantasi ginjal. Ia meyakini mimpinya ingin mengungkap sesuatu. Saat dirinya memasuki sekolah baru, bangunan ruangan dan seragam nya seperti yang ia mimpikan. Hingga d...
