Setelah kejadian yang mengejutkan sekolah, sekolah kembali beroperasi walaupun orang-orang menganggap buruk sekolah tersebut. Nama sekolah kini menjadi perbincangan hangat publik dan kemungkinan besar tahun depan murid baru akan berkurang ataupun tidak ada.
Naura keluar dari mobil ayah nya yang di kemudikan oleh Om Arga, banyak yang cari perhatian kepada om nya itu yang memang belum menikah.
" Wah ganteng banget ya," ucap salah seorang siswi saat melewati mobil Naura.
"Makasih om sudah mengantarkan Naura, jangan kepedean," ucap Naura yang melihat om Arga sedang merapihkan rambutnya di dalam.
" Iya, " jengah Om Arga.
Ketika Naura memasuki ruangan kelas, Naura hanya melihat bangku Lyodra yang kosong. Naura menghirup nafasnya dengan berat. Naura duduk di bangkunya. Ia terus mencoba untuk menghubungi Lyodra yang sayangnya tetap tidak aktif. Naura melihat sosial media Lyodra banyak komentar jahat menyerangnya di setiap postingan Lyodra. Naura mengomentari postingan Lyodra untuk menyemangatinya, sayangnya para pembenci juga menyerang Naura secara cepat. Namun, Naura tidak gentar dia akan terus mendukung temannya. Perbuatan nya memang tidak di benarkan, tapi Lyodra juga khilaf.
Bel berbaris berbunyi, seperti biasa para siswa dan siswi melakukan doa sebelum masuk kelas. Setelah selesai mereka melihat polisi yang berkeliling.
" Apa mereka mau menangkap Lyodra ya," suara bisik dari samping Naura. " Iya kali ya, tapi kan Lyodra ngak sekolah," jawab salah satunya lagi.
Sebagian polisi juga menyelidiki CCTV yang terjadi pada bulan Maret 2017 di jam 17.00. Dari rekaman tersebut hanya memperlihat Sindy yang berada di koridor sekolah, dia masuk kelas mengambil buku. Rekaman cctv selebihnya terhapus. Sebagian polisi juga mengintrogasi para guru sekolah.
Para siswa dan siswi pun masuk kelas setelah di jelaskan bahwa polisi hanya ingin mencari bukti. Kelas pun, ricuh karena jamkos walaupun sudah di beri tugas tetap saja mereka tidak bisa tenang. Berbagai gosip pun, terdengar mulai dari kasus kepala sekolah yang sering melecehkan siswi kalangan bawah. Bahkan sampai sekarang kelas yang dari kalangan bawah tidak sekolah dan menuntut sekolah ini.
Setelah jam pertama kelas terlewati, polisi masuk kedalam kelas Naura. " Selamat siang anak-anak, jadi hari ini kalian hanya akan mengobrol dengan kami, dan nanti teman saya akan menyebutkan nama kalian satu-satu. Untuk itu, kalian bisa menunggu di luar kelas sekarang. Terimakasih," jelas seorang polisi muda.
Para siswa/ siswi mulai berhamburan ke luar. Dari absen A sampai akhir di sebutkan. Dari keterangan para siswa/i hanya ada Rasya dan helena yang memberikan pernyataan.
Kesaksian Helena
" Apa anda pernah melihat Sindy pada tanggal 11 Maret 2017 lebih tepatnya sehari sebelum kematiannya?"tanya seorang penyidik.
" Pada saat itu, aku mengantarkan buku ke ruangan guru. Kemudian, saat aku keluar dari ruangan guru aku melihat dia masuk ke ruangan kepala sekolah dan aku melihat pada saat itu sekitar jam 18.15 ," jelas Helena.
" Buku apa yang anda antarkan ke ruangan guru itu?" Tanya seorang penyidik.
" Buku tentang latihan piano," jawab Helena.
" Kepada guru siapa kamu mengantarkan buku tersebut?" Tanya seorang penyidik itu.
" Guru yang melatih aku dan teman teman aku tentang piano namanya pak Rio. Jika bapak tidak percaya bisa bapak tanyakan ke guru tersebut dab kepada teman teman yang se ekstrakurikuler bersama dengan saya," jelas Helena.
" Baik terimakasih atas penyataannya, sekarang anda boleh keluar," kata penyidik itu.
" Iya," jawab Helena sembari keluar dari kelas itu.
Kesaksian Rasya
" Apa anda pernah melihat Sindy pada tanggal 11 Maret 2017 lebih tepatnya sehari sebelum kematiannya?"tanya seorang penyidik.
" Emmm ...Pada saat itu tepat pukul 18.00 saya melihat Sindy keluar dari kelas ini dan membawa buku. Kemudian, setelah itu saya tidak tau karena saya ke kelas hanya ingin mengambil tas yang tertinggal di kelas. " Ucap Rasya yang mengingat kejadian itu.
" Mengapa anda ada di jam malam seperti itu di sekolah? Bukannya sskolah bubar pada jam 16.00 atau 15.00?"tanya seorang penyidik.
" Karena pada saat itu ada latihan basket sampai jam 17.00, setelah latihan saya pergi ke perpustakaan sampai sekitar 17.50 , jika anda tidak percaya anda bisa tanya pada anggota tim basket lain dan kepada penjaga perpustakaan" jelas Rasya.
" Baiklah terimakasih atas keterangannya anda boleh keluar sekarang," ucap penyidik itu.
Rasya berdiri dan berpamitan ke luar. Penyidik melihat tulisannya tentang ke saksian Rasya dan Helena, dan selanjutnya akan di selidiki ruangan kepala Sekolah.
Sekitar setengah jam ruangan tersebut di geledah di temukan lah sebuah racun jenis cair di laci meja kepala sekolah. Selain itu, polisi juga menemukan beberapa siswa/i yang sering melakukan penindasan dan pembulian. Beberapa guru di tindak lanjuti karena membiarkan siswanya melakukan pembulian dan beberapa anak di panggil orang tuanya untuk datang ke sekolah, para siswa/i yang melakukan pembulian dikenakan suspensi eksternal selama satu bulan, jika terpenuhi syarat maka mereka bisa kembali bersekolah.
Korban pelecehan yang di lakukan oleh kepala sekolah kini berani berbicara. Hingga, hukuman Kepala sekolah tersebut lebih berat atas tindakan perlindungan anak, pembunuhan serta penggelapan uang dan berisiko pidana mati.
Berita tentang sekolah tersebut menyebar luas dan ada juga yang keluar dari sekolah tersebut karena ancaman sudah tidak ada lagi. Atas tindakan itu, Kepala sekolah di sidang. Namun, kepala sekolah tetap saja tidak mengakui dua perkara yaitu pembunuhan dan penggelapan uang sekolah.
ʘ‿ʘ
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Code ( On Going )
Novela JuvenilNaura selalu bermimpi tentang wanita yang sama setelah dirinya mendapatkan transplantasi ginjal. Ia meyakini mimpinya ingin mengungkap sesuatu. Saat dirinya memasuki sekolah baru, bangunan ruangan dan seragam nya seperti yang ia mimpikan. Hingga d...
