Jangan di repost ya kakak baik☔
Kim Sunoo adalah salah satu member iland yang berhasil debut menjadi member Enhypen, tapi sayangnya tak ada satupun member Enhypen lain yang menyukainya, mereka membenci Kim Sunoo karena terlalu feminim untuk debut me...
Program survival ILand tak sepenuhnya seperti yang terlihat di kamera, separuh kegiatannya merupakan settingan dari BeLift agar terlihat menarik. Namun untungnya BeLift masih bersikap manusiawi dengan mengizinkan peserta keluar dari gedung atau ground untuk menghirup udara segar dalam waktu dan jarak tertentu.
Saat itu bulan Mei, bulan dimana musim panas menyelimuti Korea. Untungnya Udara di Gyeonggi sedikit lebih baik karena cukup banyak pohon hijau nan rindang di sekitar gedung ILand, sesekali angin meniup dedaunan, dan matahari mengintip dari celah celah pepohonan. Aroma tanah bekas hujan disinari matahari bercampur dengan aroma pohon pohon tua sangat menenangkan, seakan-akan peri peri hidup dan tinggal disini bersembunyi dibalik pepohonan, bunga atau dibalik jamur-jamur kecil.
100 meter di Utara gedung BeLift berdiri kokoh puluhan pohon Ek tua atau Oak yang memiliki nama latin Quercus. Pohon yang memiliki simbol keberanian ini mampu bertahan hidup ratusan hingga ribuan tahun, tak ayal pohon pohon ini begitu besar dan rindang. Beberapa dahannya menjuntai menyentuh tanah, membuat setiap orang yang lewat tertarik untuk duduk disana. Tak terkecuali Sunoo, Ia duduk di salah satu dahan sambil mengeluarkan buku sketsanya, ia suka menggambar, itulah satu satunya hiburan yang bisa ia nikmati saat handphone nya disita selama program survival berlangsung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sunoo mengenakan kaos putih dan celana panjang hitam dipadukan dengan sepatu yang berwarna putih sangat cocok dengan kulitnya yang sangat putih seputih salju, rambutnya hitam dan lembut sesekali melambai diterpa hembusan angin, matanya berbinar binar fokus pada apa yang ia gambar dalam buku sketsa, saking asiknya tanpa ia sadari sesekali posisi kakinya berubah membuat kakinya terkubur dedaunan coklat tua bekas musim gugur.
Sunoo mendongak ke atas, menatap pohon pohon yang memayunginya "Wah musim gugur disini pasti cantik sekali, aku bisa membayangkan daun-daun berwarna kuning kecoklatan berguguran dari pohon ☺️ anginnya juga pasti jauh lebih sejuk, astaga romantis sekali, yah tapi musim panas disini tidak buruk juga"
"Hei Sunoo!" Teriak seseorang dari kejauhan, rupanya itu Sunghoon yang sudah mencarinya sejak tadi. "Kemana saja kau, teman-temanmu mencarimu, kami kira kau hilang." "Jadi hyung yang pertama menemukanku ?" Kikik Sunoo "Yaaa begitulah, sedang apa kau disini, menggambar?" Sunoo mengangguk pelan sambil menunjukkan hasil gambarnya. "Apa ini ? Pohon ?" Tanya Sunghoon "Iya, aku belum menyelesaikannya, karena besok aku akan kesini lagi, begitu juga hari berikutnya, lusa dan seterusnya, aku akan menggambar pelan pelan." "Kenapa tak diselesaikan sekarang?" Tanya Sunghoon lebih penasaran "Aku tak terlalu bakat menggambar, aku hanya menyukainya, tapi jika aku gambar pelan pelan hasilnya lebih bagus daripada tergesa gesa, aku tak ingin meninggalkan banyak bekas penghapus." Kata Sunoo sambil tersenyum.
Di mata Sunghoon Senyum Sunoo begitu cerah dan hangat seperti matahari di musim panas, matanya ikut bersinar saat mata mereka bertemu, rambut Sunoo yang lembut menutupi sebagian matanya karena tertiup angin, membuatnya terlihat seperti pemeran utama dalam film film.