Si Tameng

546 60 0
                                        

"Besok adalah hari libur, bagi kalian yang ingin pulang, silahkan segera berkemas dan tetap sempatkan diri untuk berlatih dirumah, bagi yang ingin tetap tinggal kalian bebas mengakses seluruh ruangan baik di gedung ILand maupun di Ground, seperti biasa kegiatan kalian tetap terekam, namun tidak akan ditayangkan, jadi tetaplah menaati peraturan yang ada," Ucap salah satu staff perempuan dengan membawa beberapa lembar kertas ditangannya.

"Hei Sunoo, kau tidak rindu dengan pohon Ek mu itu ?" Bisik Sungchul didekat telinga Sunoo

"Sebenarnya aku ingin liburan ke alam dengan suara suara air, tapi seandainya bisa pergi ke pohon ek saja aku sudah bersyukur, tapi aku bisa apa, mereka melarang kita keluar kecuali dengan pengawasan staff kan?"
Bisik Sunoo sambil cemberut.

"Ajak saja salah satu staff?" Usul Sungchul dengan wajah datar.

"Kau sudah gila? Apa kau mau aku bersantai santai dan mengobrol dengan pohon sementara diawasi dengan staff?" Bisik Sunoo dengan bersungut-sungut.

Mendengar itu Sungchul mengangguk angguk, menurutnya itu masuk akal tapi akan canggung luar biasa.

"Kita cari cara lain."bisik Sungchul menggoda Sunoo sambil bercanda.

Sunghoon yang duduk dibarisan yg sama dengan Sunoo diam diam menguping. Ia duduk disamping Jay melirik Sunoo dan Sungchul beberapa kali sambil melebarkan telinganya.

"Hei ! Hei! sebaiknya kalian jangan berbuat macam-macam! Aku tidak mau kita dapat peraturan tambahan." Tegur EJ dengan keras, ia duduk tepat dibelakang Sunoo dan Sungchul, ucapan keras itu menarik perhatian para peserta didepan mereka.

"Maaf Hyung, kami cuma bercanda." Ucap Sunoo sambil menepuk nepuk paha Sungchul memberi kode.

"Ah iya, maaf Hyung, bercanda Hyung." Ucap keduanya sambil tertawa karir.

Setelah pengumuman selesai peserta dibubarkan, Sunoo kembali ke kamar dengan wajah sedikit murung, ia sedih karena seseorang mengungkit peraturan tambahan didepan banyak orang, ia tau ia salah ia menyesal dan sudah pernah meminta maaf, tapi ia tetap sedih jika orang lain menegurnya dengan keras sambil mengungkitnya.

"Aku sedang sedih ayo makan ramen pedas!" Ucap Sunoo didepan pintu kamar dorm Jaebom.

...................................................................

"Fuuhh fuhh fuhhhh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Fuuhh fuhh fuhhhh..." Sunoo meniup asap ramen yang mengepul dari mi yang terlilit disumpit yang ia angkat. Setelah beberapa tiupan ia menyantap mie tersebut dan menyeruput kuahnya.

Orang bilang Shin Ramyun pedas lebih enak dimakan saat masih panas panas, saking enaknya itu bisa menghibur harimu yang buruk. Ditambah dengan telur setengah matang akan membuat kuahnya lebih creamy, jika kamu menambahkan satu lembar keju, itu akan mengurangi rasa pedasnya, kemudian ia akan sempurna jika dimakan dengan satu batang sosis dan sebotol soju. Namun karena stok makanan di kulkas menipis, Sunoo dan Jaebom hanya memakan cup ramen polos tanpa tambahan topping, meski begitu duduk makan bersama dengan sahabat saat suasana hati buruk, membuat ramen itu tetap terasa nikmat.

"Ada apa?" Tanya Jaebom pada Sunoo yang makan mie dengan terburu buru. Meskipun ia sudah bisa menebaknya ia sengaja ingin membiarkan Sunoo menceritakan apa yang ia rasakan.

Setelah menyelesaikan ceritanya Sunoo kembali mengaduk mie dan menyantapnya dengan cepat.

"Pelan pelan, kau bisa tersedak." Ucap Jaebom sambil membuka kaleng bir dan memberikannya pada Sunoo.
Jaebom berusaha menenangkan Sunoo dengan memvalidasi perasaan Sunoo bahwa ia pantas untuk merasa kesal, sebagai layaknya sahabat ia akan membela sahabatnya bahkan meskipun ia tau sahabatnya bersalah.

Hal itu tentu adalah hal yang ingin didengar Sunoo saat ini, mendengar itu Sunoo menjadi lebih tenang, ia merasa ada orang yg memahami perasaannya.

"Jadi, kau pulang tidak ?" Ucap Jaebom sambil membuka kaleng kopi kedua

"Tidak tau, aku tidak punya rencana, kalau kau pulang aku ikut," Ucap Sunoo sambil menerima kaleng kopi itu.

"Kalau aku tidak pulang ?" Tanya Jaebom balik.
"Aku juga tidak pulang." Jawab Sunoo singkat

"A anu Kim sunoo..." Seorang lelaki tiba tiba berdiri dibelakang Sunoo mengagetkannya.

"Aku mau minta maaf, aku minta maaf sudah menegurmu dengan keras didepan banyak orang." Ucap EJ dengan wajah menunduk.

"Hah, Hyung tidak papa, wajar kau tak menyukainya, aku salah, kau tak perlu minta maaf." Jawab Sunoo sambil spontan berdiri dan memegang lengan EJ untuk mengajaknya duduk.

"Agh, lenganku cedera, jangan dipegang." Ucap EJ sambil memegangi pundak kiri nya.
"Aku datang hanya untuk minta maaf." Sambungnya dengan raut wajah ketakutan lalu berjalan cepat ke arah pintu meninggalkan Sunoo yang kebingungan dan Jaebom dengan mulut menganga penuh mie.
.....................................................................

30 menit sebelumnya di kamar mandi bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

30 menit sebelumnya di kamar mandi bersama. Pintu kamar mandi terlihat sengaja dikunci dari dalam. Terdengar 2 lelaki tengah bertengkar didalamnya.

"Aku bisa melaporkan kecuranganmu pada staff, jadi mana yang kau pilih, tereliminasi dan tulang belikatmu hancur, atau minta maaf padanya ?" Ucap lelaki itu pada Ej sambil meremas pundak Ej dengan kuat.

"Sial! Lepaskan aku keparat!!!! Aku akan minta maaf padanya didepan matamu! Bangsatttt!" Teriak Ej sambil melepaskan dirinya dari genggaman lelaki itu.

"Aku tau kau akan melakukannya, sesama teman kan harus saling bermaaf maafan." Ucap lelaki itu sambil tertawa formal menepuk nepuk pundak kiri Ej.

Ej menepis tangan lelaki itu dengan kasar dan keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru.

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang