Penyesalan Park Sunghoon

560 46 1
                                        

Pada eps sebelumnya :

Sunoo mendapat ciuman pertamanya dari Sunghoon, lelaki yang ia sukai dan ia kejar selama beberapa bulan terakhir. Sialnya bagi Sunoo ciuman itu tak lebih dari sekedar tamparan keras untuk memaksanya mundur.

Sunoo hanya menceritakan kejadian buruk itu pada kakak perempuan dan Jaebom, mati Matian kakak satu satunya itu berusaha menenangkan dan merangkul Sunoo yang tengah tenggelam dalam kesedihannya. Sayangnya tak cukup waktu untuk bersedih hati, Sunoo harus kembali lagi ke dorm untuk berlatih dan beraktifitas seperti biasa. Dengan tubuh lemas, mata yang sembab dan wajah yang pucat Sunoo memaksakan diri untuk kembali ke dorm, meski ia harus bertemu orang yang paling ia benci saat ini, Kim Sunghoon.

Dengan wajah khawatir Jaebom menyambut kedatangan mobil kakak Sunoo di tepi jalan. Begitu Sunoo keluar dari mobilnya Jaebom langsung memeluk Sunoo, ia tak tega melihat kondisi Sunoo yang seperti ini.

"Aku titip Sunoo ya Jaebom, tolong rawat dia seperti adikmu sendiri, dia menolak makan apapun sejak kemarin." Ucap kakak Sunoo dengan raut wajah yang tak kalah sedih.

Jaebom mengangguk lalu memberi salam dan melangkah ke arah dorm sambil menitih Sunoo.

Sesampainya didepan pintu mereka tak sengaja berpapasan dengan Sunghoon, dengan tatapan tajam Jaebom melewati Sunghoon tanpa menyapa.

"Sunoo ya..." Ucap Sunghoon sambil berusaha memegang bahu Sunoo.
"Minggir Ba*Ingan!!" Jaebom refleks mendorong tubuh Sunghoon dengan keras. Karena hampir membuat keributan, akhirnya Sunoo berteriak dengan sisa sisa tenaganya.

"Jaebom Hyung..., tolong antar aku ke kamar."

Melihat keributan kecil antara Jaebom dan Sunghoon, selain itu Sunoo yang terlihat lemah dipapah oleh Jaebom membuat peserta mulai riuh rendah berspekulasi macam macam apa yang terjadi diantara ketiganya?

Melihat Sunoo yang sama sekali tak menatapnya barang sedetik pun itu membuat Sunghoon merasa bersalah. Seakan akan tubuhnya terasa kabur dan tembus pandang.

Waktu pun berlalu peserta mulai beraktivitas seperti biasa, Sunghoon masuk ke ruang ganti tanpa CCTV untuk mengganti bajunya yang sudah basah dengan keringat selepas latihan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.....................................................................
Waktu pun berlalu peserta mulai beraktivitas seperti biasa, Sunghoon masuk ke ruang ganti tanpa CCTV untuk mengganti bajunya yang sudah basah dengan keringat selepas latihan. Di dalam ruangan itu ia sudah disambut dengan Heeseung yang berdiri membelakangi dinding sambil melingkarkan tangannya, raut wajahnya terlihat serius.

"Ikut aku ke belakang gedung, aku mau bicara denganmu." Ucap Heeseung sambil memimpin keluar dari ruang ganti.

Sesampainya di belakang gedung ILand yang bebas dari CCTV Heeseung menyambut Sunghoon dengan tak ramah.

"Apa yang kau lakukan pada Sunoo?" Heeseung menatap Sunghoon tajam.

Tak ada balasan, Sunghoon beranjak pergi begitu saja seakan-akan pembicaraan itu tak penting baginya.

"Heii! Park Sunghoon! Aku bicara denganmu!" Teriak Heeseung pada Sunghoon

"Apa pedulimu?" Jawab Sunghoon cepat.

"Karena Sunoo temanku! Cepat katakan apa yang kau lakukan padanya!" Heeseung mulai kehabisan sabar, tangannya mengepal dan nafasnya tak beraturan.

"Temanmu itu gay, kenapa apa kau suka padanya ? Apa kau gay juga?" Jawab Sunghoon sambil menoyor bahu Heeseung dengan angkuh.

"Brengsek!" Seketika itu juga meletuslah kemarahan Heeseung, ia mencengkram kerah baju Sunghoon dengan kedua tangannya, satu pukulan mendarat di tulang pipi Sunghoon.
"Lalu apa masalahmu anj*ng!?" Teriak Heeseung sambil bersiap mendaratkan satu pukulan lagi.

Namun jauh dalam lubuk hati Heeseung, ia bisa melihat wajah Sunghoon yang muram sepanjang hari sejak kemarin, Sunoo bukan satu satunya orang yang menangis, Sunghoon juga sempat menangis diam diam kemarin. Rupanya benar dugaannya, Saat ini pun mata Sunghoon mulai berkaca-kaca penuh penyesalan. Melihat ini Heeseung melepaskan cengkramannya, seketika Sunghoon terduduk sambil menunduk, ia terlihat menangis lagi. Heeseung kemudian meninggalkan Sunghoon yang sedang tenggelam dalam kesedihannya sendiri. Namun setidaknya ia tau bahwa Sunoo bukan satu-satunya orang yang menderita saat ini.

"Dan matilah kamu, dalam penderitaanmu sendiri, keparat sialan! penyesalan itu akan jauh lebih menyakitkan dari pukulan siapapun."  - Heeseung

"  - Heeseung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kim SunooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang