Kencan ? pt2

661 66 2
                                        

"Sunoo apa aku perlu membantumu ?" Ucap Heeseung pada Sunoo yang sedang sibuk mengemasi beberapa barang yang tak terpakai untuk dipulangkan kerumah.

"Hyung, apa kita tidak berangkat terlalu pagi ?" Ucap Sunoo sambil mempercepat tangannya.

"Tidak tau ? ........ Apa terlalu pagi ? Memangnya Kamu mau berangkat jam berapa?" Ucapnya sambil melipat sehelai baju Sunoo.

"Maksudku mungkin kita akan datang lebih awal dari jam buka toko, apa kamu mau berkeliling dulu sebelum ke toko ramen?" Tanya Sunoo sambil terus mengemas barangnya.

"Ak, e, tidak-,tidak masalah." Balas Heeseung kikuk, wajahnya datar tapi perlahan ujung bibirnya tersenyum. Sesekali ia melirik Sunoo di sampingnya yang tampak sibuk.

"Beres!!" Ucap Sunoo sambil menenteng tas nya.
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang?" Ucap Heeseung datar.
"Mmmm!" Balas Sunoo sambil mengangguk dan tersenyum lebar.

Keduanya berjalan keluar menyusuri koridor sambil bercanda, dari lantai atas tempat mereka berjalan Sunoo bisa melihat Jake dan Sunghoon yang duduk santai di sofa sambil tertawa di lantai bawah.

Aku harap suatu saat nanti, aku dan Sunghoon bisa bercanda dengan nyaman seperti itu juga, yah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku harap suatu saat nanti, aku dan Sunghoon bisa bercanda dengan nyaman seperti itu juga, yah.. aku memang bukan Jake, tapi...

"Hei, ada apa?" Ucap Heeseung yang sadar Sunoo tertinggal di belakang, ia melamun melihat ke arah Sunghoon dan Jake dibawah.
"Ah, Tidak apa apa!" Ucap Sunoo sambil tersenyum simpul.

Setelah menuruni tangga Sunoo dan Heeseung berjalan melewati sofa, Heeseung perlahan mengerti kenapa sunoo tak menyapa Jake ataupun Sunghoon.

Melihat Sunoo dan Heeseung berjalan melewatinya Jake berteriak,
"Sunoo ya! Kamu berangkat sekarang?" Teriak Jake sambil berdiri dari duduknya. Senyumnya lebar memperlihatkan gigi Jake yang berderet-deret rapi.

Mendengar teriakan itu, mau tak mau Sunoo membalikan badannya dan menyapa mereka,
"Iya Hyung, aku berangkat sekarang!" Ucap Sunoo sambil melambaikan tangan dan tersenyum kearah mereka.
"Ooh hati hati dijalan!" Balas Jake sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar. Sunghoon yang duduk disampingnya pun hanya terdiam melihat Sunoo dan Heeseung berjalan bersama.

Setelah keluar dari pintu Heeseung menatap wajah Sunoo, kedua telapak tangannya memegang pipi Sunoo
"Kamu tidak apa-apa...? Wajahmu memerah," tanya Heeseung pelan, ia khawatir.

Melihat gerakan spontan Heeseung, wajahnya semakin memerah begitu juga dengan telinganya. Sunoo tidak menyangka Heeseung akan memegang pipinya. Mata Sunoo berkedip cepat, jantungnya berdebar, ia tak tau bagaimana harus merespon.

"Lebih parah, sepertinya kamu sakit," ucap Heeseung sambil menempelkan telapak tangan kanannya ke dahi Sunoo, dan tangan kirinya ke dahinya sendiri, ia ingin mengetes apakah suhu tubuh Sunoo normal.

"Hyung, aku tidak apa apa." Ucap Sunoo kikuk,
"Anu, wajahku memerah seperti ini karena aku malu." Ucap Sunoo malu malu,
"Apa? Apa aku membuatmu malu didepan teman temanmu?" Tanya Heeseung tidak mengerti.
"Tidak, aku.. aku.. malu kalau kamu memegang wajahku tiba tiba seperti itu." Ucap Sunoo jujur sambil tersenyum.

Mendengar itu pupil mata Heeseung melebar, ia baru sadar apa yang dilakukannya, buru Buru ia melepas tangannya dari dahi Sunoo.
"Ma, maaf," ucap Heeseung, canggung.

Seorang Staff keluar dari pintu depan, sambil menyerahkan ponsel kedua peserta tsb mereka diantar sampai ke halte.

"Ingat, jangan berjalan sendirian, jangan membuat kekacauan, jangan menjadi sorotan, tetaplah berhati hati, karena kalian sudah dikenal publik, pertahankan citra kalian, jika kalian membutuhkan sesuatu yang bersifat mendesak segeralah menghubungi kami."
Setelah staff itu pergi, keadaan kembali canggung. Hampir tidak ada mobil yang lewat di jalan itu.
......................................................................

Sementara itu diruang staff, salah satu peserta tinggi besar masuk dan berkata.

"Permisi, boleh aku ambil ponsel ku lebih dulu ? Aku harus menelfon seseorang, ini cukup mendesak" ucapnya sambil tersenyum.

"Karena tak ada satupun staff disini, aku anggap itu sebagai YAAA" ucapnya sambil tersenyum licik.

Meskipun peserta diizinkan memakai ponsel di hari libur, mereka hanya diizinkan mulai mengambil hp nya di jam jam tertentu, namun untuk hal hal yang bersifat mendesak akan menjadi pengecualian.

Meskipun peserta diizinkan memakai ponsel di hari libur, mereka hanya diizinkan mulai mengambil hp nya di jam jam tertentu, namun untuk hal hal yang bersifat mendesak akan menjadi pengecualian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambil menyalakan rokoknya diam diam, ia menelfon seseorang diluar gedung.

Tutttt.....tuttttt
"Halo, yaa, sepertinya aku butuh bantuanmu lagi!"

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang