Dalam Bahaya

937 65 0
                                        

Pukul 4 sore, sinar matahari berubah menjadi Orange muda, Sunoo duduk diatas dahan pohon Ek.

"Hai Lex, maaf aku jarang datang akhir-akhir ini." Ucap Sunoo seakan-akan Pohon bisa menjawab perkataannya. Kali ini Sunoo benar benar tanpa persiapan, dia tak membawa buku sketsa, buku bacaan atau payung. Ia hanya membawa 1 kantong kecil permen dan 1 jeruk Tangerine.

Tiba tiba seekor burung Blue Jay terbang rendah dan datang mendekat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tiba tiba seekor burung Blue Jay terbang rendah dan datang mendekat. Sunoo sedikit terkejut tapi ia kembali tenang mengingat burung kecil tak akan melukai siapapun.

"Apa kamu mau permen ?" Ucap Sunoo pada burung kecil itu sambil mengulurkan permen.
"Eh tapi kamu burung tidak boleh makan gula, mmm kamu makan jeruk saja." Ucap Sunoo sambil buru buru mengupas jeruk ditangannya dan mengulurkan seruas jeruk. Pelan pelan burung itu mendekat dan mengambil jeruk itu dari jari Sunoo.

Sunoo tersenyum senang karena ini pertama kalinya dalam hidup ia memberi makan burung liar. Sore itu Ia menghabiskan waktu berbicara dengan Pohon dan burung seperti orang gila, tapi bagi Sunoo ini sangat membantu nya meringankan tekanan yang sedang ia alami.

Tak nyaman duduk di dahan terlalu lama, Sunoo beralih duduk ditanah dibawah pohon. Suasana yang tenang itu membuat Sunoo memejamkan mata sambil bernyanyi menggunakan teknik teknik bernyanyi yang ia pelajari selama ini. Nyanyian Sunoo yang merdu membuat siapapun terpana. Sinar matahari sore yang lembut menyinari Sunoo, angin segar membelai pelan poni Sunoo, membuat Sunoo seakan akan memerankan peran utama di sebuah film.

Tanpa ia sadari seseorang dengan Hoodie hitam mengawasi Sunoo dari balik pepohonan besar, memotret setiap gerakan Sunoo dengan kamera. Melihat Sunoo memejamkan mata, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengendap endap agar bisa memotret Sunoo dari jarak yang lebih dekat.

......................................................................

Sementara itu di Gedung ILand,
"Kim Seon Woo kamu dapat telfon dari mamamu, katanya penting." Ucap salah satu Staff yang bertanggung jawab menyimpan handphone para peserta.
"Dimana Seonwoo?" Ucap Staff tersebut kepada Sungchul.

"Sunoo yaaa..." Teriak Sungchul sambil berkeliling mencari Sunoo, beberapa peserta lain juga ikut mencari Sunoo. Para peserta mulai panik ketika tak menemukan Sunoo di seluruh gedung.

"Bukannya Sunoo sering keluar gedung ?" Ucap Heeseung santai sambil melanjutkan membaca buku.

"Pak sepertinya saya melihatnya keluar sendiri tadi sore jam 4" Ucap salah satu security.

"Setelah ada orang yang menguntit nya ??? Dia keluar ? Sendirian?! Dan kamu mengizinkannya keluar ? Apa kamu sudah gila ?!" Bentak salah satu Staff pada security tersebut.

Ruangan tiba tiba mencekam, semua orang terlihat panik ketika menyadari betapa bahayanya Sunoo keluar sendiri setelah insiden kado rahasia beberapa waktu lalu.

"Saya akan mencarinya!" Ucap Jake sambil berdiri. Beberapa peserta ikut berdiri hendak membantu Jake
"Jangan bodoh, astagaaa ! Semuanya diam, kamu pak Security cepat bawa 5 security lagi cari Sunoo sampai ketemu!"

"Eh tapi saya tau dimana kemungkinan Sunoo pergi, Sunoo pergi ke pohon Ek 100 meter dari sini, saya bisa menunjukkan jalan!" Ucap Sunghoon menawarkan diri. Mendengar itu Staff mulai ragu ragu, apakah ia berani mengizinkan Sunghoon ?

"Saya akan menemaninya jadi kami bisa menemukan Sunoo lebih cepat!" Ucap Security berusaha meyakinkan.

"Baiklah kau boleh pergi! cepat!" Ucap Staff sambil berteriak panik.

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang