Jangan di repost ya kakak baik☔
Kim Sunoo adalah salah satu member iland yang berhasil debut menjadi member Enhypen, tapi sayangnya tak ada satupun member Enhypen lain yang menyukainya, mereka membenci Kim Sunoo karena terlalu feminim untuk debut me...
Duduk Berdua di halte membuat suasana menjadi canggung.
"Eee, Hyung, boleh aku lihat telapak tanganmu ?" Tanya Sunoo.
Dengan kebingungan Heeseung memperlihatkan tangan kanannya, dengan cepat Sunoo menyelipkan jari jarinya diantara sela sela jari Heeseung, hingga Sunoo bisa berpegangan tangan dengan Heeseung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heeseung yang kebingungan melihat itu, menatap Sunoo,
"Maaf Hyung, aku tadi hanya terkejut, bukan berarti aku tidak nyaman, ayo kita berpegangan tangan, agar kita tidak canggung selama perjalanan." Ucap Sunoo sambil tersenyum lebar.
"Aku mengerti" ucap Heeseung datar, ia memalingkan wajahnya ke ujung jalan, menyembunyikan senyumnya yang makin melebar, dan wajahnya yg semakin memerah. Heeseung tidak mengerti mengapa ia begitu senang.
Selama perjalanan didalam bis Sunoo tak henti hentinya bercerita apapun yang muncul di kepalanya ketika melihat hal hal menarik yang ia lihat dari jendela kaca bis. Heeseung yang pada dasarnya senang mendengar, hanya tersenyum sambil menanggapi celetukan celetukan Sunoo. Sesekali jika mulai bosan Sunoo dan Heeseung memainkan game tangan kertas gunting batu dan lainnya.
Setengah perjalanan, Sunoo terlihat lelah, ia mulai jarang membuat celetukan celetukan aneh, ia lebih banyak diam. Melihat itu Heeseung berinisiatif mengambil earphone kabelnya, tanpa bertanya ia memasangkan salah satu earphone ditelinga kiri Sunoo.
"Ini lagu kesukaanku," ucap Heeseung sambil tersenyum, merasa mulai nyaman, rasa kantuk pun datang, Sunoo menyandarkan kepalanya ke bahu Heeseung. Heeseung tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke kepala Sunoo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sinar mentari yang mulai muncul di langit itu menembus ke kaca jendela, jatuh ke wajah Sunoo yang tenang. Sangat indah, ingin rasanya Heeseung menghentikan waktu dan merekam momen ini. Tanpa ia sadari ia berusaha memegang pipi Sunoo sekali lagi, kali ini ia ingin memastikan apakah Sunoo itu makhluk yang nyata. Namun untungnya Heeseung segera sadar dan menghentikan tangannya tersebut.
Melihat Sunoo beberapa kali mengernyitkan dahi dan menutup erat kelopak matanya, Heeseung sadar bahwa Sunoo mulai tidak nyaman dengan sinar matahari itu. Jadi ia menggerakkan tangan kanannya untuk menutupi wajah Sunoo dari sinar matahari.
Setelah hampir 1 jam perjalanan akhirnya keduanya sampai di Seoul. Sambil menenteng tas Sunoo, Heeseung berjalan disamping Sunoo menyusuri kota Seoul di pagi hari. "Hyung ayo kita ke taman dekat sungai Han" ucap Sunoo berbinar binar.
Mereka menghabiskan waktu berjalan disekitar sungai Han membeli beberapa makanan jalanan Korea seperti Oden, Teokpoki dll.
Heeseung duduk diatas tikar, menunggu Sunoo menyelesaikan perburuan makannya, dari kejauhan ia menatap Sunoo, mulutnya mengunyah gorengan dan ditangannya penuh dengan makanan, lucu sekali. Ia melihat area sekitar penuh dengan keluarga, anak anak remaja dan pasangan yang berpiknik di pinggir sungai Han, semua orang terlihat bahagia.
Tiba tiba pandangan Heeseung tertarik pada seseorang yang memakai pakaian tertutup serba hitam, Hoodie, topi, dan masker hitam, topinya ditarik ke bawah hingga menutupi matanya, ia heran siapa yang betah memakai pakaian tertutup seperti itu di musim panas ?
"Apa dia artis?" Ucap Heeseung dikepalanya. Namun setelah banyak orang berlalu lalang, lelaki berpakaian serba hitam itu hilang ditelan kerumunan. Dan Heeseung melupakan dan mengabaikan itu begitu saja.
Mulai bosan piknik di Sungai Han, mereka berpindah ke mall, warnet, karaoke dan Arcade Game. Mereka benar benar menikmati hari libur dengan bersenang senang. Sunoo banyak tertawa bersama Heeseung dan tanpa mereka sadari keduanya mulai merasa nyaman satu sama lain.
Matahari tenggelam, malam mulai gelap. Suasana kota Seoul di malam hari yang dingin tak kalah ramai. Lampu lampu jalan bersinar disepanjang jalan, lampu di gedung gedung tinggi perkantoran juga mulai menyala, toko toko kecil dijalanan mulai menyalakan lampu warna warni berusaha memikat pelanggan untuk datang. Tak hanya itu mobil mobil pickup pun menggelar makanannya disepanjang jalan. Asap makanan terbang terbawa angin memaksa para pejalan kaki untuk mampir.
Suasana gemerlap malam kota besar Seoul, terasa sungguh romantis, bagi sebagian orang yang jatuh cinta.
Setelah berjalan beberapa menit, sampailah mereka ke kedai mie yang mereka tuju. Didepan kedai itu antrian mengular sampai beberapa meter. Setelah mengantri hampir satu jam akhirnya Sunoo dan Heeseung bisa masuk kedalam kedai dan memesan 2 mangkuk mie panas.
Sambil menunggu pesanan Heeseung melihat ke luar jendela toko, terlihat seorang pemuda tinggi memakai pakaian tertutup serba hitam berdiri di seberang jalan sambil memainkan HP nya.
"Apa baju tertutup hitam jadi trend belakangan ini, atau dia orang sama yang kulihat di sungai Han pagi ini ?" Pikirnya keheranan.
Setelah menyelesaikan semua urusan Sunoo dan Heeseung berjalan menyusuri jalanan Seoul menuju ke halte terdekat. Jalanan perlahan mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang masih berlalu lalang. Di sepanjang jalan mereka melihat anak-anak muda yang duduk berkelompok merokok di tempat tempat yang gelap, ada juga sekolompok anak muda yang masuk ke gedung gedung les. Wajar di Korea anak anak di tuntut orang tuanya untuk terus belajar apapun bahkan di akhir pekan. Dibawah lampu-lampu disepanjang jalanan kota Seoul Sunoo dan Heeseung terus melangkahkan kakinya.
"Hyung, terimakasih! Aku senang sekali hari ini, entah kapan terakhir kali aku bersenang senang seperti ini." Ucap Sunoo pada Heeseung.
"Aku juga bersenang senang." Balas Heeseung singkat.
"Anak anak itu, mereka mengingatkanku pada temanku SMA, mereka les karena kemauan orang tua mereka,.... Ayahku juga sama, ia bersikeras memaksaku mengikuti les ini dan itu, ia berharap aku bisa menjadi pengacara, tapi aku tak menyukainya, sebaliknya aku malah berlatih menari dan menyanyi." Ucap Sunoo sambil menunduk.
"Sunoo, apa alasanmu ingin menjadi idola ?" Tanya Heeseung pada Sunoo. "Alasanku sederhana mungkin kau tak akan percaya, Karena alasanku menyukainya adalah... Aku suka menari. Awalnya aku hanya iseng menari untuk menuruti teman sebangku ku yang aku suka, lama lama aku sadar kalau aku suka menari, aku merasa senang setiap tubuhku bergerak membuat sesuatu gerakan irama yang indah. Aku suka menyanyi, bulan karena pujian, tapi karena aku senang melakukannya, orang lain yang melihatku pun ikut senang, aku suka melihat senyum di wajah orang lain saat melihatku menari dan menyanyi." Balas Sunoo sambil tersenyum.
"Dia mulai tersenyum lagi, syukurlah...." Ucap Heeseung dalam hati.
Setelah beberapa menit berjalan mereka sampai di halte dan kebetulan bus tiba tepat ketika mereka baru sampai, keduanya bergegas masuk untuk kembali ke ILand. Ketika Sunoo tertidur, ia sempat mengabadikan moment Sunoo yang tidur di bahunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.