Choco Mint

398 36 0
                                        

Sunghoon yang panik buru buru memungut kembali cemilan itu dan menyembunyikan kedalam lipatan bajunya.

"dasar gila! bukan aku pelakunya!" Balas Sunghoon cepat.

"Kalau kau tak percaya lihat surat ini! Apa aku menulis akronim P.S disini?! Aku jelas jelas menulis nama terangku!"

Sambil bersungut-sungut Sunghoon menunjukkan kertas surat yang baru saja ia tulis. Terlihat di ujung surat tertulis nama terangnya ~Park Sunghoon.

"Ah! Kau mengacaukan rencanaku!" Dengus Sunghoon sebal, dengan sengaja ia menabrak bahu Heeseung untuk menunjukkan kekesalannya, ia lalu bergegas melanjutkan perjalanannya.

Sesampainya di depan kamar Sunoo, Sunghoon mengetuk kamar Sunoo dengan grogi, ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan sisi kasarnya didepan Sunoo.

Sunoo yang sedang sibuk merawat kulit nya terpaksa berhenti karena mendengar ketukan pintu itu,

Sunoo yang sedang sibuk merawat kulit nya terpaksa berhenti karena mendengar ketukan pintu itu,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Iyaaa, sebentar ya.." sahut Sunoo lembut. Lantas ia buru buru membuka pintu itu,

Tak disangka Sunghoon berdiri didepan pintu.

"E

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"E..e.. a.. aku dengar kau.. ingin cemilan, aku punya sedikit sisa di laciku, tolong terimalah..., maaf..." Ucap Sunghoon terbata bata sambil menyerahkan cemilan yang ia sembunyikan dibalik bajunya.

Wajah Sunoo kebingungan tapi tetap sumringah melihat setumpuk makanan ringan cokelat mint di tangan Sunghoon, dengan cekatan ia menerima makanan itu, tanpa sengaja kulit tangannya bersentuhan dengan punggung tangan Sunghoon.

"Eee.."

Belum sempat Sunoo menjawab apa apa, Sunghoon langsung kabur melarikan diri, namun langkahnya terhenti, ia membalikkan badannya dan kembali menemui Sunoo untuk menyerahkan sepucuk surat ditangannya, ia lantas berlari turun ke lantai dasar. Awalnya ia berencana untuk kabur ke kamar, berawal salah tingkah ia berakhir salah lantai. Melihat teman-temannya yang menatapnya keheranan Sunghoon makin salah tingkah ia berlari lagi menaiki tangga menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia lompat ke atas kasur dan menutup kepalanya dengan bantal, mukanya memerah, tubuhnya berguling ke kanan dan ke kiri, kakinya menendang nendang di udara hingga ia jatuh dari kasur saking semangatnya. Sunghoon memegang kedua pipinya, rasa hangat menjalar ke telapak tangannya, ia yakin wajahnya memerah jadi ia terus menutupinya dengan bantal.

"Sunoo tersenyum, tangan Sunoo... menyentuhku...^_^" Ucap Sunghoon dalam hati, sambil memegang punggung tangannya, otak nya mulai membuat skenario romantis, melebih lebihkah kejadian sebenarnya, seakan akan deretan playlist lagi cinta berputar didalam otaknya.

Sementara itu, Sunoo yang kepalang senang bisa bertemu lagi dengan Choco mint mulai membuka salah satu bungkusnya sambil membuka sepucuk surat Sunghoon. Sejujurnya Sunoo sudah merasa lebih tenang, rasa bencinya sudah banyak berkurang dibanding saat itu, ia hanya menjauhi dan mengabaikan Sunghoon berharap agar ia bisa melupakan kejadian buruk dan menghapus perasaannya pada Sunghoon.

Tapi mengingat ia masih menyisakan sedikit perasaan pada Sunghoon, ia tak yakin ia sanggup membacanya, jadi Sunoo mulai melipat lagi surat itu dan menyimpannya didalam laci.

"Tidak aku tak akan memaafkannya semudah itu, nanti yang ada aku jatuh cinta lagi padanya." Pout face Sunoo muncul lagi sembari tetap membuka bungkusan cokelat yang lain.

......................................................................

"Ouwwwiiihhhh!!! apa ini semua untukku tuan muda kaya raya ?" Jay menyenggol pundak Heeseung yang tengah melamun di depan teras kamar Jay, dihadapannya ada sekantung plastik besar berisi makanan ringan.

"Makanlah! Kalau tak suka buang saja!" Heeseung berdiri dengan wajah kesal, ia meninggalkan Jay yang bersemangat melihat wujud makanan ringan didepannya.

Jay heran dengan sikap Heeseung yang tak biasanya seperti itu, namun ia lebih tertarik dengan makanan didepannya, ia lantas mengeluarkan satu persatu dari kantong tersebut sambil menutup mata, karena ia menyukai hampir semua jenis makanan ringan terutama yang gratis.

"Okeee.. mari kita lihat... Choco mint, tidak.." Snack pertama yang Jay lihat adalah Choco mint, ia langsung menggelengkan kepalanya dan menepikannya di pinggir meja, ia lantas merogoh kembali kantong kresek tersebut,

"Choco mint.. lagi,, em..em tidak tidak.." melihat choco mint keluar, ia kembali menepikannya,

Setelah kali ketiga ia mendapatkan Choco mint Jay mulai kesal, kali ini ia membuka plastik itu dengan lebar, namun yang ia dapati semua makanan ringan itu punya kemasan berwarna Cokelat dan hijau tosca, tak percaya dengan apa yang ia lihat ia menuangkan seluruh isi kantong itu ke lantai. Wajah Jay kebingunan juga jijik di saat yang bersamaan.

"Astaga aku tidak tau selera Heeseung se mengerikan ini." Meski begitu Jay tetap membuka salah satu kemasan dan mencobanya.

"Eughhh pasta gigi.." ucap Jay sambil bergidik, namun ia tetap mengunyah cokelat itu karena itu gratis.

Rupanya Sunghoon bukan satu-satunya orang yang mendengar keinginan Sunoo makan Choco Mint, Heeseung juga diam diam mendapat informasi itu dari teman dekatnya, sayangnya lagi lagi ia kalah cepat dengan Sunghoon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rupanya Sunghoon bukan satu-satunya orang yang mendengar keinginan Sunoo makan Choco Mint, Heeseung juga diam diam mendapat informasi itu dari teman dekatnya, sayangnya lagi lagi ia kalah cepat dengan Sunghoon. Sia sia saja ia berusasah payah mendapatkan itu dari staff kepercayaannya.

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang