Jangan di repost ya kakak baik☔
Kim Sunoo adalah salah satu member iland yang berhasil debut menjadi member Enhypen, tapi sayangnya tak ada satupun member Enhypen lain yang menyukainya, mereka membenci Kim Sunoo karena terlalu feminim untuk debut me...
Pagi itu selepas bangun pagi Sunghoon terlihat buru buru membersihkan dirinya, ia menyikat giginya hingga dua kali. Berkali kali ia memeriksa wajah dan giginya didepan cermin, Sunghoon lalu memakai baju terbaik yang ia punya di lemari, dan menyemprotkan parfum berkali kali di seluruh tubuhnya.
"Apa apaan ?" Heeseung yang masuk langsung terusik dengan aroma parfum Sunghoon yang menyengat. Ia membuka pintu kamar lebar lebar berharap udara dalam kamar bisa berganti dan aroma parfumnya menguap.
"Kau mau kemana ?" Heeseung kembali melontarkan pertanyaan pada Sunghoon,
"Hei Park Sunghoon!" tak mendapat respon apapun Heeseung kembali mencecar dengan pertanyaan lain
"Memangnya kau mau kencan ?" Desak Heeseung.
Kali ini Sunghoon membalik badannya sambil menatap Heeseung dengan percaya diri, ia berusaha kuat untuk menahan sisi kasarnya dan berkata,
"Yaaa... Semacamnya?" Balas Sunghoon. Bagai petir di siang hari, Heeseung merasa Dejavu, dua kata itu adalah dua kata yang ia ucapkan pada Sunghoon ketika ia berhasil mengencani Sunoo dan merasa menang pada saat itu, namun kini posisinya sudah terbalik, Sunghoon yang mengatakan kalimat itu padanya, apakah ia sudah kalah? Sunoo menerima ajakan kencan itu ?
Sunghoon duduk di halte bus sendirian, beberapa kali ia memperhatikan jam tangannya berdetak, ia tak sabar menunggu seorang yang ia tunggu tunggu datang. Sesekali kakinya mengayun ayun dibawah bangku tempatnya duduk menunjukkan betapa senangnya ia pagi itu.
Jam demi jam berlalu Sunghoon mulai mengantuk, di dalam hatinya terdapat sedikit rasa kesal karena orang yang ia tunggu tak kunjung datang, namun ia membuang perasaan itu jauh jauh dan tetap menunggu dengan tenang. 3 jam berlalu suhu udara di sekitar tiba tiba mendadak turun, Sunghoon mulai kedinginan, mantelnya tak cukup tebal untuk bertahan berlama lama di suhu luar.
Sementara itu, Jaebom masuk ke kamar Sunoo, Sunoo terlihat tidur dengan santai dengan masker wajah yang menutupi wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyung ayo sini, pilihlah satu masker di laci meja dan ayo tiduran disini." Ajak Sunoo sambil menepuk kasur di sampingnya,
Ketika membuka laci itu, Jaebom tak sengaja melihat sepucuk surat yang terlipat rapi di samping tumpukan masker.
"Sunoo kau masih belum baca surat dari Sunghoon?"
"Belum Hyung, aku belum siap." Jawab Sunoo sambil duduk,
"Sunoo, aku kemarin mendengar Sunghoon bertengkar dengan Heeseung di lorong. Sunghoon sepertinya benar benar ingin minta maaf padamu." Jaebom memutar badannya dan menatap Sunoo dengan sungguh-sungguh.
"Apa kau tak penasaran apa isi suratnya?" Sambung Jaebom lagi.
Sunoo berlari keluar gedung tanpa ganti baju, ia masih mengenakan baju kaos putih tipis lengan pendek dan celana pendek diatas lutut. Didepan gedung Sunoo berpapasan dengan Heeseung.
"Sunoo ya.." panggil Heeseung lembut sambil meraih tangan Sunoo, wajah Heeseung tampak lega. Namun ekspresi itu tak bertahan lama ia memperhatikan tampilan Sunoo dari atas hingga bawah yang terkesan berantakan, rambutnya terlihat acak acakan, wajahnya terlihat sedikit basah seperti habis mencuci muka tak dikeringkan dengan sempurna, pakaiannya terlihat pendek dan tipis, padahal suhu turun mencapai 11 derajat Celcius saat itu,
"Sunoo ada apa? Kamu mau kemana?" Heeseung memegang tangan Sunoo lebih erat seakan khawatir.
"Hyung..., Sunghoon Hyung menungguku.... aku harus menemuinya Hyung." Ucap Sunoo terengah-engah.
"Sunoo, tenang dulu, ayo masuk dulu, cerita di dalam ya.." bujuk Heeseung sambil menarik tangan Sunoo.
"Nggabisa Hyung, aku buru-buru." Tolak Sunoo sambil menepis tangan Heeseung.
"Kau memaafkannya ? Setelah dia sejahat itu padamu ?"
"Aku tak tau apa yang terjadi antara kalian tapi kamu tak sepantasnya memaafkannya semudah itu setelah ia membuatmu sedih ber hari hari, bukan saja memaafkan, bahkan sekarang kalian berkencan ?" ucap Heeseung dengan penekanan. Suara dan mimik mukanya menggambarkan betapa putus asa nya ia.
"Hyung, aku tidak tau, aku bingung, tapi Sunghoon Hyung..."
"Apa ? Kau menyukainya?" Heeseung memotongnya penjelasan Sunoo saking kesalnya.
Melihat respon aneh Heeseung, Sunoo bingung sambil mengacak acak rambutnya sendiri,
"Aku tidak tau! Aku pergi!" Balas Sunoo, ia membalikkan badannya dan mulai berjalan menjauh.
"Jangan pergi, Sunoo yaa... Kumohon" Seru Heeseung rendah, dengan mimik muka memelas. Mendengar itu langkah Sunoo terhenti, ia menatap Heeseung dari kejauhan.
Hitungannya hampir diangka 100, namun akhirnya ia melihat sepasang sepatu hitam yang berdiri didepannya, sepatu itu tampak tak asing bagi Sunghoon, dengan semangat ia mendongakkan kepalanya dan melihat wajah pemilik sepatu tersebut.
"Sunoo!!!" Ucap Sunghoon dengan semangat sambil berdiri.
Namun wajahnya seketika muram melihat sosok didepannya bukanlah Sunoo namun Jake.
"Sunoo? Kau menunggu Sunoo? Sejak kapan kau duduk disini Hyung?" Jake tampak kebingungan melihat rekan dekatnya itu.
"Jake ? Kamu sendirian? Sunoo mana ? Kamu lihat Sunoo tadi?" tanya Sunghoon penasaran sambil mengintip kalau kalau Sunoo ada di belakang Jake.
"Ooh kau janjian dengan Sunoo? Tapi Sunoo keliatan santai saja, dia rebahan di kamarnya, katanya dia tidak pulang hari ini." Jawab Jake santai sambil duduk di samping Sunghoon.
Mendengar itu Sunghoon makin lemas, ia berpikir Sunoo tak akan pernah memaafkannya. Kepalanya tertunduk, Sunghoon mulai mengusap matanya dengan frustasi.
"Kita kan searah, ayo pulang saja denganku Hyung, sebentar lagi busku datang." Ajak Jake, ia mengecek ulang jadwal datang bus di papan halte.
"Sunoo..." Panggil Sunghoon dalam hati, ia berharap Sunoo bisa mendengar suaranya itu.