Buku Tua Jay

444 44 0
                                        

Sudah tiga hari sejak kejadian itu Sunoo mulai terlihat membaik, wajahnya kembali cerah, perlahan-lahan ia juga kembali bercanda dengan rekan rekannya dulu. Meski tak selebar dulu senyum Sunoo juga mulai mengembang. Sunoo pulih dengan cepat karena bantuan rekan rekan di dekatnya yang begitu peduli dan menyayanginya. Sudah tiga hari berturut-turut juga Jaebom memasak khusus untuk Sunoo, ia merawat Sunoo dengan hati hati.

Di sisi lain Sunghoon mulai menarik diri dari lingkungan, ia menjaga jarak dari Sunoo untuk menghindari Sunoo terluka lebih banyak karenanya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu menyendiri dan menyesali perbuatannya.

Sementara itu para peserta lain mulai merasakan keganjilan yang serius antara Sunghoon dan Sunoo, meski terlihat tak peduli namun di waktu istirahat mereka masih berspekulasi dengan dugaan liar masing masing.

......................................................................

"Disini berisik, mau coba keluar tidak?" Suara Heeseung memecah lamunan Sunoo yang tengah asik menatap keluar jendela.

"Kemana Hyung ?" Ucap Sunoo pada Heeseung yang duduk disampingnya tanpa permisi.

"Kamu suka langit kan? Aku tau didekat sini ada lapangan luas yang tak ditanami pohon jadi kamu bisa melihat pemandangan langit terbuka sepuasmu." Heeseung berbicara sambil menatap kedua bola mata Sunoo.

"Emm!" Angguk Sunoo cepat.

Akhirnya esok harinya dengan ditemani satu staff dari kejauhan Sunoo dan Heeseung sampai ke lapangan yang dimaksud, hamparan rumput hijau segar membentang dari ujung Utara hingga selatan, beberapa embun berkilat kilat di sinari sinar senja mentari. Beberapa bunga liar dan tumbuhan berduri menyempil diantara rerumputan. Lapisan tanah yang tak beraturan tinggi rendahnya membuat pemandangan ini terasa semakin indah.

Beberapa bukit terlihat menyembul keluar dari tanah, menambah kesan alami dan segar untuk diingat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa bukit terlihat menyembul keluar dari tanah, menambah kesan alami dan segar untuk diingat. Angin berdesir menerbangkan kelopak bunga bunga dandelion.

Sunoo dan Heeseung duduk di salah satu bukit rendah sambil memperhatikan matahari tenggelam.
Seekor kupu kupu terbang disamping telinga Sunoo seakan akan tengah membisikkan sesuatu, ia terbang rendah lalu perlahan lahan tebang menjauh mengikuti gerombolan kupu kupu lain.

Tangan Sunoo bergerak memetik sepucuk bunga Dandelion. Ia lalu mengangkat dandelion itu ke langit, ia menutup mata sebelah kanannya dan berkata,

"Dari sini aku bisa lihat dandelion sangat cocok dengan bulan itu."

Ucap Sunoo sambil membuka mata kanannya, ia lalu meniup dandelion itu dan membuat kelopaknya beterbangan.

Heeseung berdecak kagum melihat pemandangan ini, ia tak tau yang mana yang lebih indah, pemandangan sore itu atau Sunoo yang terlihat seperti malaikat.

Keduanya bercakap cakap dengan santai sambil melihat matahari yang bergerak turun, langit juga mulai memperlihatkan gradasi warnanya yang elok, warna ungu gelap kehitaman berpadu dengan ungu terang dan merah muda. Bulan sabit mulai nampak terang mengikuti gelapnya warna langit, melengkapi keindahan sore itu. Senyum Sunoo mengembang, tak hanya memperlihatkan gigi namun juga lesung pipinya yang terlihat samar.

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang