Patah hati

467 45 1
                                        

Setelah kejadian terakhir Sunoo mengganti nomor pin condo sambil mempersiapkan kepindahannya ke condo lain bersama ibu dan kakaknya, namun Sunoo tetap bersikeras menyembunyikannya dari agensi untuk menghindari masalah menjadi lebih besar.

Beruntung ibu dan kakak perempuannya tidak mempermasalahkan kepindahan mendadak tersebut, karena keselamatan dan keamanan Sunoo menjadi prioritas utama mereka.

Hari ini Sunoo kembali ke ILand, dilihat dari cara Sunoo berjalan, jelas ia tak ingin kembali, tulang, sendinya menjadi lebih lemas setelah seharian bermalas malasan. Untungnya ibu dan kakaknya berinisiatif untuk mengantarku sampai ke Gyeonggi.

"Bagaimana liburanmu ?" Celetuk Sunghoon, yang duduk di sofa seakan akan menyambut kedatangan Sunoo.

"Hyung, aku bawakan oleh oleh loh." Sunoo datang dengan menenteng satu tas penuh makanan dan minuman.

"Ibu membawakanku sekotak kimchi sawi dan lobak,  sekotak sosis darah, dan beberapa makanan lain, ibu bilang aku harus berbagi dengan teman dekatku, ah, ini khusus untukmu Hyung, AA AIced Americano less sugar, dan kue Tiramisu satu!"

"Terimakasih ya," Sunghoon tersenyum kecil.
"Omong omong, memangnya kita sudah berteman dekat ?" Sambungnya

Mendengar itu Sunoo membeku, ia menatap kedua mata Sunghoon
"Apa kita masih belum berteman dekat Hyung ?"

Pada titik ini Sunoo merasa tidak percaya, kecewa, dan malu. Pikirannya kembali memutar momen ia dan Sunghoon bersama apakah itu tidak cukup untuk dianggap sebagai teman dekat.

"Sunoo yaaa...." Jake keluar dari dorm dan buru buru menuruni tangga putar, ia segera memeluk Sunoo dari belakang

"Kenapa kamu lama sekali ...?" Ucap Jake basa basi sambil menahan tubuh Sunoo dalam pelukannya.

Melihat itu Sunoo langsung menatap Sunghoon, ia sadar betul Sunghoon marah dan cemburu karena Jake "Nya" memeluk Sunoo.

"Hyung lepaskan dulu." Sunoo melepaskan tubuh dari pelukan Jake.

"Ini aku membawa beberapa makanan rumahan buatan ibuku, ibu meminta untuk membaginya denganmu." Sambung Sunoo sambil tersenyum lebar.

Sunoo menaiki tangga dengan langkah gontai dan wajah tidak semangat, ia menyimpan beberapa makanan di kulkas dan sebagian tergeletak di meja begitu saja.

Melihat itu Jake tampak kebingungan dan menatap Sunghoon sebagai terduga pelaku yang mungkin membuat Sunoo tampak menyedihkan seperti itu.

"Ada apa Hyung ?" Tanya Jake pada Sunghoon yang tampak diam, mematung menatap punggung Sunoo yang perlahan menghilang dari pandangannya.

......................................................................

"Hyung! Ajarkan aku, bagaimana cara mendekati lelaki." Ucap Sunoo pada Jaebom di tengah malam dalam kamar dorm Jaebom.

Jaebom yang hendak tidur terperanjat kaget setengah mati melihat Sunoo dengan wajah putih pucatnya duduk bersila disamping kasurnya dalam gelap hanya diterangi cahaya bulan yang menyembul dari jendela kamarnya.

"Kau sedang apa disini malam malam Sunoo?!" Hardik Jaebom setengah berbisik karena takut membuat keributan.

Sunoo berbalik menatap kakaknya itu dengan wajah memelas, matanya sembab, lantas memeluk hyungnya itu sambil terisak.

"Ajari aku cara mendekati lelaki Hyung!" Sunoo melingkarkan lengannya ke pinggang Jaebom dan meletakkan kepalanya ke paha Jaebom.

"Kenapa ? Apa kau menyukai lelaki ?" Jaebom mengelus lembut rambut Sunoo.

"Tidak bukan, bukan begitu, maksudku aku tidak tau, tapi sekarang aku hanya ingin berteman dengan Sunghoon Hyung, tapi dia seperti menolakku berkali-kali." Jawab Sunoo dengan suara parau, namun kali ini lebih tenang.

"Oke aku akan membantumu supaya kau bisa berteman dengannya!" Ucap Jaebom bersungguh-sungguh, sambil tetap mengelus pelan rambut Sunoo yang lembut.

"Benarkah Hyung!" Sunoo mengangkat kepalanya dengan bersemangat, ia mengusap air mata dengan lengan bajunya. Sunoo lantas memeluk Jaebom sambil tersenyum senang.

"Hyung apa kau masih mau berteman denganku, meskipun aku menyukai lelaki ?" Ucap Sunoo sambil tetap memeluk Jaebom.

"Dasar bodoh, aku bukan ibumu, aku akan tetap berteman bahkan jika kamu berubah menjadi kambing." Balas Jaebom dengan lelucon sambil menepuk pelan punggung Sunoo untuk menenangkannya.

"Malam ini aku mau tidur disini!" Sunoo menghempaskan tubuhnya di kasur kecil itu, sambil tersenyum tipis Jaebom ikut merebahkan dirinya, ia senang meski harus berdempet-dempetan karena berbagi kasur dengan sahabatnya itu.

Malam itu bintang bintang tampak berkelip kelip tanpa tertutup awan, Sunoo melihat pemandangan itu melalui jendela kamar dorm Jaebom yang membiarkan tirainya terbuka sepanjang malam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam itu bintang bintang tampak berkelip kelip tanpa tertutup awan, Sunoo melihat pemandangan itu melalui jendela kamar dorm Jaebom yang membiarkan tirainya terbuka sepanjang malam. Sesekali Jabeom kembali menatap Sunoo yang sibuk menatap langit, kelopak matanya tampak berkilat kilat seakan akan bintang bintang di langit ikut tinggal di dalam mata Sunoo.

"Alangkah beruntungnya lelaki bernama Sunghoon itu" gumam Jaebom dalam hati.
.................................................................

Keesokan harinya, pagi pagi sekali Jaebom sudah siap berdiri disamping Sunoo yang tengah sibuk memakai serangkaian perawatan kulitnya.

"Ayo cepat Sunoo, kita harus segera memulai operasi OBDS! Operasi Berteman Dengan Sunghoon!"

Sambil duduk bersila, Sunoo mendengar dengan tekun rencana Jaebom.

"Yang pertama!!! Kau harus selalu berada didekatnya untuk membantunya!"

"Yang kedua!! Seringlah tersenyum padanya!"

"Yang ketiga dan yang paling penting!! Karena ia suka Jake sebab ia lucu dan imut, kau juga harus berbuat hal konyol dan imut untuk menarik perhatiannya!"

Sunoo menyimak bahkan mencatat cara cara itu sambil mengangguk angguk penuh semangat. Segera setelah itu ia berdiri sambil menunjuk langit dari jendela kamarnya.

"Lihat saja Park Sunghoon! Kamu akan menyukaiku dan akan berteman denganku!!!" Ucap Sunoo penuh semangat.

.....................................................................

Kim SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang