Jangan di repost ya kakak baik☔
Kim Sunoo adalah salah satu member iland yang berhasil debut menjadi member Enhypen, tapi sayangnya tak ada satupun member Enhypen lain yang menyukainya, mereka membenci Kim Sunoo karena terlalu feminim untuk debut me...
Para peserta sekalian, mulai hari ini ILand mendatangkan koreografer profesional yang akan melatih kalian, jadi semoga kalian bisa belajar lebih banyak darinya, silahkan masuk tuan"
Seorang laki laki muda tinggi besar berumur 19-20 tahunan dengan wajah putih cerah dan beraura dingin memasuki ruangan. Entah mengapa Sunoo merasa familiar dengan wajah itu, "Tuan Shin dari 1 in a million!" Batin Sunoo berteriak, ia kaget bisa bertemu lelaki telah menyelamatkan hidupnya dulu di eps Kristal* kini berdiri didepannya sebagai koreografer!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Halo semuanya, perkenalkan saya Shin dari 1 in a Million, saya akan bekerja dengan kalian, jadi mohon bantuannya." Ucapnya sambil memberi hormat secukupnya. Disambut dengan tepukan tangan meriah dari para peserta tuan Shin berjalan melenggang dan duduk bersama para staff di pinggir ruangan.
Sambil berjalan Shin tak sengaja berkontak mata dengan Sunoo, senyum kecil tersungging di ujung bibirnya. Seakan akan memberi sinyal pada Sunoo bahwa ia masih mengingatnya.
Sementara itu Sunghoon yang duduk tepat dibelakang Sunoo menyadari sinyal itu, ia penasaran respon Sunoo menanggapi senyum itu. Namun ia menahan rasa ingin tahunya.
"Hyung, aku ingin sekali makan Choco Mint, sudah beberapa hari ini aku mengurangi gula, lemas sekali." Bisik Sunoo pada Jake.
"Sunoo ya, apa ada yang menyuruhmu diet?" Bisik Jake pelan.
"Para staff itu mulai memberikan diet ketat padaku, mereka bilang aku agak gendut." Bisik Sunoo di telinga kanan Jake.
"Mereka keterlaluan, mereka juga memberiku jadwal diet ketat padaku." Balas Jake dengan wajah datar.
"Ayo bangun! Kita mulai berlatih!" Teriak koreografer baru sambil bertepuk tangan untuk menyemangati para peserta.
Perlahan lahan lagu mulai di putar dan peserta mulai mempraktikkan gerakan yang pernah mereka pelajari sebelumnya, setiap ada gerakan yang kurang sempurna, pelatih baru itu menghentikan lagunya dan membetulkan gerakan para peserta. Meskipun tergolong keras namun karena pembawaan pelatih itu sabar dan hangat peserta dengan cepat beradaptasi dengan koreografer baru tersebut.
"Sunoo, bisakah kamu menambahkan energi yang lebih pada gerakan terakhir tadi ? Tambahkan senyum lebar akan membawa kesan semangat didalamnya." Lontar Pelatih
Sunoo mengiyakan perintah itu dan memperbaiki gerakannya. Sempurna gerakan itu sangat indah hingga membuat peserta lain terkagum-kagum dan bertepuk tangan.
"Woah Sunoo yaaa! Kerennn!" Teriak Daniel dari ujung ruangan.
"Kerja bagus Sunoo, jempol untukmu dan kalian semua, sudah cukup latihan hari ini, berikan yang terbaik untuk kompetisi besok, jangan takut gagal dan fokuslah pada apa yang ingin kalian berikan, apapun hasilnya, kalian sudah berjuang keras untuk itu, semoga tuhan memberkati kalian semua." Ucap pelatih disambut dengan tepukan tangan para peserta.
Suasana hangat menyelimuti ruang latihan sore itu, riuh rendah candaan mengantar para peserta bergiliran keluar dari ruangan.
Sambil terengah-engah Sunghoon berlari menuju ke arah gedung, ia berhasil kembali ke gedung tepat waktu sebelum pintu gerbang ditutup, kedua tangannya menenteng kresek putih 7 eleven.
Seorang staff menarik tangannya dengan terburu buru. "Sunghoon kau lama sekali! Mereka bisa memecatku kalau ketahuan membiarkanmu keluar sendirian!" Hardik nya sambil meraih sekantong kresek dari tangan Sunghoon.
"Yang mana pesananku?" Desak si staff lagi. "Marlboro kretek merah dan kopi kaleng di kantong yang ini hyung, tenang saja amannn." Bisik Sunghoon sambil menyodorkan satu kantong kresek putih itu pada si staff. Entah bagaimana Sunghoon bisa membeli rokok saat ia masih dibawah umur, yang jelas Sunghoon berhasil menjalin kesepakatan dengan salah satu staff untuk keluar sendiri dan membeli barang keperluannya disaat jam jam larangan keluar.
Setelah menyerahkan pesanan si staff, Sunghoon buru buru masuk ke dalam gedung dengan menyembunyikan kantong kresek lainnya dibalik baju. Diam diam ia masuk kedalam kamar dan memasukkan barang dari kantong itu kedalam paper bag dan memasukkan surat kecil didalamnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sambil mengendap endap Sunghoon berjalan keluar dari kamarnya, didepan pintu Heeseung sudah menyambutnya, ia berdiri sambil menyilangkan lengannya. Ia merebut paper bag tersebut dan membukanya.
Sunghoon yang terkejut dan panik buru buru merebut kembali paper bag tersebut.
"Jadi kau ya ?" Ucap Heeseung sambil tersenyum sinis.
Tak ingin menanggapi Heeseung, Sunghoon hanya berlalu sambil mendekap paper bag itu di pelukannya.
"Hei Park Sunghoon! Kau yang menguntit Sunoo kan selama ini !?" Ucap Heeseung dengan nada tinggi.
Jaebom yang melewati koridor tak sengaja mendengar kegaduhan itu dan memutuskan untuk mendengar keduanya dibalik dinding.
"Kau gila ya ? Apa syaraf otakmu sudah putus ?" Ucap Sunghoon kasar sambil menunjuk kepalanya sendiri, mengisyaratkan kekesalannya.
Heeseung yang kepalang marah langsung merebut paperbag itu dengan kasar hingga salah satu sisinya robek, ia lantas membaliknya hingga isi di dalamnya berjatuhan ke lantai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sunghoon a, akui saja kau adalah stalker gila Sunoo, selama ini kau diam diam memberinya barang dan memperhatikannya! Kau lah yang selama ini mengejar ngejar Sunoo!" Teriak Heeseung, ia sengaja membuat keributan agar semua orang tau seberapa busuk Sunghoon itu.