Orang yang paling kamu hindari sejak zaman sekolah adalah bosmu di kantor.
Orang yang kamu benci semasa sekolah menjadi office boy di kantormu.
Ini kisah dua pria yang harus belajar menerima masa lalu.
Apa kabar semuanya? Semoga masih terhibur bersamaku, ya.
Izinkan aku kembali melanjutkan cerita ini lagi setelah sudah berbulan-bulan.
Sebagai permintaan maaf, aku ada banyak gambar TAMPAN BERDASI untuk memanjakan mata kalian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagi yang belum mengikuti Instagram Rashoura, follow ya supaya kamu bisa ngikuti update-an cerita dan dapet banyak asupan gambar-gambar seperti ini. IG: @ ra_shou (DM dulu/komen ya kalau mau follow karena IG-nya private)
Boleh follow juga aku di Twitter: @ Rayyannareswara
Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. PERINGATAN! Disarankan untuk membaca part ini setelah berbuka, ya.
-Ra
Rayyan Nareswara senang bisa merentangkan lengannya selebar mungkin.
Di atas sofa bed, ia bisa rebah dengan kedua tangan terbuka, otot biseps ke atas.
Lalu, Pak Wis tiba-tiba datang, naik ke alas tidur yang sama, pria itu membuat Rayyan mengatupkan satu lengannya, membiarkan hanya satu lengan yang terbuka ke samping. Pak Wis tersenyum kecil, meletakkan kepalanya pada lengan kukuh Rayyan. Hanya sebuah senyum kecil sudah membuat Rayyan berdebar. Bukan hanya tersenyum, Pak Wis mengendus leher Rayyan pula.
Kak Rayyan wangi. Selalu wangi.
Untung Rayyan baru saja mandi. "Padahal saya belum pakai parfum atau apa malam ini."
"Enggak perlu. Kak Rayyan punya wangi sendiri. Feromon natural."
Rayyan mendengus. "Kamu bisa nyium? Wangi saya kayak gimana?"
Suara itu terdengar seperti bisikan. "Hm ... kayak buah. Buah yang manis. Kiwi, markisa, ditambahi madu." Hidung Pak Wis menyusuri lekuk lembut di leher Rayyan saat ini, bibirnya menggesek pelan. "Dan kalau dihirup lebih lama, bisa kecium wangi pekat kayak teh hitam juga."