Dasi 43

2.8K 218 60
                                        

Haiii selamat Hari Minggu. Maaf update kemaleman.

Ada yang kangen gak sama adegan panas Rayyan dan Shouki di tenda pas zaman SMA? Ada gambar 18++ nya ini di Instagram @ ra_shou . Cek ya di sana.

Seperti biasa, bacanya jangan pas lagi puasa, ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti biasa, bacanya jangan pas lagi puasa, ya. Silakan baca cerita ini setelah berbuka puasa. Enjoy!




Rayyan Nareswara tak dapat menjawab bila ditanya: Berapa kali ia bermimpi tentang Shouki Wisanggeni?

Mimpi itu lebur saat Rayyan terjaga dan menghirup udara pagi. Udara yang mengingatkannya akan rasa sakit kehidupan. Namun, kali ini Rayyan bermimpi tentang Shouki lagi, dan saat ia terjaga, dia merasa masih bisa menghirup udara dari alam mimpi. Rayyan bangun di atas ranjang hotel dalam keadaan tersengal. Suaranya serak.

"Shouki .... "

Shouki.

Shouki.

Rayyan membenamkan muka ke telapak tangan. Mimpi tentang Shouki sering terasa nyata dan mengerikan—terlalu mengerikan hingga ia tak tega untuk menceritakannya.

Dalam mimpi, ia melihat Shouki Wisanggeni sedang menenteng bola basket di tangan kanannya, dan tas ransel di tangan kirinya. Sepatu sekolahnya terikat dengan benar. Ujung kemeja seragam SMA-nya dimasukkan ke dalam celana dengan rapi. Ia turun dari angkot, berjalan melewati pagar gerbang SMA, segalanya tampak biasa saja.

Sampai Shouki berjalan melewati wajah-wajah seniornya yang menatapnya dari atas ke bawah.

Suara mencemooh itu menggema di koridor.

"Tuh, liat. Si Shouki anak basket tuh."

"Belagu. Masih sakit hati gue ngeliat dia nolak Amel. Sok kecakepan banget."

"Maho dia. Dia gituan sama si Rayyan di tenda kan? Jijik."

"Kerjain aja lah. Maho tempatnya di neraka."

"Rayyan juga udah keluar dari sekolah ini, kok. Aman. Enggak ada kabar lagi sekarang."

"Iya, udah mati kali si Rayyan. Mati kayak bokapnya."

"Bokap si Rayyan matinya jelek banget! Matinya bener-bener yang melet gitu. Maan, azab kubur is real."

"Ha ha ha."

"Enggak ada yang bakal belain si Shouki."

"Kita kasih pelajaran aja si Shouki? Pulang sekolah."

Di mata mereka, Shouki adalah objek untuk di-bully.

Tengkuknya panas. Shouki mendengar semuanya, memilih abai.

Shouki tak mau berurusan dengan kakak kelas, teman seangkatan, siapa pun.

Tampan Berdasi (MxM)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang