Istri Suka Tantangan Part 2

7.5K 21 0
                                    


Tepat jam 8 malam, kami berpakaian untuk keluar mencari tempat makan malam. Karena CD ku yang sudah basah karena dipakai mandi bersama mas Dian tadi, akhirnya aku keluar makan malam dengan mas Dian tanpa menggunakan CD ku. Risih awalnya merasakan kondisi ini, ketika m*m*kku harus bergesekan dengan celana jeansku. Tapi entah kenapa, ketika kugunakan berjalan aku mendapatkan sensasi luar biasa ketika gesekan antara m*m*k dan celana jeansku kurasakan malah membuatku horny. Jadi selama makan malam, sembari ngobrol dengan mas Dian, aku malah lebih sering merapatkan kedua pahaku untuk mendapatkan gesekan-gesekan di area m*m*kku.

Pertemuan malam itu berakhir sampai jam 9 malam, mas Dian mengantarkanku pulang ke rumah. Aku mendekap erat tubuh mas Dian selama perjalanan pulang, karena hawa dingin setelah hujan deras. Iseng kugesek-gesekkan bongkahan susuku ke punggungnya. Meskipun tidak ada reaksi yang berarti darinya, aku yakin dia menikmati kenyalnya susuku. Sampai di rumah, dia pamitan kedua orang tuaku, lalu berpamitan kepadaku. Diciumnya keningku dengan lembut, lalu berbisik kalimat yang membuatku berdesir, "Susumu nafsuin banget" katanya.

Hari itu, aku dijemput mas Dian pukul 8 pagi di belakang kantorku. Meskipun sudah sampai di belakang kantorku, sejatinya hari itu aku sudah merencanakan untuk bolos kerja dan pergi jalan-jalan bersama mas Dian. Aku WA ke bosku untuk minta ijin hari ini tidak masuk kerja, Ternyata bu boss bisa mengerti dan memberiku izin tidak masuk kerja hari itu. Setelah memastikan bahwa ijin dari boss ku sudah turun, aku lantas memberikan kode kepada mas Dian untuk jalan. Hari itu kami akan jalan-jalan ke area pegunungan yang memang sering kami tuju sebagai tempat bersantai. Tempatnya yang berhawa dingin khas sejuknya pegunungan memang membuat kami tidak bosan mengunjungi tempat itu. Butuh waktu sekitar 45 menit dari kantor menuju area pegunungan tersebut. Lantas kami singgah di restoran yang cukup mahal di wilayah itu.

Hari itu memang hari spesial, karena memang di hari itu mas Dian berulang tahun. Aku dan mas Dian ingin menghabiskan waktu seharian untuk berduaan. Kuucapkan selamat ulang tahun untuknya, setelah hidangan yang kami pesan sudah lengkap tersaji di meja. "Terima kasih sayang..." ucapnya kepadaku sambil mengecup keningku. Suasana saat itu memang sangat mendukung, selain karena kami berkunjung saat weekday yang artinya tidak seramai hari libur, kami tiba di area itu terbilang masih cukup pagi. Meskipun memang area depan sedikit ramai oleh para pengunjung yang datang rombongan, sepertinya rombongan reuni para usia lanjut. Sementara kami memilih area belakang yang bisa langsung melihat areal pertanian.

Kami menghabiskan waktu bercanda dan ngobrol-ngobrol hingga sekitar 2 jam. Setelah hidangan yang kami pesan habis, sebenarnya kami berencana melanjutkan perjalanan ke taman wisata yang tidak jauh dari restoran. Tapi aku bilang ke mas Dian untuk mengurungkan rencana itu, mendung yang tebal sepertinya akan membuat kegiatan kami menjadi tidak menarik. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk pulang saja ke rumah mas Dian.

Benar saja, sesampai di rumah mas Dian hujan pun turun dengan derasnya. Untung saja kami sudah sampai, sehingga kami tidak perlu kehujanan di jalan. Kami pun segera masuk ke rumah mas Dian. Di dalam rumah, mas Dian langsung berganti pakaian. Kaos belel dan boxer andalannya. Aku pun melepas tas dan jaketku, lalu kugantungkan di kamarnya. Seperti biasanya di rumah mas Dian, kami selalu menghabiskan waktu untuk tidur berdampingan di kamarnya, sembari ngobrol dan bercanda mesra.

Hari itu, aku sengaja mengenakan salah satu kemeja casual milikku yang sedikit ketat, dan seperti biasanya dengan bawahan celana jeans. Kemeja casual kuini aku pilih untuk mendukung rencanaku hari ini, memberikan hadiah spesial untuk kekasihku, mas Dian. Tapi kalian jangan berpikir kalau aku akan menyerahkan keperawananku ya. Aku pikir kemejaku yang itu sepertinya akan memudahkan mas Dian untuk melepasnya.

Ngobrol-ngobrol berdua diatas kasur, mas Dian pun nyeletuk "Nenen Boleh ?" Aku pun tertawa mendengarnya. Terdengar lucu mas Dian melontarkan kalimat itu, layaknya seorang anak yang sedang minta disusui ibunya. Aku pun mengangguk perlahan menyetujui permintaannya. Mas Dian tampak sigap ingin segera melucuti kemejaku. Ku Tepis tangan, dia bingung. Aku bangkit dari posisi tidurku, kududuki mas Dian sehingga kini aku otomatis berada di atasnya. Aku mulai menjalankan rencanaku untuk memberikannya hadiah spesial. Kutempatkan tonjolan k*nt*l mas Dian sehingga tepat dibawah m*m*kku. Mas Dian melihatku masih dalam keadaan bingung. Perlahan tapi pasti, kulepas satu persatu kancing kemejaku dari atas sampai bawah sambil sedikit bergoyang, yang membuat k*nt*l mas Dian semakin mengembang di dalam boxernya. Setelah semua kancing kemejaku terlepas, kubuka kemejaku sehingga praktis kedua bongkahan susuku yang masih terbungkus bra terpampang nyata di depan mas Dian.

Istri Suka Tantangan (Cuck0ld Warning)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang