Istri Suka Tantangan Part 6

5.4K 17 0
                                    


POV Mas Dian

Hari ini aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke daerah pegunungan bersama istriku. Rencananya aku akan disana 3 hari 2 malam, menghabiskan waktu jeda ku yang sibuk dengan tugas-tugas dan bisnisku. Aku telah menyewa sebuah rumah mungil tapi mewah disana untuk kami tempati selama disana dari sebuah situs penyewaan properti online.

Dengan harga Rp 750.000 per malam saja, aku sudah bisa mendapatkan semua fasilitas di rumah itu. Rumahnya memang mungil, aku tak yakin berapa luas rumah itu. Tapi dari informasi yang aku dapat, rumah mungil itu terdiri dari teras, ruang tamu, 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan area ruang keluarga yang menyatu tanpa sekat dengan dapur. Di bagian belakang, ada kolam renang kecil dan kebun yang ditanami rumput hias. Rumah ini hanya dikelilingi pagar bambu yang renggang, mirip pagar perkebunan di sekitarnya. Meskipun cukup tinggi, tapi renggangnya antara batang bambu satu dengan lainnya membuat siapapun bisa melihat aktivitas di kebun belakang dari luar. Rumah mungil itu juga dipenuhi dengan tanaman-tanaman hias beraneka ragam, kental sekali nuansa alam yang dimunculkan.

Tak hanya untuk menyegarkan penat pikiranku dengan segala urusan bisnisku, aku berniat memberikan pengalaman liar untuk istriku. Aku ingin mengenalkannya dengan variasi-variasi bercinta agar selalu bisa memberikan sensasi tersendiri dengan segala tantangannya. Aku ingin bebas mencumbunya di tempat yang belum pernah kami coba sebelumnya. Yaitu di luar ruangan. Ya, aku ingin mencoba hal baru dengan bercinta di luar ruangan. Itulah mengapa aku menyewa rumah mungil itu yang memiliki kebun dan private pool di belakang rumah.

Selama ini di rumah memang kami sudah mencoba di semua ruangan, baik itu di ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi, dapur dan tentunya kamar tidur kami. Aku bahkan kadang mencumbu dan menikmati empotan m*m*knya ketika dia sedang sibuk masak atau cuci piring di dapur.

Aku sengaja tak memberi tahukan rencanaku itu kepadanya. Ingin mengetahui responnya setelah nanti sampai disana. Apakah pengalaman barunya bisa memberikan gairah dan birahi yang lebih kepadanya. Aku sendiri sudah hafal dengan gelagatnya, ketika dia merasakan horni luar biasa, tanpa rangsangan sentuhan pun pasti cairan cintanya akan membanjir di celana dalamnya.

Sekitar jam 7 pagi kami sudah bangun untuk mempersiapkan keperluan perjalanan wisata kami. Setelah selesai mandi, aku mengintipnya di dalam kamar sedang menata pakaian dan keperluan kami di tas. Aku berencana untuk mengambil dalaman yang sudah dia letakkan di dalam tas, sehingga nanti selama dia disana, dia tak perlu memakai dalaman lagi. Dinginnya area pegunungan pasti akan memberikan rangsangan terbaik di puting dan m*m*knya. Tak sabar aku melihat mancungnya puting istriku dan merembesnya cairan cinta miliknya di balik lingerie-lingerie yang dia bawa.

Aku berhasil mengamankan dalaman istriku untuk kusembunyikan di tumpukan pakaian kotor kami ketika dia keluar kamar untuk mengambil sesuatu di dapur. Dia tak mengetahui aku sudah menyelinap ke kamar tidur karena sebelumnya aku berada di luar mempersiapkan motor untuk perjalanan kami. Aku kembali ke depan rumah setelah berhasil menyelesaikan aksiku. Aku mengintip dari balik jendela, dia sudah kembali masuk ke kamar tidur.

"Sudah siap semuanya ?" tanyaku padanya setelah aku memasuki kamar tidur kami.

"Udah mas, cuman bawa tas sama bungkusan bekal yang ada di meja tuh". Jawabnya sambil mengusung tas kami ke depan rumah.

"Ya udah, berangkat yuk..." Ajakku kepadanya setelah kami memastikan semuanya sudah sesuai daftar rencana. "Request ku udah ?"

"Udah mas. Nanti mas tahu sendiri kok." jawab istriku menjelaskan dia telah memenuhi permintaanku.

Aku bergegas naik ke atas motor, diikuti dengan istriku yang membetulkan posisi bokongnya di jok belakang. Kami berangkat sekitar pukul 7.45 dari rumah dengan perasaan suka cita. Istriku memang menantikan saat liburan kami, karena biasanya aku mengajak istriku 2 kali dalam sebulan untuk jalan-jalan ke luar kota. Tapi karena kesibukan, bulan ini kami baru sempat refreshing kali ini saja. Aku memacu motorku dengan kecepatan sedang penuh kewaspadaan, mengingat jam itu merupakan jam sibuk mereka yang sedang berangkat kerja.

Istri Suka Tantangan (Cuck0ld Warning)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang