Patrick kemudian mengajak Han agar memegangi kedua tangan istriku. Sementara istriku yang tidak tahu apa-apa pun meronta-ronta berusaha melepaskan diri.
"Kamu kenapa mas ?" Tanya istriku dengan terisak. Aku yang diikat mulutnya pun tak bisa menjawab pertanyaan istriku. Chris lantas mendekati istriku, dan kemudian membelai puting payudara istriku sambil tersenyum ke arahku.
Plaaaaakkk.. Tiba-tiba payudara kanan istriku ditampar dengan keras oleh Chris. Meninggalkan bekas merah di permukaan kulitnya.
Kemudian dia berputar, berdiri di belakang istriku. Diremasnya payudara istriku dari belakang, kemudian dengan gemasnya terus diremas sambil sesekali ditariknya kedua puting itu. Istriku hanya bisa terisak memohon mereka menghentikan aksinya.
Felix yang sepertinya paham bahwa situasi sudah tidak menguntungkan lagi bagiku menambah petaka malam itu. Tanpa diperintah dia kemudian menghampiri istriku, jongkok di depannya dan kemudian mengelusi vagina istriku. Kini di depanku tersaji pemandangan istriku yang sedang telanjang bulat, dikelilingi oleh 4 pria yang siap menerkamnya. Chris di belakang meremasi kedua payudaranya, Felix kemudian menjilati vaginanya, sementara Patrick dan Han memegangi kedua tangannya.
Aku yang memang dari tadi sudah tersulut emosi tentu saja marah melihat apa yang tersaji di kedua mataku. Namun sepertinya batang k*nt*lku mengkhianati kemarahanku. Melihat istriku dilecehkan seperti itu, batang k*nt*lku justru mengeras maksimal. Dan apesnya Patrick melihat hal itu.
Sambil tetap memegangi tangan istriku, dia pun kemudian berkata pada istriku, "bu Nisa, sepertinya suami anda terangsang melihat istrinya dicabuli." Sambil tertawa senang dia berkata hal itu pada istriku.
"Sudah, tolong lepasin. Maafkan kami" Istriku kembali memohon sambil terisak. "Bu Nisa, tolong lepaskan celana suamimu, kasihan nanti bengkok k*nt*lnya ketahan sama celana. Hahaha.. " Perintah Patrick pada istriku.
Ditariknya istriku agar lebih mendekat padaku. Kini istriku sedang bersimpuh di depanku yang masih terikat, kemudian dengan takut-takut dilepasnya celana sampai mata kaki. Kini keluarlah batang k*nt*lku sehingga dapat dilihat oleh mereka, tegangnya k*nt*lku saat ini.
"Coba berikan sedikit kenikmatan pada k*nt*l suamimu bu Nisa." Perintah Patrick. Istriku yang masih dihantui rasa ketakutan hanya bisa menuruti perintah Patrick. Sambil malu-malu dipegangnya batang k*nt*lku, dan dibelainya perlahan. Tangannya naik turun lembut mengocok k*nt*lku. Diselingi dengan jilatan dan sedotan hangat mulutnya. Aku yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menggeram dan meronta-ronta. Secara perlahan tempo sedotan dan belaian tangan istriku makin cepat hingga kurasa aku sudah akan mencapai puncak.
Makin cepat kini tempo oral seks yang diberikan istriku, aku makin blingsatan tak jelas. Ya, aku akan klimaks karena hangatnya mulut istriku. Tepat saat aku akan mencapai puncak, istriku menghentikan kegiatannya. Dan kemudian ambruk di depanku. Aku yang sedang nanggung tentu saja marah. Aku menggeram keras dan meronta-ronta dengan hebat. Puncak yang di depan mata harus sirna karena istriku berhenti memberikan kenikmatan ke k*nt*lku.
Patrick kemudian menarik bangkit istriku, agar istriku berdiri tepat di hadapanku. Dengan gontai istriku berdiri. Patrick langsung menyambar kedua payudara istriku, direngkuhnya kedua payudara itu dan kemudian dibenamkan kepalanya ke gundukan indah istriku. Kini Patrick sedang asyik menikmati kedua payudara istriku. Dijilati seluruh permukaannya, disedoti kedua putingnya, dan kemudian diremas dengan sekuat tenaga.
Melihat Patrick seperti itu, Han kemudian mendekat menghampiri istriku, dan kemudian sedikit menarik pantatnya. Istriku sekarang sedikit membungkuk, dengan Patrick masih menikmati kedua payudaranya, sementara Han sedang menjilati lubang anus dan vagina istriku. Sungguh pemandangan yang erotis.

KAMU SEDANG MEMBACA
Istri Suka Tantangan (Cuck0ld Warning)
RomanceKarena novel 18+ memiliki konten yang bisa mengandung tema dewasa, penting untuk membaca dengan bijak dan mempertimbangkan preferensi pribadi. Tetap pastikan bahwa apa yang Anda baca sesuai dengan batasan dan nilai yang Anda pegang. Jika Anda merasa...