Zeno mengikuti chika yang tadi berlari kekamar,saat masuk ternyata disana ada nenek yang duduk dimeja makan dengan banyaknya menu disana
"zeno,ada apa dengan istri mu? Dia terlihat sangat kesal dan berlari kekamar,kamu berbuat apa sampai dia seperti itu"tanya nenek yang melihat raut wajah chika
"dia tidak mau pulang nek,zeno tidak mungkin membiarkan nya kedinginan,nenek tau kan bagaimana dinginnya udara malam, jadi dia kesal karena zeno memaksa nya untuk pulang"jelas zeno pada nenek
"yasudah kamu bujuk istri kamu,ajak dia untuk makan bersama disini, tenangkan hatinya yang kesal"ucap nenek
"iya nek, zeno kekamar dulu"pamit zeno diangguki nenek
Zeno berjalan kedalam kamar saat pintu terbuka zeno melihat chika yang duduk diatas kasur dengan wajah yang masih ditekuk zeno pun perlahan menghampiri dan duduk disamping chikaa tapi gadis itu memalingkan wajahnya
"Ngapain lo"kesal chika saat zen semakin mendekati nya
"udah ah jangan marah marah mulu,aku ngajak kamu pulang karena diluar tu dingin chika,aku ga mau kamu sakit karena kedinginan,kalau emang masih mau main besok aku ajak ketempat yang bagus"ucap zeno menatap chika
"beneran ya!,dan gue ga mau pulang nya cepat kayak tadi,ga seru bgt"ucap chika
"iya,besok kita pergi lebih pagi biar lebih lama mainnya"ucap zen diangguki chika
"ayok keluar,nenek udah masak banyak buat kita makan"ajak zen berdiri lebih dulu
chika mengikuti langkah zen untuk pergi kemeja makan, sampai nya disana mereka langsung menikmati makanan yang nenek masakan untuk mereka
"nenek senang melihat kalian akur kembali, jangan terlalu lama marahan jika bertengkar, tidak baik nak"ucapan nenek yang diwakili ponselnya,nenek kembali menerjemahkan bahasa Indonesia agar chika juga mengerti.
"iya nek"jawab zen
"kalian kesini untuk honeymoon kan?, jangan lupakan cicit nenek ya,nenek ingin sekali menggendong cicit"nenek lagi lagi menerjemahkan tapi kali ini membuat chika tersedak
"uhukkk.."batuk chika menepuk dadanya
"minum dulu"ucap zen dengan cepat memberikan chika minum dan mengelus punggung chika agar lebih baik
"gue gpp kok"ucap chika menyingkirkan pelan tangan zen yang mengelus punggung nya
"jangan didengerin, lanjutin makan aja"ucap zen yang mengerti chika tidak nyaman dengan pembahasan, sedangkan chika hanya mengangguk canggung
"nenekk, jangan membicarakan itu dulu,kami masih sama sama belum siap,dan sekarang bukan waktunya,kami kesini hanya sekedar liburan,zeno harap nenek tidak membahasnya lagi, maafin Zeno"ucap Zen memberi pengertian
"baiklah, maafkan nenek yang juga membuat istri mu kaget,nenek tidak akan membahasnya lagi"ucap nenek dengan wajah sedikit merasa bersalah
"gpp nek,zen mengerti maksud nenek baik"ucap zeno tersenyum
"ah nenek jadi sedih"ucap nenek yang tiba tiba menunduk
zeno pun beralih untuk duduk disamping neneknya,zeno memeluk wanita rapuh itu,jika seperti ini zeno tau kalau nenek pasti memikirkan suaminya karena tidak ada hal lain yang membuat nenek menangis jika bukan kepikiran sang suami
"nenek sedang merindukan kakek?"tanya zeno lembut
"sangat,nenek sangat merindukan nya"ucap nenek lirihhh
"zen?nenek nangis kenapa?"tanya chika yang ikut sedih melihat wanita itu
"gpp,kamu lanjutin makan aja udah,nenek keingat sama kakek"ucap zeno
![nikah karena wasiat [chikzee]](https://img.wattpad.com/cover/377785313-64-k918151.jpg)