²⁷

2.9K 186 2
                                        

setelah pulang dari panti mereka berdua langsung mandi membersihkan diri mereka, setelah itu keduanya keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian masing-masing

"sayang aku kebawah duluan ya,aku siapin makanan yang tadi kita beli"ucap zen mengecup puncak kepala chika lalu keluar dari kamar

chika tidak mengikuti tapi ia berjalan meja rias untuk memakai Cream wajah seperti biasanya, setelah selesai chika baru turun kebawah dan disambut oleh zen dengan makanan yang sudah tertata dimeja makan

"sini sayang"ajak zen menarik tangan chika untuk duduk disamping nya

zeno mengambil tusukan sate yang tadi mereka beli dan menyuapi chika tidak hanya sate yang mereka beli tapi mereka juga membeli dimsum untuk mereka berdua zen juga menyuapinya kemulut Chika dan sesekali dirinya sampai makanan itu habis

"sayang,aku kasian deh liat michi tadi,kenapa ya rasanya aku jadi berat buat ninggalin dia,mana anaknya lucu bgt lagi"ucap chika menyender pada bahu zen

"sama syg,aku juga sedih liat anak sekecil itu harus tinggal di panti,dia masih butuh bimbingan kedua orang tua,tapi dia harus belajar hidup sendiri dari kecil "ucap zeno mengelus rambut chika

"aku pengen deh nanti kalau punya anak tu kayak michi,dia lucu bgt tau, terus anaknya juga kayaknya penurut bgt,aku jadi pengen cepat cepat punya anak"ucap chika membayangkan betapa lucunya jika ia memiliki anak seperti michi

"kamu mau punya anak?"tanya zeno menatap chika, tentu saja naluri laki laki,ia tidak akan bisa tahan jika pembicaraan nya seperti ini

"mau dong,ya kali udah nikah ga mau punya anak zen sayang bgt ga sih"ucap chika menatap heran zen

"bikin yuk?siapa tau kalau kita selalu bikin nanti bisa jadi lohh"ucap zen menggoda chika,ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan karena tidak selalu kesempatan ini akan datang

"apasih!otak kamu ini ya makin binal tau ga,sejak kapan sih kamu kayak gini hmm,aku jadi takut "ucap chika berbalik dan sedikit menyentil dahi zen

"sejak sekarang sayang, pokoknya aku ga terima penolakan,tadi kan sempat tertunda karena bocil "ucap zen yang langsung menggendong chika dan membawa chika kekamar baru mereka

zeno membaringkan chika terlentang disana dan dirinya membuka semua baju yang ada ditubuhnya chika yang melihat itu hanya bisa memalingkan wajahnya karena salting melihat tubuh zen, setelah terlepas semua zen menindih tubuh chika dan melumat habis bibir manis itu

mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka yang tadinya tertunda,zen terus menggempur chika sampai mereka mencapai puncak kenikmatan,kamar yang baru mereka tempati itu dipenuhi oleh suara indah keduanya memanggil namanya bahkan jeritan serta desahan halus keluar dari mulut manis chika yang membuat zen semakin bersemangat

setelah keduanya sudah tidak mempunyai tenaga lagi mereka akhirnya selesai dan zen langsung mendekap tubuh chika yang kini setengah sadar karena ulahnya

cup

"makasih sayang"ucap zen mengecup kening chika dan menghapus keringat yang membasahi wajah cantik chika

"Bayi cepat kesini bayi, nanti kalau kamu kesini papa beliin banyak mainan,papa tunggu kamu disini ya"ucap zen mengelus perut chika yang tidak terhalang oleh apapun

"kamu sehat kn? disini belum ada bayinya sayang,ga mungkin langsung jadi kan kita baru ngelakuin"ucap chika mendongak menatap heran suaminya itu bagaimana bisa langsung jadi padahal mereka baru melakukan nya beberapa kali belum berkali kali

"Mangkanya harus diajak ngobrol dulu perut kamu biar dia cepat hadir,aku ga sabar tau pengen punya bayi, pasti lucu"ucap zen yang kini malah tidak sabaran

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang