³¹

3K 278 18
                                        

"chik kita lebih baik pulang sekarang,kita kerumah orang tuanya zen,siapa tau dia disana dan kita bisa jelasin sama dia,aku minta maaf chik aku benar benar ga bermaksud buat ngerusak rumah tangga kamu"ucap tian melepas pelukannya dari chika

"minta maaf ga ada gunanya tian,kita harus cepat kerumah mama aku ga mau zeno ninggalin aku Tian,aku ga mau pisah sama zeno"ucapnya mendongak menatap tian dengan air mata mengalir deras

"aku bantu berdiri"ucap tian membantu chika untuk berdiri dan membawanya kemobil

tian langsung melajukan mobilnya dengan arahan chika untuk pergi kerumah zeno dengan harapan pria itu ada disana dan bisa menjelaskan apa yang sebenarnya,saat sampai disana chika langsung berlari masuk kedalam rumah

"ZENO KAMU DIMANA SAYANGG"teriak chika menggelegar diseluruh ruangan rumaah yang membuat penghuninya bergegas menghampirinya

"chika kenapa teriak teriak hey?ini kenapa kamu nangis kayak gini?dimana zeno?dimana suami kamu kenapa nangis kayak gini"ucap gracia khawatir,ia menenangkan chika dengan memeluk erat chika dan mengelus punggung nya

"hiks chika minta maaf ma,chika bodoh chika ga bisa menjaga rumah tangga chika hiks,zeno pergi ninggalin chika ma,zeno udah ga mau sama chika hiks,chika mohon bujuk zeno ma,chika ga bisa tanpa zeno"ucapnya terduduk dan memeluk kaki gracia yang membuat gracia semakin Bingung

"kamu kenapa sayang,apa yang sebenarnya terjadi?ada apa sama zeno?"tanya gracia kembali membangun chika

"sini kita keruang keluarga,ayok nak kamu juga ikut"ajak gracia pada tian

saat berada di ruang keluarga ternyata disana juga ada Christy dan juga sean yang tengah menonton, mungkin karena suara tv yang besar membuat mereka tidak mendengar keributan yang terjadi

"ehh,lohh kok kak chika nangis?"tanya christy kaget

"ini kenapa ma? terus laki laki ini siapa?"tanya sean yang ikutan kebingungan

"jangan banyak tanya dulu beb,aku minta tolong kamu hubungi mbak Aya dulu suruh kesini,biar mereka yang menjelaskan nantinya"ucap gracia karena ia tidak mungkin memaksa chika berbicara sekarang apalagi gadis itu menangis tanpa henti

"yaudh aku hubungi aya dulu"ucap sean meninggalkan mereka dan menghubungi aya

*****

didepan sebuah toko yang tidak jauh dari mall yang dimana kejadian tadi terjadi,zen masih didalam mobil tanpa berniat mengendarainya,ia menatap kosong kedepan dengan air mata yang sesekali terjatuh kebawah

hatinya terasa teriris saat melihat dan mendengar apa yang tadi keduanya katakan,ia masih tidak menyangka kalau chikalah yang tian maksud,dan ternyata chika juga masih mencintai tian

"sha hidup berat bgt sha, ternyata ga cukup kehilangan kamu, sekarang aku harus kehilangan chika,aku ga mau egois sha,aku ga mau maksa seseorang buat sayang sama aku sedangkan dia masih ga bisa lepas dari masa lalu nya,aku harus apa sha?apa aku harus nyusul kamu?apa aku emang ditakdirkan untuk kamu sha?apa aku harus ikut kamu kesana?"ucapnya lirih

"ternyata benar sha,yang dikatakan orang orang itu benar,kalau ga semua cinta harus kita memiliki,dan aku sadar,kalau aku emng ga bisa mendapatkan cinta chika, bahkan cinta kamu sekalipun, alasan kamu ninggalin aku karena itu kan sha? karena kamu tau aku bukanlah orang yang bisa kamu cintai, bahkan kamu ninggalin aku dengan rasa sakit dan bersalah yang sangat luar biasa"

"Pantas ga ada satupun yang bisa mencintai aku sha, ternyata ini hukuman ya?atau mungkin emang takdirnya aku bukan buat siapa siapa sha karena tuhan tau aku ga pantas buat siapapun, mungkin ini hukuman buat aku karena ga bisa menjaga kamu,dan tuhan tau sampai kapanpun aku ga bakal bisa menjaga wanita manapun"

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang