²⁰

4.7K 346 20
                                        

kini keduanya sudah berada di bandara diantar oleh nenek, awalnya mereka menolak untuk diantar tapi karena nenek memaksa akhirnya nenek pun ikut kebandaraan bersama mereka

"nenek kami pergi dulu,nenek hati hati pulangnya,kalau sudah sampai jangan lupa kabarin zen ataupun chika,jaga diri baik-baik disini nek"ucap zen memeluk nenek

"pasti sayang,nenek akan menjaga diri dengan baik disini,kalian juga harus menjaga rumah tangga dengan baik, jangan sampai rumah tangga kalian rusak hanya karena masalah sepele ya,nenek menantikan kabar baik dari kalian"ucap nenek membalas pelukan zeno

"pasti nek,zeno akan berusaha untuk bijak dalam membina rumah tangga zeno"ucap Zeno melepas pelukannya

nenek beralih menatap chika dan membelai lembut wajah chika setelah itu nenek pun memeluk chika dan berbisik

"jagalah cucuku nak,dia sangat terpuruk karena kehilangan, jangan sampai dia juga kehilanganmu,nenek harap rumah tangga kalian selalu dalam keadaan baik"ucap nenek tanpa penerjemah apapun ia sudah belajar kalimat itu dari kemarin

"tentu,chika pasti menjaganya "ucap chika membalas pelukan nenek

"pergilah,kalian akan terlambat nanti "ucap nenek kembali pada bahasanya

"baiklah,kalau begitu chika dan zeno pamit dulu nek"ucap zeno mengambil tangan chika dan menggenggam nya lalu satu tangan lagi melambai pada nenek

"我先去,奶奶 Wǒ xiān qù, nǎinai (aku pergi dulu nek)"teriak zen sebelum mereka semakin jauh

Nenek juga melambaikan tangannya setelah keduanya tidak terlihat nenek pun memutuskan untuk kembali kerumah

"akhirnya kita pulang,aku pengen ketemu mami"ucap chika senang

"sampai disana nanti kita langsung kerumah mami gpp kan zen?aku soalnya udah kangen bgt sama mami"ucap chika menatap zen

"iyaa nanti kita langsung kesana,kalau mama sama papa bisa ditelfon, suruh mereka kerumah mami juga"ucap zen merangkul pinggang chika

"diliat orang ih"ucap chika kaget

"biarin aja,kamu ga boleh jauh jauh dari aku"ucap zen posesif

"Padahal kita deket bgt loh"ucap chika heran

"setelah semalam,entah kenapa kayaknya aku ga mau kalau kamu jauh dari aku,aku mau kamu terus sama aku"ucap zen tersenyum saat kembali mengingat momen mereka semalam

"yang bener?"tanya chika

"iya bener,ntar dijakarta lagi ya?"pinta zen tersenyum tanpa dosa

"engga MAUUUU"ucap chika berlari sambil menarik kopernya

"Jangan lari nanti jatohhh"teriak zen yang ikut berlari mengejar chika

mereka berdua sudah ada didalam pesawat, chika bersandar dibahu zen sambil memainkan jari jari zen,ia mengantuk tapi matanya tidak bisa tidur, sedangkan zen dengan sabar mengelus rambut chika yang bersandar dibahu nya

"zen kira kira kalau kita sekolah bareng, terus ada yang nanya kita berdua ada apa,kita harus jawab apa?"tanya chika masih memainkan jarinya

"kalau kamu ga keberatan,kita bisa bilang kalau kita pacaran,atau kalau emng kamu ga siap,kamu bisa bilang kalau aku teman kamu"ucap zen yang tidak mempermasalahkan apapun tentang itu

"aku bakal bilang kalau kita pacaran, mungkin yang tanya nanti cuman beberapa doang, karena ashel sama eli kan udh tau kalau kita nikah"ucap chika ia memang punya banyak teman tapi yang sahabat itu cuman ashel dan eli yang memang sahabat chika dari kecil

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang