²⁸

3.3K 232 13
                                        

pagi harinya kini kembali seperti biasanya yang dimana zen akan terbangun lebih dulu dari pada chika,zen bangun sangat pagi sekali dan zen pergi kedapur tanpa membangun'chika yang masih betah dikasur

zen berniat untuk menghangatkan makanan yang semalam masih tersisa, mereka memang membeli cukup banyak kemarin jadi mereka bisa memakannya untuk sarapan pagi ini,saat sedang sibuk memanaskan kembali makanannya tiba tiba ada tangan halus yang memeluk tubuh zeno dari belakang

dengan wajah kagetnya zeno menoleh kebelakang dan melihat cantiknya yang tersenyum manis padanya "good morning sayang"sapa chika menatap zen

"morning to"ucap zen mengelus tangan chika yang melingkar diperutnya

"kamu kok ga pernah bangunin aku sih, padahal aku pengen belajar tau jadi istri yang baik buat kamuu,aku pengen belajar masak aku pengen belajar nyiapin semua keperluan kamu"ucapnya memandangi wajah zen dengan ekspresi cemberut

zen mendengar itu tersenyum gemas ia mematikan kompor nya dan berbalik menatap chika,zen menangkup wajah chika "kamu ada sama aku aja sebenernya udah cukup sayang,tapi kalau kamu emng mau belajar itu juga lebih baik, nanti kamu bisa minta ajarin sama mama atau mami kalau mau ya? masalah bangun tidur,aku ga bakal tega bangunin kamu yang tidurnya nyenyak bgt sayang,aku lebih suka kamu tidur cukup dengan bangun sendiri tanpa aku bangunin, mungkin aku bangunin kamu kalau waktu mepet seperti kita pergi sekolah,jadi kamu ga perlu merasa ga berguna ya, dengan adanya kamu itu udah cukup bagi aku" ucap zen sembari mengelus lembut pipi chika dengan kedua tangannya

chika hanya bisa tersenyum karena ucapan zen yang membuatnya tersentuh ia pikir semua laki laki akan menuntut wanitanya bisa memasak ataupun membereskan pekerjaan rumah tapi berbeda dengan zen,pria itu malah memikirkan dirinya dan juga perasan nya yang membuat chika semakin merasa bersyukur karena memiliki zen

"makasih sayang"ucapnya memeluk zen dengan senang hati ia menyambut pelukan hangat yang Chika kasih

"sekarang kamu mandi gih habis itu kita sarapan biar nanti ga telat"ucapnya mengecup dahi chika

ia mengangguk, sebelum dirinya pergi chika juga mengecup singkat pipi zen lalu berlari kekamar mandi zen hanya bisa menampilkan senyumnya karena tingkah chika yang menurutnya sangat lucu

"aku bersyukur punya chika, semoga rumah tangga aku bisa berjalan dengan lancar dan terus kayak gini"gumma zen tersenyum

zen kembali menyiapkan makanan nya dan menarunya dimeja makan,zen duduk disana sambil menunggu chika tak lama kemudian chika pun datang menghampiri nya

"udah cantik belum"tanya chika memutarkan tubuhnya,zen menarik tangan chika sampai gadis itu kini duduk dipangkuan nya

"kamu selalu cantik chik, sampai kapanpun kamu selalu cantik"puji zen mengecup bibir chika singkat

"kamu juga ganteng sayang, mangkanya aku agak takut kalau kamu jauh jauh dari aku kalau disekolah"ucap chika

"kenapa takut?"tanya zen kebingungan

"soalnya cewek cewek disana pada centil dan banyak yang cantik jugaaa,aku takut nanti kamu malah diambil sama mereka,aku ga suka mereka natap natap kamu terus"ucap chika karena memang saat pertama zen masuk ke sekolah banyak sekali yang bertanya padanya bahkan ada beberapa murid yang minta nomor zen pada chika

"engga dong sayang,kalau itu kamu tenang aja ya,aku cukup dikamu ga ada siapapun yang bisa rebut aku dari kamu, karena hati aku cuman buat kamu sampai kapanpun itu tetap buat kamu,jadi kamu ga perlu khawatir"ucap zen

"beneran ya?awas aja kalau kamu ikutan genit sama mereka"ucap chika dengan wajah dibuat marah

"hahah iya syg,aku ga bakal ngelakuin itu, sekarang kita makan ya"ajak zen diangguki chika

"Ga usah turun biar aku suapin aja"ucap zen menahan tubuh chika yang hendak turun dari pangkuannya,Chika hanya menuruti ia tidak jadi berpindah tempat dan zen pun menyuapi nya dengan posisi yang masih sama

saat mereka sedang asik saling menyuapkan tiba tiba Ponsel milik Chika berbunyi dan dengan cepat chika mengambil ponsel itu,ia melihat pesan yang terkirim ke nomor nya

'kenapa dia masih ngechat sih'batin chika menatap serius layar ponselnya

"siapa sayang?"tanya zen penasaran

"ga tau, orang ga penting kayaknya, suapin lagi"ucap chika langsung membuka mulutnya,ia memilih untuk tidak memperdulikan pesan itu dan kembali fokus pada kegiatan mereka

"ga tau, orang ga penting kayaknya, suapin lagi"ucap chika langsung membuka mulutnya,ia memilih untuk tidak memperdulikan pesan itu dan kembali fokus pada kegiatan mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Abaikan jam)

setelah selesai sarapan mereka langsung pergi menuju kesekolah, sampainya disana mereka langsung disambut oleh dua peliharaan chika yang sendari tadi menunggu

"chikuyyy, akhirnya sampai juga lo kita udah nungguin dari tadi tau"ucap eli

"haha sory guyss"ucapnya

"yaudh ayok kekelas hari ini kayaknya pelajaran ibu geby deh,lo tau kan dia selalu masuk lebih cepat dari guru lainnya"ucap ashel

"sayang aku duluan kekelas gpp kan?"tanya chika menatap zen

"gpp, nanti kamu kabarin aku kalau mau istirahat"ucap zen mengecup kening chika dan diangguki oleh chika

"ah! udah bucin Mulu ayok buruan"ajak ashel yang langsung menarik tangan chika untuk menjauh dari sana jika dibiarkan mereka akan menjadi nyamuk dalam waktu yang lama

zeno hanya bisa menatap punggung chika yang semakin menjauh setelah dirasa tidak terlihat lagi zen juga berjalan kelasnya, sampai dikelas zen melihat tian yang terduduk lemas dan bersandar ke dinding

"kenapa tian,ga semangat gitu muka lo,sehat kan?"tanya zen menepuk pundak nya

"lagi sedih gue bro"ucap tian lirih

"kenapa?ada masalah,kalau ada mah cerita aja kalau mau,siapa tau gue bisa ngasih saran"ucap zen menaro tas nya dikursi

"jadi gini,gue punya mantan dan gue sayang bgt sama dia zen, kita putus karena gue yang waktu terlalu mengabaikan dia gitulah jadinya dia minta putus dan waktu itu gue iyain aja,tapi setelah putus entah kenapa rasanya gue tersiksa bgt, semakin dipikirin hati gue tuh semakin ngarah ke dia,dan gue ga tau gue harus apa sekarang"ucapnya menatap sedih kearah zen

"lo masih sayang bgt sama tu cewek?"tanya zen

"iya zen,jujur sampai sekarang gue belum bisa lupain dia, bahkan gue ga bisa dekat sama cewek manapun karena pikiran gue cuman dia,gue sayang bgt sama dia zen,gue pengen balik lagi sama dia kayak dulu"ucapnya

"kalau menurut gue ya yan,ga masalah sih kalau lo berusaha buat deketin dia, pokoknya lo harus pepet dia lagi kayak awal lo dapetin dia dulu,siapa tau dengan itu dia mau balik sama lo yang penting kita usaha bro,kita ga ada yang tau gimn kedepannya"ucap zen

"apa mungkin gue bisa dapatin dia lagi?gue takut dia udah punya yang lain zen"ucapnya

"alah kejar aja tian, lagian ya kalau kata orang sebelum jalur kuning belum melengkung semua masih bisa kita tikung,jadi apa yang lo takutin?lo kejar aja,tapi satu hal lain lo jangan bikin dia risih tapi lo harus berusaha bikin dia kembali nyaman sama lo"ucap zeno kembali menepuk pundak tian yang kini tampak berpikir tentang ucapannya

"lo bener sih, makasih bgt bro gue ga sia sia curhat sama lo, gue bakal berusaha lagi"ucapnya

"bagus!"
































































Bersambung............................

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang