⁵¹

2.2K 214 2
                                        

mereka semua masuk kedalam dan mendapati chika yang masih terbaring disana,zen langsung menghampiri chika dan duduk disamping chika dengan michi yang tetap dipangkuan nya,ia menggenggam jemari chika

"sayangg"panggil nya lirih

"kamu ga akan ninggalin aku kan,kamu harus bangun demi aku dan anak anakk chikaa,kamu ga boleh ninggalin kita semuanya"ucap zen

"kamu tenang aja zen, tadi memang detak jantung chika sempat berhenti,tapi alhamdulilah ada keajaiban yang membuatnya kembali lagi sama kita, sekarang kondisi chika sudah kembali membaik detak jantungnya kembali normal,berkat doa kamu dan keluarga chika bisa melewati masa kritisnya "ucap feni tersenyum walaupun tadi ia sempat menangis karena detak jantung chika yang berhenti tapi dengan perjuangan dan doa yang selalu ia ucapkan akhirnya chika kembali dengan kondisi membaik

"beneran tan? istri zen sekarang gpp kan?kapan chika bangun tan"tanya zen yang kini bisa merasakan nafas lega dari tubuhnya

"untuk kapan bangunnya tante belum tau, tapi kalian berdoa saja karena chika pasti akan segera bangun,dia bisa melewati masa kritisnya,dan tante yakin dia juga bisa bangun dari komanya"ucap feni menenangkan zen serta keluarga

"fenn,aku banyak banyak berterima kasih sama kamu fen, makasih karena kamu udah berjuang demi chika"ucap gracia memeluk feni

"sama sama gre,ini semua kuasa tuhan aku cuman membantu,kamu tenang yaa, chikanya pasti bangun"ucap feni mengelus punggung gracia

"makasih fen makasih"ucapnya pelan dan semakin mempererat pelukannya

"sama samaa, untuk bayinya sekarang masih dibersihkan,dan chika juga akan aku pindahkan ke ruang vip seperti yang sean pinta, nanti bayinya bakal kami antar kesana kalau sudah selesai, jadi kalian bisa tunggu diluar lagi ya,biar kami bisa segera pindahkan chika"ucap feni seraya melepas pelukannya dari gracia

"iyaa fen,mbak juga berterima kasih banyak sama kamu, makasih karena udah bantu chikaa"ucap aya

"Sama sama mbak,aku juga udah menganggap chika kayak anak sendiri dan ini udah tugas aku, jadi mbak ga perlu berterima kasih sama aku,tapi berterima kasih sama yang diatas"ucap feni tersenyum pada aya

"pasti fen,kalau begitu kami semua keluar dulu"ucap aya diangguki feni

"kalian keluar duluan aja ya,tan zen boleh kan ngobrol sebentar sama chika, sebentar kok habis itu ikut keluar "ucap zen menatap feni

"hahah iya boleh, silahkan ngobrol aja tante ga dengerin kok,tante ikut keluar dulu kalau gitu,tapi jangan lama yaa"ucap feni sedikit tertawa

"iya tan"ucap zen

mereka semua keluar dari sana dan meninggalkan zen michi yang masih menatap lekat wajah chika yg tidak membuka matanya itu,zen terus menggenggam jemari chika dan michi yang menatap wajah bubunya

"makasih sayang, kamu udah nepatin janji kamu,aku keluar dulu yaa, jangan lama lama tidurnya,aku kangen sama kamuu,cici juga kangen sama kamu sayang,dan kamu pasti pengen liat anak anak kita kan"ucap zen tersenyum

"baba,cici mau kiss bubu"pinta michi mendongak menatap zen

"boleh sayang,ayok baba bantu"ucap zen tersenyum ia mengangkat tubuh michi agar mendekat kewajah chika

cup

"bubuu,cici sama baba keluar dulu yaaa, nanti kita ketemu lagii,bubu bobonya jangan lama lama, Kasian dedek bayi pasti pengen ketemu bubu"ucap michi setelah mengecup pipi chika

"udah, sekarang kita keluar yaa, nanti kita ketemu lagi sama bubunya,sayang aku sama cici keluar dulu"ucap zen mengecup kening,mata dan terakhir bibir chikaa, setelah itu baru dirinya keluar dari ruangan itu

nikah karena wasiat [chikzee]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang