disebuah tempat, tempat yang biasanya dijadikan tempat terakhir oleh para manusia diistirahatkan,ada keluarga yang kini tengah berduka atas kepergian orang yang paling mereka sayangi
tangisan serta teriakan terdengar dengan begitu menyayat hati seseorang yang mendengar nya, dengan keadaan cuaca yang juga tidak bagus, seolah olah tau apa yang keluarga itu rasakan saat ini
banyak keluarga yang datang ,dan teman teman serta para sahabat yang ditinggalkan juga ikut hadir, mereka juga ikut menitihkan air mata, karna tidak menyangka dengan kepergian nya
"papiii hikss,kenapa papi ninggalin aku secepat ini pi,chika masih butuh papi dihidup Chika pi,chika ga ga bisa kalau ga ada papi hikss,chika mohon jangan tinggalin chikaa"tangis anak pertamanya yang bernama chika
"Chika minta maaf pii,chika minta maaf kalau selama ini chika masih suka nakal,chika ga pernah dengerin papi hiks,chika janji chika bakal jadi anak yang lebih baik pi,jangan tinggalin chika hiks,PAPI CHIKA MOHON!" ucap chika memeluk erat batu nisan papinya
kehilangan sosok cinta pertama adalah hal terberat baginya,chika tidak pernah menyangka kalau ia akan kehilangan papinya secepat ini,ia belum sempat berubah sesuai dengan apa yang papinya inginkan,tapi sang papi sudah lebih dulu meninggalkan nya
"papiii hikss,aldi tau selama ini aldi selalu membantah apa yang papi bilang,aldi selalu membangkang,aldi minta maaf pi,aldi udh janji bakal berubah hiks,tapi kenapa papi ninggalin aldi secepat ini"tangis aldi
"udah sayanggg,mami tau ini berat buat kalian,tapi mami minta,udah ya jangan nangis lagi, kasian papinya nanti ga tenang disana sayang"ucap sang ibu yaitu aya,ia mengelus punggung kedua anaknya yang tengah bersimpuh didepan gundukan tanah itu
aya sudah tidak mampu menangis lagi,ia hanya bisa menguatkan kedua anaknya untuk saat ini, kepergian sang suami membuat orang orang juga terluka, karena mendiang sangat baik terhadap orang lain, banyak sekali yang ikut serta dalam pemakaman nya,pucho suaminya yang meninggal tadi malam,dan baru dikebumikan pagi hari
pucho meninggal dunia karena penyakit jantungnya yang tidak kunjung membaik,ia cukup lama bertahan dengan penyakitnya itu,pada malam kemarin akhirnya pucho tidak lagi sakit sakitan seperti biasanya,ia pergi meninggalkan semua orang yang sangat amat menyayangi dirinya
"tapi kenapa harus papi chika hiks,chika belum siap hidup tanpa papi,chika belum sempat berubah seperti apa yang papi mau,chika nyesel mi,chika jahat sama papi"ucapnya terkulai lemas memeluk aya
"mami tau sayang,mami tau bagaimana perasaan kakak sama adek sekarang,tapi kita harus ikhlas,ini sudah jalannya papi,kita harus ikhlas agar perjalanan papi bisa lancar disana"ucap aya dengan air mata mengalir, dengan sabar ia mengelus rambut chika
"sabar ya syg,tante tauu dan paham perasaan chika sama aldi,tapi kalian harus ingat, kalian masih punya mami, walaupun chika ataupun aldi ga sempet nunjukin perubahan sifat kalian sama papi,tapi kalian masih punya mami syg,papi kalian disana pasti tetap menantikan anak anaknya menjadi lebih baik, jangan terlalu larut sayang,ga baik"ucap gracia istri dari sahabat almarhum pucho
"tuhh denger,jadi udh ya nangisnya, kasian papi ikut sedih nanti, sekarang kita pulang ya, dirumah pasti udh pada nungguin"ajak aya pada keduanya
mereka masih harus mengadakan pengajian untuk almarhum, mendoakan agar beliau tenang disana
keduanya mengangguk walaupun dengan keadaan sesenggukan, gracia dan juga aya membantu keduanya untuk bangkit
setelah keduanya masuk kedalam mobil dengan aman,aya juga ikut masuk dan supir mulai menjalankan mobilnya terlebih dahulu, meninggalkan gracia dan yang lain masih disana
![nikah karena wasiat [chikzee]](https://img.wattpad.com/cover/377785313-64-k918151.jpg)